News Update :

Aceh Merdeka Kembali Berkibar, Dandim: Siapa Pun Pelakunya Akan Kami Libas

Sabtu, 10 September 2011



Blangpidie -- Petugas dari Komando Distrik Militer [Kodim] 0110 Aceh Barat Daya [Abdya] mengamankan dua bendera Gerakan Aceh Merdeka [GAM], yang sempat dikibarkan oleh orang tidak dikenal di dua lokasi di Aceh Barat Daya.

Pengibaran dua bendera Gerakan Acem Merdeka [GAM] di pinggir jalan lintas Nasional Kampung Tengah, Kecamatan Kuala Batee dan pinggir jalan negara di Desa Tangan – Tangan Cut, Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya, terjadi hanya beberapa hari menjelang kunjunganKetua Komite Peralihan Aceh [KPA] Pusat Muzakir Manaf ke daerah itu.

Petugas dari Dandim 0110 Abdya yang mendapat laporan dari masyarakat yang melihat pengibaran bendera tersebut langsung datang dan menurunkan kedua bendera tersebut. Selanjutnya dua bendera diamankan aparat Komando Distrik Militer [Kodim] 0110 Abdya.

Dandim 0110 Abdya Letkol Arm E Dwi Karyono AS mengatakan pihaknya akan menindak tegas para pelaku yang dinilai telah merusak iklim perdamaian yang saat ini sudah tertanam kuat di Aceh.

“Jangan coba-coba merusak perdamaian, siapa pun pelakunya akan kami libas. Kami meminta kepada para petinggi dan pemimpin KPA serta PA untuk mengatur serta mengontrol saudara-saudara mereka yang ada di lapangan. Jangan menciderai perdamaian yang sudah tertanam kuat di Aceh ini, Ini jelas sebuah upaya provokatif yang dapat merusak perdamaian di Aceh,” tegas Dandim menjelaskan.

Dandim menghimbau agar masyarakat tidak segan-segan melaporkan setiap upaya-upaya seperti itu. Selain itu Dandim juga menyayangkan Komite Peralihan Aceh [KPA] yang tidak bisa bertindak tegas, sehingga aksi provokasi semacam ini terjadi.

“Tadi saya juga sudah sampaikan kepada mereka [KPA] agar segera melakukan tindakan terhadap para pelaku dan kami juga akan melibas mereka nantinya bilamana kami temukan di lapangan,” katanya.

Di lain pihak, Jurubicara KPA Wilayah Blangpidie-Abdya Kamaludin membantah pernyataan Dandim yang menyebutkan adanya keterlibatan KPA dalam aksi pengibaran bendera GAM tersebut. “Ini adalah ulah dari pihak tertentu yang mencoba menimbulkan kekacauan,” kata pria yang biasa dipanggil Tgk Young.

KPA Wilayah Blangpidie juga membantah bahwa aksi pengibaran bendera GAM tersebut terkait dengan kedatangan Muzakkir Manaf yang akan melintasi Abdya. Menurut Tgk Yong, agenda Muzakkir Manaf ke Abdya tidaklah berorientasi politik tetapi hanya menghadiri acara Tauhid Tasawwuf dengan Abuya Syech Amran Waly.

“Memang tadi saya ada dihubungi oleh Dandim terkait persoalan pengibaran bendera itu. Saya sudah sampaikan bahwa KPA tidak terlibat dan itu hanya ulah dari pihak tertentu yang mencoba menciptakan kekacauan di sini. Kami juga sudah lakukan rapat dengan para petinggi dan orang-orang tua kami di KPA untuk melakukan pengecekan. Setelah kami cek ke semua wilayah, ternyata tidak ada pelakunya dari KPA. Kami di KPA berlaku sistem komando, setiap kegiatan apapun hanya akan dilakukan jika memang ada perintah,” tandas Tgk Young. |AT/Harian Aceh
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016