Aceh Timur– Lembaga Swadaya Masyarakat: Solidaritas Peduli untuk Anggaran (SaPA) Aceh dan Komunitas Aneuk Nanggroe (KANA) menuding pengangkatan bidan desa sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) tahun ini untuk wilayah Aceh Timur sarat kepentingan oknum dan banyak yang berasal dari luar Aceh. Lsm itu menjelaskan dalam rekrutmen tenaga bidan desa PTT itu berdasarkan data Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor: PEG.821/465/2011 tentang pengangkatan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) angkatan XXXI tahun anggaran 2011 yang ditetapkan di Banda Aceh 18 Mei 2011 dan ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Dr M Yani, M.Kes, PKK, itu terdapat belasan orang tenaga bidan yang berasal dari luar Aceh yakni Sumatera Utara.
“Mengapa pengangkatan Bidan PTT harus ada orang luar Aceh, padahal anak Aceh Timur sendiri masih banyak yang menganggur,” kata Muzakir, Ketua Umum LSM KANA kepada wartawan
Dia juga mencurigai perekrutan PTT yang tidak transparan memunculkan dugaan masyarakat bahwa adanya permainan oknum Dinas Kesehatan Aceh Timur, dimana orang luar daerah bisa lulus sebagai bidan PTT di wilayah ini.
Koordinator Lembaga SaPA Aceh, Rizalihadi juga menyebutkan, tenaga Bides di Aceh Timur masih banyak yang berstatus bakti pada Puskesmas maupun rumah sakit. “Mereka ini adalah penduduk Aceh Timur mengapa tidak diutamakan,” kata dia.
“Kita sangat menyayangkan kondisi tersebut, padahal peluang ini merupakan salah satu upaya dalam mengatasi pengangguran yang tiap tahunnya bertambah di daerah kita (Aceh Timur) ini,” tukasnya sembari menegaskan kepada intansi terkait agar ke depan lebih mengutamakan puteri-puteri setempat.
Di konfirmasi wartawan soal tudingan ini, Kasubbag Umum Dinas Kesehatan Aceh Timur, Efendi, dengan tegas menyatakan, dalam rekrutmen tenaga Bidan PTT itu tidak ada indikasi permainan “Bila memang ada dugaan permainan uang silahkan buktikan dan saya tidak pernah tahu dengan persoalan seperti itu, karena Dinas hanya mengusulkan ke Provinsi,” katanya.|AT/HA/Berbagai Sumber

0 komentar:
Posting Komentar