Konflik
telah berlangsung lama di Aceh, tiba –tiba Yusuf Kalla muncul dalam
kapasitas mewakili Pemerintah Indonesia, dia
bekerja keras untuk melobi petinggi GAM, dengan berbagai macam tawaran, seperti
tawaran memberikan sejumlah lahan, namun belum juga berhasil. Yusuf Kalla tidak berhenti di situ, keterlibatan Juha dan Tsunami 2004 telah merubah kondisi semuanya. Marti Antasari mantan Presiden Finlandia melalui lembaga CMI merespon dan bersedia menjadi fasilatator perundingan damai.
Dari
delegasi GAM, hadir di perundingan itu, Nurdin Abdurahman [Bupati Bireun
Sekarang] DR. Zaini Abdullah [Calon Gubernur dari Partai Aceh], Malek Mahmud Al
Haytar dan Bachtiar Abdullah mantan juru
bicara pusat GAM Swedia yang saat ini masih tinggal di Swedia belum nmengajukan
diri menjadi warga Negara Indonesia layaknya DR Zaini dan Malik Mahmud yang di
rencanakan Partai Aceh/KPA akan di jadikan Wali Nanggroe.
Nur
Djuli mantan aktivis yang kemudian diminta untuk bergabung dengan GAM. Damin
kisbury dosen asal Australia yang menjadi penasehat politik GAM. Sementara
di ring belakang ada sejumlah orang yang ikut para perunding seperti Irwandi
Yusuf [Gubernur Sekarng] Willyam Nessen, Shadia Marhaban, Beberapa aktivis
Sira, dan petinggi Gam lainnya.
Pemerintah Indonesia
mengutus lima
orang yaitu Menteri Huku dan HAM Hamid Awaluddin selaku ketua delegasi, Menteri
Komunikasi dan Informasi Sofyan Djali, Farid Husain, Deputi Menko Polhukam
Mayjend. (Purn.) Usman Basyah dan Direktur HAM, Kamanusiaan, dan Sosial Budaya
I Gusti Agung Wesaka Puja.
Akhirnya
tercapai kesepakatan damai 15 Agustus 2005 , GAM menerima self government
atau bila di terjemahkan adalah otonomi khusus. Aplikasinya banyak diantranya adalah penariikan tentera organik dari Aceh, dan GAM harus memusnahkan senjata sebanyak 840
pucuk senjata.
Irwandi Yusuf Gubernur Aceh sekarang,
saat itu menjabat Senior Refresentatif GAM
di Aceh Monitoring Mission [AMM], pada saat proses pemusnahan senjata dosen fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah ini hampir saban hari muncul di
Koran-koran.
Tahun 2006 , GAM memamfaatkan kesempatan yang di berikan untuk berpartisipasi
dalam pemerintahan. Dan GAM saat itu punya satu jalur khusus untuk melenggang
menuju kursi kepala daerah yaitu jalur Independen.

0 komentar:
Posting Komentar