News Update :

Camat: "ring road" Nak Bek Le Macet Kota Lhokseumawe

Rabu, 07 Desember 2011



Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Jalan "ring road" yang dibangun di sepanjang bibir pantai Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, merupakan salah satu alternatif dalam upaya mengatasi kemacetan arus lalu lintas di kota itu.

Camat Banda Sakti Tarmizi, di Lhokseumawe, Rabu [7/12] mengatakan,  selain sebagai jalan alternatif jalan "ring road" dimaksud, yang dimulai dari Desa Ujong Blang hingga melalui beberapa desa yang berada di bibir pantai Selat Melaka itu, sampai ke Desa Pusong sepanjang lebih kurang empat kilometer, dan masih dalam Kecamatan Banda Sakti, juga untuk lebih membuka sektor pariwisata bahari di kawasan itu.

Menurut Tarmizi, kehadiran jalan yang sedang dilakukan penimbunan itu dengan membebaskan lahan warga yang terkena pembangunan jalan, merupakan jalur alternatif terhadap arus lalu lintas.

Ia mengatakan, selama ini, terhadap arus kendaraan dari arah barat yang hendak menuju ke pusat Kota Lhokseumawe harus melalui jalan negara Medan-Banda Aceh, sehingga dengan adanya jalan alternatif dimaksud, kendaraan yang hendak menuju ke pusat kota bisa melalui jalan "ring road" tersebut.

"Sehingga tidak sampai terjadi kemacetan lalulintas akibat semakin tingginya volume jumlah kendaraan, pada saat jam-jam sibuk. Seperti pada pagi hari atau saat jam pulang kantor," kata Tarmizi.

Sementara dari segi pengembangan pariwisata bahari, kehadiran jalan itu juga akan sangat membantu. Karena, kata dia, selain jalannya yang lebar bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat rekreasi juga akan ditanami pohon penghijauan disepanjang jalur itu.

Warga yang bermukim di sekitar bibir pantai juga bisa lebih mengembangkan usaha kuliner seperti yang dilakukan selama ini. Terkait pengembangan pembangunan jalan tersebut, untuk tahap pertama pada tahun 2011, hanya dilakukan pengerasan saja.

Selanjutnya pengaspalan akan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya. Bahkan, direncanakan, jalan itu akan disambungkan lagi dengan membangun jembatan membelah aliran Sungai Cunda ke jalan nasional melalui Kandang, Kecamatan Muara Dua.

Sementara itu, terkait mata pencaharian penduduk dipinggir pantai yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, Tarmizi mengatakan, hal itu akan tetap terpelihara.

Namun, nelayan mengharapkan agar dibangun tanggul pemecah ombak dan juga dermaga kecil pada beberapa lokasi. Agar aktivitas nelayan kecil dan pukat darat bisa dapat terus eksis. | AT | AN
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016