Langsa –
Pengusiran paksa ketua DPRK Langsa, Zulfri, oleh satpam atas perintah wakil
ketua DPRK pada Sidang paripurna DPRK Langsa dalam rangka
penyampaian laporan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan PPAS 2011, Kamis (18/8) lalu
di duga tersimpan banyak kepentingan.
Sumber The Aceh Traffic menyebutkan berbagai pihak dan partai nasional
yang berada di DPRK Langsa memang sengaja menciptakan agar Zufri tidak lagi
bertaring di Dewan. Pasalnya Zufri dianggap menjadi penghambat rencana anggota
DPRK yang lain dalam berbagai hal termasuk soal proyek.
Sumber lain juga menyebutkan, lenggis datang untuk mencongkel Zufri
justru awalnya di sebabkan persoalan ketidaksenangan salah satu partai nasional
yang kandidat yang di usung sebagai balon walkot Langsa priode sebelumnya gagal
karena tidak bisa membaca Al Quran. Hingga kemudian Zufri di adukan ke jalur
Hukum. “Misi misi ini masih di jalankan pihak itu sekarang” ujar sumber The
Aceh Traffic.
Ketidaksenangan terhadap Zufri juga terjadi saat Partai Aceh mengusulkan
pengusutan dana milyaran milik Pemko Langsa yang tidak jelas peruntukannya, dan
terkait dengan ini, di duga para penikmat adalah orang yang mencoba mendepak Zufri
sekarang. Bahkan Zufri juga coba di adudombakan oleh berbagai pihak dengan sejumlah anggota dewan dari Frakti
Partai aceh untuk mem-PAW kan Jufri dari
anggota DPRK.
Disamping itu, Zufri juga di cemeoohkan gara –gara mengusulkan hak angket
untuk kasus pemecatan 50an tenaga Bakti di Dishub Kota Langsa baru –baru ini,
perekrutan kembali tenaga di dishub itu yang berganti status menjadi kontrak
bukanlah tenaga yang sudah Bhakti 3 -5 tahun, tetapi pihak dinas merekrut orang
luar yang kebanyakan tidak pernah berbhakti di dinas itu. Terkait kasus ini,
banyak pihak menyebutkan tenaga yang diangkat adalah banyak titipan dewan dan
pejabat terkait di Kota itu. [AT/RD]

0 komentar:
Posting Komentar