
Bandung | Acehtraffic.com - Nasib sial menimpa anggota Forum Komunikasi Guru Honorer [FKGH] Kota
Bandung, Zuabaedah. Dia mengaku bahwa untuk bisa menjadi Pegawai Negeri
Sipil [PNS], dia diharuskan membayar Rp60 Juta. Hal ini terungkap dalam
pengaduanya di hadapan Komisi A DPRD Kota Bandung, Jawa Barat.
Di depan Komisi A DPRD Kota Bandung, Zuabaedah yang mengaku sudah 15 tahun menjadi guru honorer menyatakan keprihatinannya karena untuk menjadi PNS dia harus membayar Rp60 juta. "Saya ingin menjadi PNS untuk meningkatkan kesejahteraan tapi malah harus membayar cukup besar darimana mencari uang sebanyak itu," ujar Zubaedah sambil menangis.
Nasib serupa juga dialami Hayati. Bahkan, dia tak mampu menahan kesedihannya karena sudah 25 tahun mengajar, tidak diangkat menjadi PNS. "Saya 25 tahun mengajar dengan gaji hanya Rp300 ribu tapi guru PNS yang gajinya besar malah tidak pernah mengajar," ujarnya
Ketua Komisi A, Haru Suandharu, meminta ke guru honorer agar memberikan data lengkap orang yang minta uang Rp60 juta untuk menjadi PNS agar memudahkan pengusutan. "Jika tak jelas orangnya dan hanya sebagai catatan ya tak bisa dilanjutkan apalagi diusut," ujar Haru.
Menurut Haru, jika masih ada guru honorer yang bergaji Rp125 ribu tidak manusiawi dan harus ada perubahan.
Sementara, Lia Noer Hambali, mengajak guru honorer untuk mogok kerja agar pemerintah kota Bandung memperhatikan guru honorer. "Guru honorer harus mendapat perhatian karena tugasnya mencerdaskan bangsa," jelas Lia. Sesuai laporan ketua FKGH di Kota Bandung, tercatat ada 13 ribu guru honorer jika guru melakukan mogok mengajar, bisa melumpuhkan pendidikan.| AT | CR |
Di depan Komisi A DPRD Kota Bandung, Zuabaedah yang mengaku sudah 15 tahun menjadi guru honorer menyatakan keprihatinannya karena untuk menjadi PNS dia harus membayar Rp60 juta. "Saya ingin menjadi PNS untuk meningkatkan kesejahteraan tapi malah harus membayar cukup besar darimana mencari uang sebanyak itu," ujar Zubaedah sambil menangis.
Nasib serupa juga dialami Hayati. Bahkan, dia tak mampu menahan kesedihannya karena sudah 25 tahun mengajar, tidak diangkat menjadi PNS. "Saya 25 tahun mengajar dengan gaji hanya Rp300 ribu tapi guru PNS yang gajinya besar malah tidak pernah mengajar," ujarnya
Ketua Komisi A, Haru Suandharu, meminta ke guru honorer agar memberikan data lengkap orang yang minta uang Rp60 juta untuk menjadi PNS agar memudahkan pengusutan. "Jika tak jelas orangnya dan hanya sebagai catatan ya tak bisa dilanjutkan apalagi diusut," ujar Haru.
Menurut Haru, jika masih ada guru honorer yang bergaji Rp125 ribu tidak manusiawi dan harus ada perubahan.
Sementara, Lia Noer Hambali, mengajak guru honorer untuk mogok kerja agar pemerintah kota Bandung memperhatikan guru honorer. "Guru honorer harus mendapat perhatian karena tugasnya mencerdaskan bangsa," jelas Lia. Sesuai laporan ketua FKGH di Kota Bandung, tercatat ada 13 ribu guru honorer jika guru melakukan mogok mengajar, bisa melumpuhkan pendidikan.| AT | CR |

0 komentar:
Posting Komentar