
Lhokseumawe | Acehtraffic.com -- Tiga dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah [RSUD] Cut Mutia Lhioksemawe yang menyebabkan terlantarnnya pasien. Hal ini membuat Bupati Aceh Utara, Drs HM Ali Basyah, berang dan menyatakan tidak ada istilah pasien terlantar.
"Jika dokter bedah itu tidak mau kerja, maka harus bisa kerjasama dengan RS lain" kata Bupati yang didampingi Kadis Kesehatan, Asisten dan Kabag Humasnya yang melakukan kunjunga mendadak ke RSUD Cut Mutia di kawasan Bukit Rata, usai alat subuh Kamis [13/10].
Bupati berada di RS tersebut berkaitan mogok kerja tiga dokter bedah yang eksesnya banyak pasien telantar.
Sekitar pukul 06.00 wib, Bupati HM Ali Basyah yang memerisak ruang RSUD menemukan seorang pasien yang masuk Kamis [13/10] dinihari pukul 3.30 wib dengan kondisi kaki kanan dan tangan patah, terlihat ditangani dokter bedah dan hanya dilakukan perawatan oleh dokter umum.
Bupati yang menemui Direktur RSUD, dr Ny Anita dan beberapa pejabat RSUD Cut Mutia memberi ultimatum bahwa tak ada istilah pasien telantar. "Kalau tak ada masuk dokter bedah, tetap bekerjasama dengan rumah sakit lainnya di Lhokseumawe. Bila perlu pasien yang membutuhkan segera ditangani dibawa ke daerah lain yang mau tanganinya," tukas Bupati.
Mogoknya tiga dokter bedah di rumah sakit itu, disebut-sebut akibat "jatah" atau pendapatan yang diberikan untuk mereka tak sesuai. Padahal, menurut seorang pejabat RSUD, porsi jatah dari JKA (jaminan kesehatan Aceh) yang diberikan lebih besar untuk dokter bedah ketimbang dokter lainnya. "Seharusnya dokter lain yang cemburu tapi justru mereka," ketus seorang medis. |AT/Yd/Sermb

0 komentar:
Posting Komentar