News Update :

Tewasnya Cagee Belum Terungkap, DPR RI: Polisi Aceh "Impoten"

Jumat, 09 September 2011



Banda Aceh – Komisi III DPR-RI mempertanyakan kinerja Polda Aceh yang tidak mengungkap aksi teror dan kriminalitas dengan senjata api yang banyak terjadi di Aceh sejak beberapa bulan terakhir hingga kini.

Anggota Komisi III DPR-RI asal daerah pemilihan Aceh, M Nasir Djamil mengatakan, tidak terungkapnya sejumlah kasus kriminal itu menyebabkan pelaku kejahatan makin berani melakukan aksinya sehingga berpotensi mengganggu situasi keamanan dan mengancam perdamaian. Selain itu, wibawa polisi di mata masyarakat juga hilang.

“Ini tentunya sangat memprihatinkan kita semua, mengingat aparat kepolisian yang hingga kini belum mampu mengungkap pelaku kriminal bersenjata meski kejadiannya sudah berbulan-bulan. Kami mempertanyakan kinerja jajaran Polda Aceh,” ujar Nasir Djamil kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu [7/9/2011].

Lambannya kinerja polisi di Aceh, kata Nasir, jua menjadi perhatian dari Komisi III DPR-RI. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membahas masalah ini. “Kami dari Komisi III berencana turun ke Aceh menanyakan persoalan ini atau Kapolda Aceh yang akan kita panggil ke Komisi III guna menjelaskan kasus kriminal bersenjata. Ketua Komisi III DPR-RI, Benny K Harman juga telah menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi keamanan di Aceh dengan maraknya kasus kriminal bersenjata, sementara aparat kepolisian seperti tidak mampu berbuat apa-apa,” kata Nasir Djamil.

Dia menyebutkan aksi kriminal bersenjata yang belum terungkap, di antaranya, penembakan yang menewaskan mantan Ketua Komite Peralihan Aceh [KPA] Wilayah Bireuen, Saiful Husein alias Cagee, kasus teror yang dilakukan mantan anggota GAM Wilayah Peureulak yang lebih dikenal dengan nama Gambit terhadap fasilitas milik Partai Aceh dan anggota dewannya, serta sejumlah aksi perampokan bersenjata yang menimbulkan korban jiwa di sejumlah kabupaten/kota.

Menurut Nasir, dengan tidak terungkapnya pelaku kriminal bersenjata tersebut menyebabkan hingga kini belum diketahui apa motifnya, serta menimbulkan praduga macam-macam di tengah masyarakat. “Dengan kondisi seperti itu, tentunya sangat mudah bagi pihak lain yang ingin menciptakan konflik horizontal terutama menjelang Pilkada,” terangnya.

Politisi PKS ini menduga pelaku kriminal bersenjata tersebut berasal dari kelompok yang terorganisir, dan tidak berjalan sendirian dalam melakukan aksinya. Karenanya, Nasir meminta Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan dan jajarannya bersikap tegas dan tidak ragu sedikitpun mengungkap dan menangkap siapapun pelakunya.

“Minimnya profesionalisme polisi dalam mengungkap kasus kriminal bersenjata dan penegakan hukum yang berjalan kurang maksimal, menyebabkan para pelaku makin berani melakukan aksinya,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan, agar dalam setiap kasus kriminal bersenjata, tidak ada lagi istilah pelakunya orang tak dikenal [OTK], seperti yang sering dimunculkan pada saat Aceh masa konflik dulu.

“Karenanya, Kapolda Aceh harus menginstruksikan jajarannya seperti Kapolres dan Kapolsek se-Aceh untuk benar-benar menjaga kewibaan polisi serta tegaknya hukum di Aceh. Polisi harus bisa memanfaatkan informasi dari masyarakat, karena di kalangan masyarakat umum sendiri telah muncul suatu rahasia publik siapa pelakunya. Harus ada terobosan besar dari Kapolda Aceh untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan meyakini aparatnya segera menangkap pelaku kriminal bersenjata api yang telah berbuat kejahatan di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

“Percayalah beberapa kasus kriminal bersenjata api di sejumlah daerah di Aceh akan segera terungkap. Kami sedang bekerja dan berikan waktu kepada aparat di lapangan,” katanya.
Ia menyebutkan dalam beberapa pekan terakhir terjadi beberapa kasus criminal, seperti perampokan kantor pos, penembakan yang menyebabkan kematian warga di Kabupaten Bireuen.

Kemudian teror terhadap anggota masyarakat yang dilakukan kelompok bersenjata api di Aceh Timur. Perampokan bersenjata yang mengakibatkan pedagang emas perhiasan meninggal dunia serta penembakan suami isteri di Aceh Barat. |AT/Yd/HA
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016