
Lhokseumawe | Acehtraffic.com -- Bau amonia dari pabrik PT Pupuk Iskandar Muda [PIM] kembali menimbulkan kepanikan ratusan warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa [11/10] sekitar pukul 15.00 WIB. Pihak perusahaan pupuk itu menyatakan bau yang muncul kali ini hanya sedikit.
Informasi diperoleh menyebutkan, ratusan warga dari Dusun I Sejahtera, Gampong Tambon Baroh, terutama kaum perempuan dan anak-anak berlarian ke luar rumah saat mengetahui sejumlah warga mengalami sesak dan mual-mual setelah terhirup amonia yang dibawa angin.
“Sebelum lari ke luar rumah, kami sempat menutup hidung dan mulut dengan kain basah, karena sudah terlanjur kena bau itu akhirnya saya muntah juga,” kata Nursa’dah, warga yang muntah akibat bau itu.
Bau menyengat itu, menurut sejumlah warga, masih terasa hingga pukul 16.30 WIB. Ratusan warga memilih berkumpul di tepi Jalan Banda Aceh-Medan di luar komplek PT PIM menunggu hasil penyelidikan pihak perusahaan tersebut tentang penyebab munculnya bau amonia. Sebagian warga lain bertahan di teras rumah sembari menutup hidung dengan kain basah.
Tak lama berselang, pegawai PIM membagikan handuk untuk warga yang diterima secara berebutan sehingga ada anak-anak yang tidak kebagian. Pihak PIM juga membagikan air mineral kepada semua warga di lokasi itu.
Nani Indrawati, 40, warga setempat mengaku bau menyengat sering muncul tiba-tiba. Tiga hari lalu, dia juga merasakan kejadian sama. “Tapi tidak separah hari ini (kemarin),” kata dia.
Warga lain, Yusnidar, 35, menyatakan penduduk di luar pagar komplek PIM itu sudah agak kebal dengan bau amonia yang sering menyerang mereka. “Namun kalau bau sudah parah siapa yang sanggup tahan, apalagi kami perempuan dan anak-anak,” katanya.
Semua warga baru pulang ke rumahnya setelah petugas PIM memastikan tidak ada lagi bau amonia di pemukiman mereka. Hai ini juga diakui Humas PT PIM Mustafa M Thahir saat dihubungi, Selasa petang.
“Memang ada bau sedikit. Itu bagian dari proses produksi, tapi bukan kebocoran. Mungkin karena arah angin ke pemukiman warga, maka masyarakat merasakan bau itu dan sempat menghindar ke lokasi yang aman. Kita langsung turun ke lokasi memberikan minuman dan kain basah,” kata Mustafa.
Menurut Mustafa, tidak ada warga yang dibawa ke rumah sakit karena bau amonia kali ini bukan seperti kejadian tempo hari. “Pastinya kita tidak menginginkan terjadinya bau ini,” katanya.
Sebagaimana diketahui, kasus menyemburnya amonia dari pabrik PT PIM sebelumnya terjadi pada 30 September dan 22 September 2011. Dalam dua kejadian tersebut, warga Dusun I Gampong Tambon Baroh dievakuasi ke rumah sakit karena mengalami sesak, pening-pening, mual dan muntah.
Ketika itu, Direktur SDM dan Umum PT PIM Usman Mahmud menyatakan terjadi pemaparan amonia akibat tekanan meningkat pada instalasi amonia sehingga katub kontrol terbuka secara otomatis guna menghindari potensi ledakan yang dampaknya lebih fatal. |AT/Yd/HA

0 komentar:
Posting Komentar