
Banda Aceh -- Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin menyatakan telah menegur Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Banda Aceh, Muzakir Tulot karena meninggalkan ruang saat rapat dengan legislatif. "Saya sudah menegurnya secara lisan agar tidak meninggalkan ruang saat rapat dengan DPRK Banda Aceh," kata Mawardy Nurdin di Banda Aceh, Kamis [8/9/2011].
Ia mengatakan, yang bersangkutan meninggalkan ruang saat rapat dengan Badan Anggaran DPRK Banda Aceh membahas soal kenaikan tarif parkir beberapa waktu lalu. Saat pembahasan tersebut, kata dia, terjadi silang pendapat. Dewan mempertanyakan tidak terpenuhinya target pendapatan daerah dari sektor perparkiran.
Padahal, kata dia, menurut dewan, tarif parkirnya sudah naik dua kali lipat berdasarkan peraturan daerah yang baru, di mana tarif sepeda motor Rp1.000 dari Rp500 per unit dan kendaraan roda empat Rp2.000 dari Rp1.000 per unit.
"Karena terjadi perdebatan dan saling adu argumentasi hingga akhirnya yang bersangkutan tidak sabar melayani dewan. Lantas meninggalkan ruangan. Tipe yang bersangkutan orang kurang sabar," katanya.
Ia mengatakan dirinya hanya menyampaikan menegur secara lisan karena tidak ada teguran secara tertulis yang DPRK Banda Aceh mengenai tindakan kepala dinas tersebut.
Kendati begitu, katanya, dirinya sudah menasihati kepala dinas tersebut agar sabar menghadapi anggota DPRK yang merupakan representatif rakyat.
"Memang sering terjadi adu argumentasi di dewan. Kalau memang tidak bisa adu argumentasi, lebih baik diam, tidak meninggalkan ruangan. Kalau keluar dan meninggalkan rapat, itu namanya pelecehan," katanya.
Menyangkut target peningkatan pendapatan sektor perparkiran, Mawardy mengatakan, tidak serta-merta bisa langsung disesuaikan dengan qanun atau peraturan daerah yang baru. Ia menyebutkan, kenaikan tarif parkir berdasarkan qanun yang baru perlu waktu sosialisasi. Tidak semua pengguna jasa mau membayar kenaikan tarif parkir.
"Dalam qanun disebutkan ada waktu sosialisasi enam hingga setahun. Jadi, tidak mungkin pendapatan parkir langsung meningkat begitu saja sebelum ada sosialisasinya," ujar Mawardy Nurdin. |AT/Yd/Antara

0 komentar:
Posting Komentar