Produk asal China seperti
sepatu, pakaian, atau perlengkapan lainnya makin menguasai pasar di Bandarlampung,
dengan harga jauh lebih murah dibandingkan buatan lokal.
Pedagang sepatu dan sandal
di Pasar Kangkung Telukbetung, Bandarlampung, Rina mengatakan, Sabtu [25/6],
hampir 75 persen barang dagangan yang dijualnya produk dari China.
Dia menjelaskan, kualitas
dan model produk dari Negeri Tirai Bambu itu lebih bagus dibandingkan produk local.
"Buatan China lebih
bagus ketimbang barang buatan lokal, dan modelnya pun lebih digandrungi orang
sekarang ini," terang dia.
Ia menuturkan, harga sepatu
dan sandal buatan China jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk lokal.
Di samping itu, lebih disukai oleh masyarakat karena modelnya mengikuti
perkembangan, sedangkan produk lokal hanya beberapa saja.
Kemudian lanjut Ria, dalam
sehari penjualan alas kaki buatan China sekitar 30 sampai 40 pasang, tetapi
kalau produk lokal tidak lebih dari 20.
"Pasokan sandal buatan
China tersebut saya dapatkan dari salah satu pasar grosir di Jakarta,"
tutur dia.
Salah seorang pedagang
pakaian di Pasar Bambukuning, Tanjungkarang, Bandarlampung, Hadi, mengatakan,
tidak hanya sepatu dan sandal, pakaian-pakaian buatan China juga tak kalah
banyaknya di pasar itu meskipun peminatnya tidak banyak.
"Saya ada pakaian
buatan China, tapi peminatnya hanya orang-orang tertentu saja yang mengerti
kualitas dari produk tersebut," terang Adi.
Dia mengungkapkan, kualitas
pakaian impor itu lebih bagus dari pakaian produk lokal, sehingga diimbangi
dengan harganya yang lebih tinggi.
Berdasar data Ditjen Bea
Cukai, impor produk China meningkat 45,9 persen di 2010. Sedangkan ekspor
Indonesia ke China hanya naik 36,5 persen di tahun yang sama. Impor terbanyak
dari China adalah mainan yang menguasai 73 persen dari total impor. Setelah itu
furnitur dengan pangsa 54 persen, elektronika 34 persen, logam 18 persen,
permesinan 22 persen, dan tekstil produk tekstil (TPT) 34 persen.
Sementara itu, salah seorang
pedagang alat-alat teknik di Pasar Tengah, Tanjungkarang, Bandarlampung,
Asiang, mengatakan, seperti alas kaki dan pakaian, mesin-mesin dari China sudah
lebih dulu masuk ke pasar itu dan peminatnya pun tidak kalah banyak.
"Saya ada banyak
alat-alat teknik buatan China dan Amerika, dan peminatnya lebih banyak
ketimbang produk lokal," terangnya.
Dia mengungkapkan, kualitas
peralatan buatan China itu sama bagusnya dengan produk dari Amerika, tetapi
harganya jauh lebih murah.
Menurut pria berkacamata
tersebut kualitas buatan Indonesia belum mampu menyamai produk impor seperti
dari China dan Amerika.|nonblok.com


0 komentar:
Posting Komentar