
TEHERAN - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Rabu mengecam yang disebutnya penindasan biadab oleh polisi Inggris atas pemuda mengamuk, kata laman televisi pemerintah.[11/8]
"Perlakuan biadab atas rakyat itu betul-betul tidak bisa diterima dan negarawan Inggris harus mendengar suara rakyat dan memberi mereka kebebasan," kata Ahmadinejad.
"Politisi Inggris harus memperhatikan untuk membantu rakyat mereka, bukan menyerang Afghanistan, Irak, dan Libya untuk menjarah minyak mereka," katanya.
Ahmadinejad menyatakan, sebagian dari masyarakat Inggris kehilangan kesabaran dan putus asa.
Ia mendesak London berada di sisi rakyat dan mengubah tata kelola mereka, bukan menggunakan pendekatan seperti itu.
Ia mengecam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang membisu atas perkembangan di Inggris itu, yang merupakan kerusuhan terburuk dalam bedasawarsa.
Kerusuhan memasuki hari kelima pada Rabu saat pemuda mengamuk di Manchester dan wilayah industri Midlands, tapi London tenang sesudah Perdana Menteri Inggris David Cameron meningkatkan kehadiran polisi di ibu kota Inggris itu menjadi 16.000 orang.
Setelah pertemuan dengan pejabat puncak keamanan, ia menyatakan "serangan balik" dimulai terhadap kerusuhan terburuk Inggris dalam satu angkatan itu, saat ia merestui penggunaan meriam air untuk kali pertama di luar Irlandia Utara.
Scotland Yard pada Rabu pagi menyatakan menangkap 768 orang dan 111 polisi cedera dalam kerusuhan itu.
"Bahkan jika seperseratus dari kejahatan itu terjadi di negara penentang Barat, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga lain mendaku membela hak asasi manusia dan mengutuknya dengan keras," tambah Ahmadinejad.
"Tahapan sekarang tiba bagi pengujian Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, apakah akan mengutuk salah satu anggota tetapnya," tambahnya.
Kementerian luar negeri Iran pada Rabu mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya untuk tidak mengunjungi Inggris.
"Warga Iran diminta tidak bepergian ke Inggris pada saat ini dan jika ada kebutuhan untuk perjalanan itu, hindari wilayah bergolak," kata pernyataan di laman kementerian tersebut.
Kementerian itu juga minta warga Iran di Inggris menahan diri dari pergi ke daerah bergolak agar aman dari kemungkinan bahaya dan cedera.
Pada 2009, Inggris dan negara lain Barat mengutuk Teheran, yang menumpas unjuk rasa sesudah keterpilihan kembali Ahmadinejad.
Iran mencela kecaman Barat itu sebagai campur tangan dalam urusan dalam negerinya.
Puluhan orang tewas dalam unjuk rasa lawan mengecam yang mereka sebut penipuan besar dalam pemilihan umum.
Ribuan lagi ditangkap, beberapa ratus di antaranya dijatuhi hukuman panjang penjara.
Duta besar Suriah di Perserikatan Bangsa-Bangsa Bashar Jaafari pada Rabu membandingkan kerusuhan di negaranya dengan kerusuhan di Inggris.
Jaafari mencela utusan Eropa, yang menyesatkan wartawan dengan keterangan dan jumlah palsu korban jiwa di Suriah.
"Mereka berusaha memanipulasi kebenaran dan menyembunyikan unsur dan bukti penting berkaitan dengan yang disebut kejadian di Suriah," kata Jaafari, yang kembali ke New York, Amerikan Serikat, dari pertemuan dengan pejabat pemerintah Bashar di Damaskus, Suriah.
Jaafari mengecam kecongkakan dan kemunafikan Barat, yang menerima penggambaran Perdana Menteri Inggris David Cameron tentang perusuh sebagai "anggota gerombolan" dan mengecam Suriah ketika negara Teluk tersebut menggunakan kata serupa buat pengecam Bashar.
"Mereka tak mengizinkan kami menggunakan istilah sama buat kelompok bersenjata dan kelompok pelaku teror di negeri saya. Ini kemunafikan, kecongkakan," kata Jaafari.|AT/Antara

0 komentar:
Posting Komentar