
Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Warga sekitar kampus utama Universitas Malikussaleh di Reuleut memprotes kebijakan Universitas yang memindahkan pembangunan gedung rekayasa Fakultas Teknik Universitas ke kampus II Buket Indah desa Padang Sakti Kota Lhokseumawe, Rabu [2/11] Protes itu dilakukan dengan blokir jalan utama masuk kampus yang membuat aktivitas belajar mengajar terhenti.
Menurut M Fajri sekretaris aksi, gedung tersebut didalam master plan terletak di area kampus Reuleut. Harapan dengan dibangunnya pembangunan tersebut masyarakat yang umumnya ber-ekonomi lemah dapat bekerja, begitu juga pedagang kecil disekitar kampus dapat bertambah omset jualan.
" Tapi bangunannya dipindah kesana, jadi janji dulu mau dibangun kampus yang lengkap didesa kami mana," Tanya Fajri .
Dia menambahkan, rasa kecewa juga disebabkan lokasi pembangunan Gedung Rekayasa Teknik sekarang sudah masuk dalam wilayah administrasi Pemko Lhokseumawe, sementara Kampus Utama Reuleut berada di Aceh Utara.
"Kami meminta agar semua aktivitas pembangunan di Buket Indah Kota Lhokseumawe segera dihentikan, dan dikembalikan ke Reuleut, bila tuntutan ini tidak diindahkan kami akan mendesak Pemkab Aceh Utara untuk mencabut aset hibah 84 hektar untuk Unimal, dan kami akan blokir Unimal " Tegas Sekretaris aksi M Fajri dalam orasinya.
Pendemo umumnya adalah mantan pemilik tanah dimana kampus Unimal berada, dulunya warga memberikan tanah dengan harga murah. Bayangannya untuk keperluan pendidikan, selain itu juga mereka sempat termakan dengan "Managemen Harapan " yang ditebar oleh pembawa misi pembebasan tanah.
Aksi seratusan masyarakat pagi tadi, dilakukan dengan memasang tenda ditengah jalan utama masuk kampus. Ratusan mahasiswa kuliah pagi, karyawan serta dosen tidak tertahan digerbang masuk, sehingga aktivitas belajar mengajar Rabu pagi lumpuh total.
Namun, setelah negosiasi antara Polisi dari Polres Lhokseumawe dengan masyarakat, akhirnya pada pukul 9.25 Wib masyarakat mengizinkan mahasiswa dan civitas akademik masuk.
Azhari Cage dari DPRK Aceh Utara, yang hadir diantara para pendemo mengatakan “Apabila Rektorat Unimal tidak mengindahkan tuntutan masyarakat, maka saya akan menyurati Dikti dan menghentikan alokasi anggaran untuk Unimal," Ancam Cagee politisi Partai aceh ini.
Pukul 11,09 wib Rektorat Unimal yang didampingi oleh Azhari Cage dan Anwar Sanusi dari DPRK Aceh Utara turun menemui pendemo. Setelah mendengar tuntutan masyarakat semua pihak sepakat untuk menandatangani pernyataan sikap pendemo. Pada jam 12.35 Wib masyarakat membubarkan diri dengan tertib. | AT | YD
