News Update :

HMI Kutuk Aksi Pemukulan Khatib Jum'at, HUDA: Perbuatan Sangat Biadab

Sabtu, 10 September 2011



Banda Aceh — Pemukulan khatib salat Jumat di Masjid Raya Keumala, Pidie, menuai kecaman dari ulama. Himpunan Ulama Dayah Aceh [HUDA] menilai perilaku itu biadab dan sama dengan teroris. Sekretaris Jendral HUDA, Teungku Faisal Ali, mengatakan pengeroyokan khatib saat khutbah Jumat sebagai perilaku orang tak beriman dan harus dijatuhi hukuman berat.

“Tindakan pemukulan khatib saat berkhutbah di masjid Keumala adalah perbuatan sangat biadab dan tak berperikemanusiaan,” katanya Jumat petang. [9/9/2011]

“Tindakan itu sama seperti yang dilakukan oleh teroris di masjid Polres Cirebon.”

Menurut Teungku Faisal, apapun materi yang disampaikan khatib dalam khutbah tak bisa dibantah oleh jemaah. “Betul atau salah isi khutbah tidak boleh dibantah. Apalagi sampai memukuli dan menurunkan khatib dari mimbar. Itu betul-betul tindakan yang tak bisa diterima akal sehat,” ujar Faisal yang juga ketua NU Aceh.

Menurut ulama yang sering disapa Lem Faisal, ada mekanisme kalau jemaah ingin “memprotes” isi khutbah khatib Jumat. Caranya adalah setelah selesai salat, jemaah mempertanyakan kepada khatib kalau yang disampaikan salah. Kalau meras difitnah, lapor polisi karena kita negara hukum, katanya.

“Jadi, bukan main keroyok seperti yang terjadi di Keumala. Tindakan para pelaku benar-benar tak bisa diterima,” ujarnya.

Ketika menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Keumala, Teungku Saiful Bahri diturunkan dari mimbar dan dipukuli oleh segelintir jemaah yang tersinggung dengan materi khutbah.

Ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi di bumi serambi mekkah, dan sangat jelas ini adalah hal yang sangat memalukan bagi masyarakat Aceh dan merupakan sebuah penistaan terhadap umat muslim Aceh khususnya.

HMI Cabang Kota Jantho Kutuk Keras Pelaku Pemukulan Khatib Jum'at

Sementara itu, kutukan keras juga datang dari elemen mahasiswa, Ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi di bumi serambi mekkah, dan sangat jelas ini adalah hal yang sangat memalukan bagi seluruh masyarakat Aceh dan itu merupakan sebuah penistaan terhadap umat muslim Aceh. Tulis Khairul Ifrad, Ketua HMI Cabang Kota Jantho, Aceh Besar. Jum'at [9/9/2011]


Terkait aksi premanisme yang dikomandoi anggota DPRK Fraksi Partai Aceh itu, HMI Cabang Kota Jantho, Aceh Besar, mengutuk keras aksi tidak berpendidikan itu "Kami mengutuk keras oknum aksi premanisme terhadap seorang khatib jumat Tgk. Saiful Bahri di dalam mesjid Raya Keumala, Pidie. Dan kami meminta pihak kepolisian untuk segera bertindak mengusut  tuntas kasus ini". |AT/Yd/Bbs

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016