SANAA - Situasi konflik
di Yaman semakin tidak terkendali, karena ketidaktersediaan gas, mahasiswa Aceh
dan mahasiswa lainnya terpaksa memasak dengan menggunakan Arang di asrama
kampus mereka, Selasa (7/6). Sementara KBRI Yaman di Isukan untuk keamanan akan pindah
ke Jeddah Arab Saudi.
Sejumlah mahasiswa
Indonesia termasuk 50 orang yang berasal dari Aceh, mendesak KBRI tidak lepas
tangan terhadap nasib warga negaranya yang kini terpasung di area perang. Seharusnya
KBRI tidak memikirkan untuk pindah dulu sebelum tanggung jawab mereka
memulangkan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Yaman selesai di kerjakan.
“Enak
saja mereka pindah ke Jeddah, kami disini bagaimana, bagaimana tanggung jawab
Negara Indonesia terhadap kami sebagai warganya?” Ujar sejumlah mahasiswa
kepada reporter The AcehTraffic.
Selain itu mahasiswa
Indonesia di Yaman juga melihat KBRI sangat lamban dalanm mengambil sikap untuk
mengevakuasi mahasiswa yang tersebar di Kota Hudaedah. Situasi semakin
memburuk seringnya terputusnya aliran listrik dan pertempuran dimana-mana
membuat situasi sangat mencekam.
Irza
Reporter The Acehtraffic melaporkan dari SANAA Yaman


0 komentar:
Posting Komentar