Jakarta - Otoritas Iran menyebut
terdapat beberapa salah ejaan pada Al Qur'an cetakan China. Ditengarai
kesalahan ini terjadi karena kurangnya pengawasan lantaran biaya cetaknya yang
murah.
Timesofummah pada Sabtu [3/9]
memberitakan para penerbit di Iran menyampaikan komplain atas kesalahan ejaan
di Al Qur'an cetakan China ini. Penghematan biaya dalam mencetak Al Qur'an ini
justru membuat malu karena ada beberapa yang salah ketik.
Kepala Kantor Pengawasan Al
Qur'an Iran, Ahmad Haji-Shari, sebagaimana dikutip dari kantor berita
semiofficial, Mehr, pun mewanti-wanti masyarakat bahwa kemungkinan terdapat
salah ejaan di Al Qur'an dengan harga miring.
Dia mengatakan pada awal
pekan ini bahwa salinan Al Qur'an produksi Iran meski harganya lebih mahal
namun telah melewati pemeriksaan yang demikian teliti untuk menghindari
kecacatan. Atas insiden salah cetak Al Qur'an itu, para pejabat Iran kini
tengah membahas larangan Al Qur'an cetakan China.
Selama ini, Al Qur'an yang
ada di Iran adalah yang berbahasa Persia dan Arab asli. Namun Haji-Sharif tidak
mengatakan Al Qur'an dengan bahasa apa yang mengandung salah eja tersebut.
Sebenarnya, di Iran ada
1.000 penerbit yang memproduksi salinan Al Qur'an dengan kualitas baik. Bahkan
salinan Al Qur'an-nya ditulis oleh ahli kaligrafi. Selama ini, Al Qur'an
produksi China dalam bahasa Persia maupun Arab memang banyak ditemukan di Iran.
Harga produksi menjadi alasan diimpornya salinan Al Qur'an dari China. Terkait
masalah ini pihak China belum berkomentar.|At/detik.com


0 komentar:
Posting Komentar