News Update :

Helsinki dan Jalur Independen [2]

Selasa, 24 Mei 2011


Konflik telah berlangsung lama di Aceh, tiba –tiba Yusuf Kalla muncul dalam kapasitas  mewakili Pemerintah Indonesia, dia bekerja keras untuk melobi petinggi GAM, dengan berbagai macam tawaran, seperti tawaran memberikan sejumlah lahan, namun  belum juga berhasil.

Yusuf Kalla tidak berhenti di situ,  keterlibatan Juha dan Tsunami 2004 telah merubah kondisi semuanya. Marti Antasari mantan Presiden Finlandia melalui lembaga CMI  merespon dan bersedia menjadi fasilatator perundingan damai.

Dari delegasi GAM, hadir di perundingan itu, Nurdin Abdurahman [Bupati Bireun Sekarang] DR. Zaini Abdullah [Calon Gubernur dari Partai Aceh], Malek Mahmud Al Haytar dan  Bachtiar Abdullah mantan juru bicara pusat GAM Swedia yang saat ini masih tinggal di Swedia belum nmengajukan diri menjadi warga Negara Indonesia layaknya DR Zaini dan Malik Mahmud yang di rencanakan Partai Aceh/KPA akan di jadikan Wali Nanggroe.

Nur Djuli mantan aktivis yang kemudian diminta untuk bergabung dengan GAM. Damin kisbury dosen asal Australia yang menjadi penasehat politik GAM. Sementara di ring belakang ada sejumlah orang yang ikut para perunding seperti Irwandi Yusuf [Gubernur Sekarng] Willyam Nessen, Shadia Marhaban, Beberapa aktivis Sira, dan petinggi Gam lainnya. 
Pemerintah Indonesia mengutus  lima orang yaitu Menteri Huku dan HAM Hamid Awaluddin selaku ketua delegasi, Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djali, Farid Husain, Deputi Menko Polhukam Mayjend. (Purn.) Usman Basyah dan Direktur HAM, Kamanusiaan, dan Sosial Budaya I Gusti Agung Wesaka Puja.

Akhirnya tercapai kesepakatan damai 15 Agustus 2005 , GAM menerima self government atau bila di terjemahkan adalah otonomi khusus. Aplikasinya banyak diantranya  adalah penariikan tentera organik dari Aceh, dan GAM harus memusnahkan senjata sebanyak 840 pucuk senjata. 

Irwandi Yusuf Gubernur Aceh sekarang, saat itu menjabat Senior Refresentatif GAM  di Aceh Monitoring Mission [AMM], pada saat proses pemusnahan senjata dosen fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah ini hampir saban hari muncul di Koran-koran. 

Tahun 2006 ,  GAM memamfaatkan  kesempatan yang di berikan untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Dan GAM saat itu punya satu jalur khusus untuk melenggang menuju kursi kepala daerah yaitu jalur Independen.

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016