Dengan prevalensi media sosial,
makin sulit memang memisahkan kehidupan pribadi dan profesional. Salah
langkah, maka pemutusan hubungan kerja akan jadi akibatnya.
Serbuan
jejaring sosial kini sudah mencapai ranah kehidupan pribadi. Bahkan
begitu merajalelanya hingga perlu diasumsikan, bahwa hampir semua hal
yang dibagi(share) secara online, termasuk hal pribadi pun, akan
terpublikasi. Kondisi inilah yang membuat pengguna jejaring sosial
harus lebih hati-hati. Berikut adalah beberapa orang yang tersandung
masalah dengan penggunaan Facebook, sehingga harus kehilangan
pekerjaannya.
Karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya:
Ashley
Johnson, pelayan berusia 22 tahun di North Carolina meledak atas dua
pelanggannya melalui Facebook, karena tidak memberi uang persenan
padanya. Parahnya, Johnson juga menyebutkan nama tempat kerjanya. Ia pun
dipecat karena melanggar aturan meremehkan pelanggan.
Andrew
Kurtz adalah maskot pierogi berusia 18 tahun untuk Pirates Pittsburgh.
Setelah tim baseball tersebut mengalami kegagalan telak. Ia memposting
komentar tidak menyenangkan tentang Pirates di halaman facebooknya, yang
ditujukan bagi pemilik tim dan manajer. Ia pun terpaksa diberhentikan.
Sebanyak
13 awak pesawat Virgin Airlines dipecat setelah publik membahas
pekerjaan mereka di Facebook.
Mereka memposting, berapa kali mesin
pesawat tertentu telah diganti dan bahwa kabin penuh dengan kecoak.
Mereka juga menghina penumpang yang sebenarnya membayar gaji mereka.
Kemudian
satu kasus yang cukup brutal, dimana seorang karyawan dalam masa
percobaan, memposting di halaman facebooknya dan mengata-ngatai
atasannya dengan ungkapan kasar. Namun, ia tampaknya lupa kalau bos-nya
sudah berteman dengannya di Facebook. Tak heran, bila sang bos membalas
postingannya, sekaligus memecatnya.
Adapun pengawal Istana
Buckingham Cameron Reilly tampaknya bukan penggemar terbesar Kate
Middleton. Ia diberhentikan dari tugasnya, setelah memposting kata-kata
buruk dan menghina di Facebook tentang Kate. Reilly merasa kecewa atas
reaksi Kate yang hanya melambaikan tangan dan memberikan tatapan mata
singkat ketika melewatinya, saat berkendara dengan Pangeran William ke
Buckingham Palace.
Pebagai kasus pelecehan dan rasis :
Caitlin
Davis dipecat dari pemandu sorak (Cheerleader) untuk New England
Patriots, ketika foto dirinya muncul di Facebook di sebelah temannya
yang pingsan karena mabuk. Tubuh seluruh temannya tersebut tertutup
simbol-simbol phallic (yang berhubungan dengan penis), swastika, dan
ungkapan "Aku seorang Yahudi." Davis dituding menjadi salah satu
pembuatnya karena di tangannya terdapat spidol.
Seorang guru di
Charlotte, North Carolina direkomendasikan untuk dipecat oleh
pengawasnya setelah membuat beberapa catatan yang dianggap tidak
sensitif ras dan menghina murid-muridnya.
Guru tersebut di profil
facebooknya, menyebutkan hobinya (interest) adalah "Mengajar Chitlins
(jeroan babi) di ghetto (kampung Yahudi), Charlotte". Selain menyebut
dirinya "Mengajar di sekolah yang paling ghetto di Charlotte".
Demikian
juga Frank Samuelson, pelatihsepak bola ligakecil di Georgia yang
memiliki beberapa masalah rasial, terutama dengan orang Asia. Karena ia
memposting hal tersebut, di Facebook, ia pun akhirnya diberhentikan dari
pekerjaannya.
Tindakan pengajar yang tidak sepantasnya di Fecebook:
Guru
SMA Bronx, Chadwin Reynolds dipecat karena menakutkan murid-muridnya di
Facebook. Reynolds dikatakan telah berteman dengan setengah lusing
siswa perempuan di sana dan menulis komentar seperti, "Ini seksi," di
beberapa foto mereka.
Dia juga diduga mencoba merayu siswa lain
dengan mengirim bunga, permen dan teddy bear. Menurut peneliti,
statusnya adalah "Aku bukan dokter kandungan, tapi aku akan melihat di
dalamnya." Dia dipecat awal tahun ini.
Ashley Payne juga dipaksa
mengundurkan diri dari pekerjaan mengajar di Apalachee High School, di
Winder, Georgia, setelah memposting foto dirinya memegang segelas anggur
dan segelas bir ke Facebook. Foto itu dilaporkan diambil selama
perjalanan keliling Eropa pada musim panas 2009.
Sementara itu,
sehari setelah siswa kelas 6 meninggal dalam wisata ke pantai, guru
veteran yang sudah mengajar 15-tahun, Christine Rubio memposting hal-hal
yang menimbulkan ketakutan ke profil Facebooknya: "Setelah hari ini,
aku berpikir pantai adalah perjalanan yang bagus untuk kelas saya, saya
benci mereka."
Beberapa kebohongan terungkap melalui Facebook:
Seorang
wanita dikeluarkan dari pekerjaannya di National Suisse di Swiss,
karena bermain facebook saat ijin tidak masuk. Sebelumnya ia mengeluh
migrain dan mengatakan harus bekerja di ruangan yang gelap di rumah.
Sedangkan
Nathalie Blanchard telah hidup dari asuransi cacat karena depresi sejak
2008. Tapi ketika Manulife, perusahaan asuransi Kanada melakukan
pembayaran, dan masuk ke halaman Facebook-nya, mereka melihat ia
"bersantai di pantai, nongkrong di klub Chippendale's-gaya, dan umumnya
memiliki banyak menyenangkan." Dia segera kehilangan manfaat asuransi
nya.
Beberapa hal yang tidak pantas diposting di Facebook:
Seorang
wanita Inggris yang bertugas sebagai juri memposting rincian kasus
hukum yang ia layani. Ia menulis, "Saya tidak tahu apa yang harus
dipilih, jadi saya mengadakan survei." Sebuah info dari orang tidak
dikenal, mengakibatkan wanita ini langsung diberhentikan sebagai juri.
Pegawai
rumah sakit Great Western di Swindon, Wiltshire,Inggrisdipecat karena
tengkurap di lantai rumah sakit, meja resusitasi, bahkan helipad.
Ternyata ia berpartisipasi dalam permainan ‘The Lying-Down on The Job',
dimana orang-orang memfoto diri mereka yang terbaring tertelungkup di
tempat kerja.
Hobi Facebook yang menjauhkan biarawati dari kehidupan spiritualnya
SusterMaria
Yesus Galan diminta meninggalkan biara Santo Domingo el Real di Toledo,
Spanyol, yang telah ditinggalkan selama 35 tahun. Hal ini karena ia
terlalu banyak menghabiskan waktu di Facebook.
Ini setelah ia
terobsesi menggunakan komputer untuk mendigitalkan arsip biara dan
membantu menangani perbankan melalui Internet.|Inilah.com

0 komentar:
Posting Komentar