News Update :

Setelah Dilantik, Presiden Papua Barat Lansung Dilantak

Kamis, 20 Oktober 2011



Jayapura | Acehtraffic.com – Presiden Papua Barat secara tegas mengatakan bahwa dalam rangka memperingati HUT-ke 50 bangsa Papua yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2011 mendatang Bendera Bintang Kejora akan berkibar di seluruh tanah air.

Hal itu disampaikan Presiden Bangsa Papua Barat, Forkorus Yoboisembut kepada wartawan di lapangan Misi Zekeus, di padang Bulan, Rabu [19/10] kemarin usai dilantik sebagai Presiden Bangsa Papua Barat.

Sebelum melakukan pengibaran Bendera lambang Bangsa Papua menurut Forkorus, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan negosiasi kepada Pemerintah Indonesia secara sopan santun agar pengibaran bendera nanti dapat di ijinkan oleh pemerintah Indonesia.

“Kalau di ijinkan kami untuk menaikan Bendera Bangsa Papua, maka itu sebagai penghargaan yang diberikan Negara Pemerintah Indonesia karena perjuangan yang disampaikan benar-benar dihargai,” ujarnya.

Namun, apabila ijin pengibaran Bendera itu tidak disetujui oleh pemerintah Indonesia, maka pihaknya akan tetap mengambil keputusan untuk menaikan Bendera tersebut di Tanah Papua “Ini kan etika saja yang kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, kalau memang tidak diijinkan, bagi kami tidak menjadi masalah, namun bendera tetap di naikkan karena ini merupakan kemauan rakyat,” tegasnya.

Ketika disinggung, kapan negosiasi dilakukan dan kapan melayangkan surat ijin pengibaran Bendera. Forkorus enggan menyebutkan waktunya diserahkan, tetapi pihaknya sudah mengatur waktunya.“Kami sudah atur waktunya dan saat ini belum bisa tentukan,” katanya.

Ditangkap
Forkorus Yoboisembut usai dilantik sebagai Presiden Papua Barat oleh Perdana Menteri Papua Barat, Edison Worumi, Rabu [19/10] kemarin hanya bisa tidak bisa berbuat apa-apa setelah ditangkap oleh Aparat gabungan TNI dan Polri, di lapangan Misi Zekeus Padang Bulan, distrik Abepura tempat mereka melaksanakan KRP III. Selain mereka berdua, perdana Menteri, Edison Woromi juga ikut ditangkap. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolres Jayapura Kota, AKBP H Imam Setiawan S.IK dan Dandim 1701/Jayapura.

Sebelum Forkorus ditangkap, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap mobil yang keluar dari tempat pelaksanaan KRP III. pmeriksaan dilakukan untuk menangkap Fokorus. Dari hasil pemeriksaan, ternyata Forkorus tidak berada di tempat, melainkan yang ada hanya para peserta dan anggota PETAPA. Namun demikian mereka langsung diamankan kedalam mobil tahanan Polres Jayapura Kota, sekaligus dilakukan upaya pencarian terhadap Fokorus.

Dari pantauan Papua Pos dilokasi kejadian, terlihat aparat Polri dan TNI mengeluarkan ratusan kali tembakan ke udara sambil melakukan penangkapan terhadap para peserta Kongres dan anggota PETAPA yang sedang berada di dalam lapangan kegiatan. Tembakan itu dibalas, tak pelak sempat terjadi kontak senjata dari arah gunung yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Bunyi tembakan itu membuat aparat panik dan mencari tempat persembunyian sambil mengeluarkan tembakan kearah gunung.

Begitu terjadi kontak senjata, sejumlah wartawan yang sedang melakukan peliputan sempat berhamburan dan berlindung dibelakang Koreem untuk menghindari tembakan dari aparat Polri dan TNI maupun tembakan yang datang dari arah gunung.

Saat dilakukan pengejaran, seorang wartawan TVRI bernama Aci sempat dikerumuni oleh aparat Polri karena mereka melihat ACI keluar dari kelompok KRP III, namun setelah di teriaki oleh rekannya, Gamel dengan teriakan “itu wartawan,” akhirnya aparat melepaskan ACI dan meminta maaf kepada ACI sambil menyuruhnya untuk tidak pisah dengan rekan seprofesinya

Meskipun situasi dalam suasana tegang, aparat terus melakukan pencarian terhadap Forkorus bersama rekan-rekan lainnya. Upaya aparat untuk menangkap Forkorus tidak sia-sia. Forkorus bersama rekannya berhasil ditangkap, selanjutnya giring ke Mobil Bara Kuda milik Brimob Polda Papua untuk diamankan ke Mapolda Papua guna dilakukan pemeriksaan. Hingga berita ini naik belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait penangkapan terhadap Forkorus dan ratusan peserta dan anggota PETAPA tersebut.

Buntut penangkapan Forkurus dan kawan-kawannya ini, sekelompok oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sempat menghentikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat di depan Koreem. Demikian pula kendaraan yang datang dari arah Abepura menuju Waena di hentikan di depan SMP Paulus dengan penjagaan ketat dari aparat Brimob dan Dalmas Polda Papua.Sementara, para pendukung Forkorus berkumpul di dijalan pertigaan masuk Kampus USTJ untuk melihat rekan mereka yang sudah ditangkap oleh aparat.

Sebelumnya, kepada wartawan Forkorus Yoboisembut menyatakan, Kongres Rakyat Papua III ini merupakan kelanjutan dari Kongres I dan Kongres II. Hanya saja, pelaksanaan Kongres Rakyat Papua III ini berbeda dengan Kongres I dan II. Pelaksanaan KRP I hanya mengakses kebangsaan Papua dan tanah ini atas nama Papua, sedangkan pelaksanaan KRP II merekomendasikan beberapa agenda yang dilakukan. Kongres III memutuskan kelengkapan Negara Papua yang belum pernah diputuskan pada Kongres I dan II.

Perbedaan pelaksanaan Kongres, lanjut dia saat Deklarasi dilakukan, Rabu [19/10] telah ditetakan secara de fackto. Artinya, Rabu 19/10] kemarin, telah disahkan konstitusi dan perangkat Negara Bangsa dan mensahkan mata uang bangsa Papua.

Untuk itu, Forkorus berharap kedepan tidak menabrak tembok melainkan mengikuti proses hukum, prose itu akan dibuat Rekomendasi dari IPLWP dan ILWP untuk mengadvokasi masalah-masalah dengan Negara-negara pendukung.

Kedepan kata dia, akan melakukan dialog dengan pihak pemerintah Indonesia tentang Negara yang sedang dia pimpin, bahkan ia meminta pemerintah Indonesia menerima dialog yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, kedua Negara ini harus bisa bekerjasama dengan baik. “Dua Negara kita yang sudah merdeka ini, kami minta agar terjadi kebersamaan yang baik dan bisa mengatur pembangunan yang baik agar Bangsa Papua lebih sejahtera,” tukasnya.

Sementara itu, Perdana Menteri, Edison Worumi menyampaikan rasa terimakasih atas terbentuknya struktur pemerintah Papua Barat melalui panitia Kongres karena telah membuka demokrasi kepada masyarakat Papua untuk menyampaikan pendapat.

‘’Kami sampaikan juga rasa terimakasih kepada aparat TNI dan Polri yang memberikan nuansa kepada masyarakat Bangsa Papua. Kongres Rakyat Papua III ini merupakan kemenangan demokrasi di Papua dan juga demokrasi di Indonesia karena peran demokrasi boleh di buka,’’ katanya.

Untuk itu, pemerintah Indonesia harus menghargai demokrasi karena Bangsa Papua ini sebuah Bangsa yang sejajar dengan Pemerintah Indonesia. ‘’Bangsa Papua bukan sepratis, bukan makar dan bukan juga TPN/OPM, akan tetapi betul-betul masyarakat menyampaikan hak demokrasi dan martabat mereka untuk memisahkan diri Negara Republik Indonesia,’’ tegasnya. |AT/Yd/PP
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016