
Teheran | Acehtraffic.com -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Raja Arab Saudi Abdullah terus meningkatkan kecaman internasional terhadap Iran. Kecaman ini tidak lepas dari plot pembunuhan terhadap Dubes Arab Saudi yang dilakukan warga Iran.
Kedua kepala negara itu meminta respons keras dari dunia internasional. Kasus rencana pembunuhan Dubes Arab Saudi ini sontak membuat AS dan Arab Saudi bersatu melawan Iran.
Sebelumnya dua warga Iran ditangkap di New York karena terlibat plot pembunuhan terhadap Dubes AS Adel Al-Jubeir. Mengetahui insiden ini, AS memberikan keterangan bahwa pihak Garda Revolusi Iran berada di balik rencana gagal tersebut.
"Plot pembunuhan ini, merupakan bukti dari ekskalasi dan menunjukan bahwa mereka (Iran) tidak merasa takut untuk melakukan aksi pembunuhan tersebut. Mereka benar-benar tidak takut terhadap kita," ujar anggota Dewan Hubungan Internasional DPR AS Elliot Abrams seperti dikutip Euronews, Kamis [13/10]
Sementara Pemerintah Arab Saudi yang dikenal sama sekali tidak memiliki hubungan harmonis dengan Iran bersumpah untuk melakukan perhitungan. Arab Saudi menilai Iran akan mendapatkan hukumannya karena mencoba membuat kekacauan di wilayah Arab.
Hingga saat ini, Iran masih bersikeras pihak tidak bersalah atas plot serangan yang gagal tersebut. Mereka tetap yakin bahwa laporan AS tersebut sepenuhnya sebagai sebuah rekayasa.
Iran menilai plot tersebut sudah diatur oleh AS yang dikeluarkan untuk mengalihkan masalah krisis ekonomi AS, yang tengah menjadi perhatian rakyat AS sendiri saat ini. |AT/Yd/Okz

0 komentar:
Posting Komentar