SANAA - Keberhasilan dokter
melakukan operasi luka presiden membuat sejumlah pasukan pemerintah merayakan
kemenangan di tengah kota Hudaedah dengan melepaskan tembakan tanpa arah. Di Tempat
terpisah dua mahasiswa Indonesia terjebak diantara kerumunan pasukan oposisi. Jumat
[10/6] setelah dua jam dalam cengkeraman maut akhirnya dua mahasiswa tersebut
berhasil lolos.
“Sampai di asrama kampus
dia terlihat penuh ketakutan”, ujar Seorang mahasiswa kepada
reporter The AcehTraffic.com.
Dia juga menambahkan
kondisi sekarang semakin menakutkan, pasalnya tembakan dan peluru nyasar
terjadi hingga memasuki area kampus Universitas Darul Ulum Asy-Syar’iyah Kota Hudaedah,
dimana di kampus tersebut terdapat sekitar 120 mahasiswa Indonesia.
”Kami merasakan langsung
dan melihat serta merasakan pertikaian yang terjadi antara kubu pro dan kontra
pemerintah, tidak banyak yang dapat mereka lakukan ditengah konflik bersenjata
di kota ini,” Tambah mahasiswa Indonesia yang lain.
Hingga saat ini,
katanya mereka hanya bersabar dan
bersabar seraya berdoa mudah-mudahan bisa menjaga keselamatan dan mendapat
lindungan dari yang maha kuasa. Sementara pertolongan dari pemerintahan Indonesia
tak kunjung datang.
“Akses jalan darat
sudah tidak bisa lagi dan lumpuh total, satu-satunya jalur transportasi yang
masih aktif hanyalah lewat jalur udara, itupun sebagian bandara sudah tidak
kondusif lagi”. | Irza melaporkan dari Hudaedah Yaman.


0 komentar:
Posting Komentar