
Bergantian tahun dalam hitungan hari akan berubah dari tahun 2011 menjadi tahun 2012. Salah satu problem pokok adalah masalah politik keamanan.
Bagaimanakah kemungkinan yang terjadi di tahun 2012 politik dan keamanan Aceh? Hampir bisa dipastikan untuk urusan politik Aceh di tahun naga air akan mengalami gejolak.
Bagaimanakah kemungkinan yang terjadi di tahun 2012 politik dan keamanan Aceh? Hampir bisa dipastikan untuk urusan politik Aceh di tahun naga air akan mengalami gejolak.
Di tandai peralihan transisi politik pemilihan kepala daerah yang baru. Bibit-bibit gejolak mulai dirasakan, ketika ketidaksetujuan proses pilkada yang sedang berjalan hingga kepentingan yang belum terakomondir. Di tandai dengan kebijakan politik tidak berpihak kepada win-win solution sesama aktor politik yang berseteru.
Dari sudut pandang komunikasi antar elit akan mengalami ketersumbatan antara eksekutif dengan legislatif. Hal ini ditunjukan, jikalau incumbent berkuasa kembali di tahun 2012. Selanjutnya pada tahun 2012 di internal parlemen Aceh sendiri akan mengalami disharmonis Partai Nasional [Demokrat dan PPP] dengan Partai Aceh.
Namun bisa diredam dengan resolusi harmonisasi komunikasi politik sesama elit. Bilamana tidak terjadi, maka rakyat Aceh akan dipertontonkan tingkah laku para politikus yang saling menyerang satu sama lain, bahkan saling menjatuhkan yang bermuara pada sikap frontal. Hal ini dapat menimbulkan kriminalitas politik di tahun 2012 seperti kejadian di tahun 2011.
Partai politik lokal yang berkuasa saat ini akan mengalami kemunduran dari jumlah konstituennya. Ini terjadi, dikarenakan para elit partai politik lokal yang mayoritas tidak menjaga konstituennya dengan menunjukan kinerja yang memuaskan. Ditambah lagi asik dalam perjuangkan kepentingan politik tanpa memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dasar mereka.
Bukan hanya itu saja, potensi terjadi friksi di internal partai lokal yang besar peluangnya terjadi di tahun naga air ini. Sehingga posisi partai nasional akan kembali menguat. Dengan catatan partai yang menguat bukan dari partai yang berseberangan dengan partai lokal yang mayoritas.
Ditunjukan upaya membangun konsolidasi internal dan eksternal yang kuat pasca kekalahan di pilkada 2006 dan pemilu 2009. Jadi partai nasional yang menanamkan investasi politiknya yang kuat yakni Golkar, PKS, dan PAN. Karena partai ini konsisten terhadap konsorsium politik. Tanpa menghianati kesepakatan yang telah dibuat.
Akan tetapi yang terpenting bagi rakyat Aceh adalah semoga politik Aceh tidak membawa dampak kepada keterpurukan kehidupan mereka dalam hal ekonomi dan rasa aman. Manakalah politik tidak memberikan kestabilan. Tidak menutup kemungkinan perdamaian dan keamana bisa terganggu jika situasi politik Aceh tidak terkendalikan di tahun 2012 nantinya.
Berbicara situasi keamanan Aceh di tahun 2012 kuat relasinya dengan situasi politik dan situasi nasional yang terjadi. Dari lokal Aceh, ketika pilkada Aceh yang sedang berjalan tidak mengedepankan nilai-nilai berdemokrasi, pranata politik, dan kebijakan politik yang mendukung maka berdampak konflik sesama elit politik akan terjadi.
Ujung-ujungnya menggunakan tindakan fisik yang mengarah kepada kriminalitas. Dalam konteks nasionalnya masalah konflik agraria akan menjadi efek domino ke lokal Aceh.
Ujung-ujungnya menggunakan tindakan fisik yang mengarah kepada kriminalitas. Dalam konteks nasionalnya masalah konflik agraria akan menjadi efek domino ke lokal Aceh.
Sudah mulai embrio itu muncul dengan demo beberapa protes terhadap penerbitan HGU (Hak Guna Usaha) serta perusahan yang menjarah tanah rakyat. Keseluruhan itu, manakalah tidak di carikan solusi mengatasi akan membawa kepada situasi keamanan kurang kondusif di Aceh.
Di sisi lain tindakan protes masyarakat kepada pihak kepolisian di Aceh tahun 2012 akan marak terjadi. Ini pun dampak dari gejolak nasional yang mengerucut kepada lokal Aceh. Masalah lainnya yang mengganggu keamanan di tahun 2012 adalah pendistribusian akses ekonomi yang mengubah kesejahteraan rakyat Aceh. Terjadinya, jikalau elit politik tetap fokus kepada polemik politiknya tanpa memperdulikan urusan kesejahteraan konstituenya atau rakyat Aceh.
Apapun analisis kemungkinan terjadi di tahun 2012, harapan realitas yang diinginkan adalah semoga perdamaian dan keamanan bisa tetap langgeng dibumi serambi mekah. Harapan lainnya masalah politik tidak membawa dampak kepada aspek kehidupan masyarakat Aceh.
Mari kita melakukan pembaharuan lebih baik di tahun naga air dengan menjunjung nilai-nilai kebersamaan tanpa membedakan status dan strata seseorang, golongan, maupun kelompok tertentu. | AT | Aryos Nivada | Pengamat Politik Keamanan Aceh |
