
Batam | Acehtraffic.
Com - Aksi puluhan rihu buruh melumpuhkan Kota
Batam, Rabu [23/11]. Mereka menuntut implementasi Upah Minimun Kota [UMK] Batam
2012 Rp1,3 juta, sama dengan Kebutuhan Hidup Layak [KHL].
Aksi sekitar 30 ribu buruh itu dipusatkan di kantor Wali Kota Batam di kawasan Engku Putri, Batam Center, Batam.
Namun karena takut aksi unjuk rasa itu berubah anarkis, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan "ngacir" ke Singapura melalui pelabuhan internasional Batam Center, yang bersebelahan dengan kantor Wali Kota Batam.
Salah seorang staf Wali Kota Batam mengatakan hal tersebut dilakukan karena orang nomor satu di Batam itu tidak menyangka ancaman buruh beberapa hari sebelumnya untuk unjuk rasa benar-benar dilaksanakan.
"Dia [Wali Kota] tidak menyangka buruh akan demo. Untuk antisipasi terpaksa harus ke Singapura dulu," kata seorang staf Wali Kota Batam itu.
Di tempat terpisah, pengamat ekonomi sosial dan politik dari Universitas Putera Batam Baru Harahap mengatakan tindakan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa itu mungkin sebagai akumulasi ketidakpuasan terhadap perlakukan pengusaha di Batam selama ini.
Dikatakan, selama ini buruh di Batam seakan tidak pernah diperhatikan, bahkan selalu diancam akan dipecat jika banyak menuntut.
"Pengusah di Batam baik investor lokal maupun investor dari luar negeri selalu meremehkan fungsi-fungsi hukum perburuhan di Indonesia. Mereka selalu memandang remeh peran buruh dalam pembangunan, akhirnya unjuk rasa jadi jawabannya," kata dia.
Hingga saat ini, jumlah masyarakat miskin di Batm sudah mencapai 35 ribu orang dan sebagian besar merupakan pekerja yang bekerja di kawasan-kawasan industri yang ada. Ini menandakan bahwa buruh di Batam tidak pernah sejahtera.
"Mereka merasa tidak diperlakukan secara manusiawi. Sedangkan DPRD dan Pemkot Batam tida bisa berbuat apa-apa, mereka kesal, bahkan setiap aksi buruh selalu saja terjadi tindakan anarkis," paparnya.
Untuk itu, dia berharap agar masalah perburuhan di Batam harus ditangani oleh Kementerian Ketenagakerjaan karena menyangkut masalah investasi asing.
Sebab, investor tidak akan berani menanamkan modalnya jika buruh di Batam jika tidak suka demo, dan menyebabkan mereka tidak nyaman beroperasi di Batam.| AT | MI |
Aksi sekitar 30 ribu buruh itu dipusatkan di kantor Wali Kota Batam di kawasan Engku Putri, Batam Center, Batam.
Namun karena takut aksi unjuk rasa itu berubah anarkis, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan "ngacir" ke Singapura melalui pelabuhan internasional Batam Center, yang bersebelahan dengan kantor Wali Kota Batam.
Salah seorang staf Wali Kota Batam mengatakan hal tersebut dilakukan karena orang nomor satu di Batam itu tidak menyangka ancaman buruh beberapa hari sebelumnya untuk unjuk rasa benar-benar dilaksanakan.
"Dia [Wali Kota] tidak menyangka buruh akan demo. Untuk antisipasi terpaksa harus ke Singapura dulu," kata seorang staf Wali Kota Batam itu.
Di tempat terpisah, pengamat ekonomi sosial dan politik dari Universitas Putera Batam Baru Harahap mengatakan tindakan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa itu mungkin sebagai akumulasi ketidakpuasan terhadap perlakukan pengusaha di Batam selama ini.
Dikatakan, selama ini buruh di Batam seakan tidak pernah diperhatikan, bahkan selalu diancam akan dipecat jika banyak menuntut.
"Pengusah di Batam baik investor lokal maupun investor dari luar negeri selalu meremehkan fungsi-fungsi hukum perburuhan di Indonesia. Mereka selalu memandang remeh peran buruh dalam pembangunan, akhirnya unjuk rasa jadi jawabannya," kata dia.
Hingga saat ini, jumlah masyarakat miskin di Batm sudah mencapai 35 ribu orang dan sebagian besar merupakan pekerja yang bekerja di kawasan-kawasan industri yang ada. Ini menandakan bahwa buruh di Batam tidak pernah sejahtera.
"Mereka merasa tidak diperlakukan secara manusiawi. Sedangkan DPRD dan Pemkot Batam tida bisa berbuat apa-apa, mereka kesal, bahkan setiap aksi buruh selalu saja terjadi tindakan anarkis," paparnya.
Untuk itu, dia berharap agar masalah perburuhan di Batam harus ditangani oleh Kementerian Ketenagakerjaan karena menyangkut masalah investasi asing.
Sebab, investor tidak akan berani menanamkan modalnya jika buruh di Batam jika tidak suka demo, dan menyebabkan mereka tidak nyaman beroperasi di Batam.| AT | MI |

0 komentar:
Posting Komentar