Lhokseumawe – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM] Universitas Malikussaleh menuntut transparansi anggaran dan menuding pembantu rektor telah membodohi dan membohongi publik, hampir kisruh sesama mahasiswa. Selasa [20/9/2011]
Akibat mahasiswa dipaksa untuk ikut aksi demontrasi yang sedang berlansung sehingga terjadi aksi dorong oleh beberapa anggota BEM Unimal itu, terhadap mahasiswa baru dari jurusan agribisnis, kejadian itu terjadi disimpang empat menuju gedung fakultas pertanian. Melihat kejadian itu, puluhan mahasiswa agribisnis mendatangi lokasi kejadian dan meminta pelaku untuk bertanggung jawab atas perilaku kekerasan yang dilakukan terhadap mahasiswa baru tersebut.
Namun, tiba-tiba ia ditahan dan tidak diizinkan untuk pulang, kemudian stang sepeda motornya didorong, sehingga korban beserta sepeda motornya jatuh keparet yang berada di pinggir jalan.
Akibatnya pinggang korban terkilir, pahanya memar akibat terjatuh, kemudian korban juga mengaku dadanya sakit terbentur dengan stang sepeda motornya. Setelah terjatuh, korban sempat dibentak-bentak oleh Ketua Divisi Bidang Internal BEM Unimal dan dipaksakan untuk mengikuti aksi demonstrasi yang sedang berlangsung di depan Biro Akademik Unimal.
Kepada Aceh Traffic korban mengatakan, “saya ingin pelaku yang melakukan kekerasan terhadap saya harus bertanggung jawab serta mengobati saya sampai sembu”. Ujar Nurjamilah.
Sebelumnya, dilokasi yang sama ada seorang mahasiswi yang ingin pulang karena ia sedang Menstruasi dan tidak membawa pembalut, namun diapun ikut dihadang oleh pelaku yang sama.
Salah seorang saksi mata kepada Acehtraffic.com mengatakan kalau ia juga melihat seorang mahasiswi lainnya yang dihadang, mereka tidak percaya dengan alasan mahasiswi yang sedang menstruasi itu.
“Mahasiswi yang sedang menstruasi juga dipaksakan untuk ikut aksi unjukrasa padahal dia hendak pulang karena tidak membawa perlengkapan namun dia pun menjadi korban”. Ucap Edi. AT/Ag/Yd

0 komentar:
Posting Komentar