
Tripoli – NATO berjanji takkan menghalangi upaya Pemimpin Libya Muammar Khadafi melarikan diri dengan cara membom iring-iringan konvoinya.
Diplomat Barat senior menyatakan, Pakta Perjanjian Atlantik Utara [NATO] takkan melakukan hal itu ataupun membom segala macam kendaraan yang sedang dan akan digunakan rombongan Khadafi.
Pemberontak Libya tampak antusias mengikuti berita upaya Khadafi menyelamatkan diri dengan meninggalkan negara tersebut. Sebab, mereka juga berniat menghindari pertumpahan darah untuk mengakhiri kepemimpinannya selama 42 tahun terakhir.
Pernyataan ini diungkap diplomat yang tak mau identitasnya disebutkan itu karena pasukan pemberontak mengklaim Khadafi berada di Libya Selatan, sekitar 200 meter dari negara tetangganya, Niger. Ia sedang mengawasi apakah rombongan Khadafi itu akan melukai rakyat sipil sepanjang perjalanannnya.
“Jika mereka mulai mengancam rakyat, maka kami akan melaksanakan mandat NATO. Namun, belum ada bukti Khadafi melakukannya,” ujar si diplomat. Mandat NATO, seperti tertera dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB memberikan hak kekuatan asing untuk melakukan tindakan perlindungan atas rakyat sipil. AT/Mail Online








0 komentar:
Posting Komentar