
Jakarta | Acehtraffic.com - Azwar Abubakar tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi [PAN & RB] menggantikan EE Mangindaan.
Sebelum dipanggil ke istana negara, tiga hari sebelumnya Azwar yang sudah dua tahun berada di Komisi I DPR RI, mendapat kabar dirinya diusulkan menjadi menteri. "Besoknya Pak Hatta (Radjasa) datang memberi tahu kepada saya, kalau presiden pun berkenan (saya menjadi menteri. Tetapi saya tidak tahu posisinya dimana," ungkap Azwar di Kementrian PAN & RB, Jakarta, Rabu [19/10]
Selama menunggu kepastian posisi, Azwar hanya bisa berdoa supaya diposisikan di tempat yang sesuai dengan kemampuannya. "Saya tidak meminta dimana-mana. Saya arsitek, saya 20 tahun berprofesi sebagai konsultan," ucapnya.
Selama berprofesi sebagai kontraktor, Azwar sudah terbiasa melakukan perekrutan orang dan membuat kontrak dengan orang. "Saya tidak pernah masuk menjadi pegawai negeri, karena saya dalam hiduP tidak ingin double (pekerjaan). Saya tidak ingin berada di dua tempat," ucapnya.
Azwar mengaku sangat menikmati menjadi pengusaha dengan ikhtiarnya yang begitu gesit. "Walaupun perusahaan saya tidak besar, perusahaan saya tidak besar karena main kolektif," kata mantan wakil Gubernur Aceh ini.
Pria kelahiran Banda Aceh, 21 Juni 1952, masuk dunia politik ketika reformasi bergulir, dengan menjadi seorang pendiri Partai Amanat Nasional untuk wilayah Daerah Istimewa Aceh pada tahun 1999 dan kemudian menjadi ketuanya.
Tahun 2000, pria empat anak ini menjadi Wakil Gubernur Aceh mendampingi Gubernur Abdullah Puteh. Tidak lama kemudian Abdullah Puteh tersangkut kasus korupsi sehingga harus menjalani hukuman. Azwar kemudian menjadi pelaksana tugas Gubernur Aceh dari 2004 sampai 2005.
"Saya saat itu berfikir bagaimana membangun jalan, meningkatkan dedikasi pegawai Pemerintah, justru malah dihadapkan dengan konflik, sehingga saya harus berkomunikasi terus dengan Panglima dan Kapolda," ungkapnya.
Kemudian Azwar dicoba kembali dengan bencana dahsyat tsunami pada 26 Desember 2004 yang membuat wilayah yang dipimpinnya hancur. |AT/Yd/Tribun

0 komentar:
Posting Komentar