
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Kalangan "keuchik" [kepala desa] yang tergabung dalam Asosiasi Keuchik Aceh mendukung pelaksanaan pilkada di provinsi itu tepat waktu.
Ketua Asosiasi Keuchik Aceh Muksalmina di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, dukungan tersebut merupakan hasil rekomendasi rapat kerja para keuchik se-Provinsi Aceh. "Kami berharap pilkada ini tepat waktu dan berjalan aman dan tertib. Namun, yang terpenting bagi kami pilkada dilaksanakan sesuai aturan dan mengacu kepada regulasi yang ada," katanya.
Pilkada Aceh digelar 24 Desember 2011. Pilkada tersebut digelar serentak antara pemilihan gubernur dan wakil gubernur dengan 17 bupati/wali kota dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bagi Asosiasi Keuchik Aceh, kata dia, tidak ada masalah kapan pilkada dilaksanakan atau pun ditunda. Namun, semua proses tersebut harus memiliki dasar hukum yang kuat.
Menyangkut polemik pilkada yang sempat terjadi sebelumnya, kata dia, pihaknya menyerahkan kepada pihak terkait. Karena itu, ia berharap masalah tersebut yang berlarut-larut.
Menurut Muksalmina, polemik tersebut sempat membingungkan masyarakat. Masyarakat bertanya-tanya apakah pilkada jadi digelar pada tahun ini juga atau tidak.
Namun, setelah Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh selaku penyelenggara pilkada menetapkan jadwal pemungutan suaranya, maka masalah yang terjadi tersebut menjadi jelas. "Pilkada ini diselenggarakan untuk rakyat Aceh. Jadi, kami berharap ini berlangsung damai. Para pihak juga diimbau untuk tetap memang komitmennya menjaga perdamaian," ujar dia.
Selain itu, ia mengimbau kepada para keuchik bersikap netral terhadap Pilkada Aceh dan mendorong suksesnya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah tersebut. "Kami, para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Keuchik Aceh menegaskan independensi. Kalau pun ada yang mendukung kandidat tertentu, maka itu aspirasi pribadi," demikian Muksalmina. |AT/Yd/Ant

0 komentar:
Posting Komentar