News Update :

Produk China Makin Rajai Pasar

Sabtu, 25 Juni 2011

Produk asal China seperti sepatu, pakaian, atau perlengkapan lainnya makin menguasai pasar di Bandarlampung, dengan harga jauh lebih murah dibandingkan buatan lokal.

Pedagang sepatu dan sandal di Pasar Kangkung Telukbetung, Bandarlampung, Rina mengatakan, Sabtu [25/6], hampir 75 persen barang dagangan yang dijualnya produk dari China.

Dia menjelaskan, kualitas dan model produk dari Negeri Tirai Bambu itu lebih bagus dibandingkan produk local.

"Buatan China lebih bagus ketimbang barang buatan lokal, dan modelnya pun lebih digandrungi orang sekarang ini," terang dia.

Ia menuturkan, harga sepatu dan sandal buatan China jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk lokal. Di samping itu, lebih disukai oleh masyarakat karena modelnya mengikuti perkembangan, sedangkan produk lokal hanya beberapa saja.

Kemudian lanjut Ria, dalam sehari penjualan alas kaki buatan China sekitar 30 sampai 40 pasang, tetapi kalau produk lokal tidak lebih dari 20.

"Pasokan sandal buatan China tersebut saya dapatkan dari salah satu pasar grosir di Jakarta," tutur dia.

Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Bambukuning, Tanjungkarang, Bandarlampung, Hadi, mengatakan, tidak hanya sepatu dan sandal, pakaian-pakaian buatan China juga tak kalah banyaknya di pasar itu meskipun peminatnya tidak banyak.

"Saya ada pakaian buatan China, tapi peminatnya hanya orang-orang tertentu saja yang mengerti kualitas dari produk tersebut," terang Adi.

Dia mengungkapkan, kualitas pakaian impor itu lebih bagus dari pakaian produk lokal, sehingga diimbangi dengan harganya yang lebih tinggi.

Berdasar data Ditjen Bea Cukai, impor produk China meningkat 45,9 persen di 2010. Sedangkan ekspor Indonesia ke China hanya naik 36,5 persen di tahun yang sama. Impor terbanyak dari China adalah mainan yang menguasai 73 persen dari total impor. Setelah itu furnitur dengan pangsa 54 persen, elektronika 34 persen, logam 18 persen, permesinan 22 persen, dan tekstil produk tekstil (TPT) 34 persen.

Sementara itu, salah seorang pedagang alat-alat teknik di Pasar Tengah, Tanjungkarang, Bandarlampung, Asiang, mengatakan, seperti alas kaki dan pakaian, mesin-mesin dari China sudah lebih dulu masuk ke pasar itu dan peminatnya pun tidak kalah banyak.

"Saya ada banyak alat-alat teknik buatan China dan Amerika, dan peminatnya lebih banyak ketimbang produk lokal," terangnya.

Dia mengungkapkan, kualitas peralatan buatan China itu sama bagusnya dengan produk dari Amerika, tetapi harganya jauh lebih murah.

Menurut pria berkacamata tersebut kualitas buatan Indonesia belum mampu menyamai produk impor seperti dari China dan Amerika.|nonblok.com

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016