
Aceh Utara---- Keterangan Mutia Kepala Seksi Minyak dan Gas Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh, di situs berita online www.atjehpost.com terkait klaim bahwa PT Zaratex NV telah mensosialisakan survey Seismik minyak kepada masyarakat di Aceh Utara. Adalah keliru.
”Keterangan dinas sangat keliru, memang untuk kecamatan Sawang ada di laksanakan, tanggal 27/3/2011 di Gampong Teungoh, tapi hanya untuk aparat Gampoeng, dan aparat Gampong tidak pernah membuat pertemuan untuk membahas itu dengan masyarakat di desanya,” Ujar Ibrahim [27] warga desa Blang Reuling yang juga kebunnya terkena survey Seismik.
Dia juga menambahkan keterangan Mutia terkait dengan pembayaran lahan dan tanaman yang rusak akibat survey yang telah di sepakati bersama warga juga bohong, warga tidak pernah dan juga tidak tahu tentang hal itu.
”Seharusnya ibu mutia jangan mendengar informasi dari kalangan perusahaan dan bupati atau intansi terkait lainnya, tapi coba liat langsung ke lapangan, ini masuk lahan kita, tanpa minta izin pun,” Sebut Ibrahim.
Selain itu sebagian warga yang pernah melihat SK Gubernur nomor 548/444/2010 tentang penetapan nilai kompensasi atas pemkaian tanah, tanaman kehutanan, perkebunan, pertanian dan perikanan, serta benda lain yang ada di atas tanah, juga mengaku keberatan dengan harga yang ditetapkan dalam SK tersebut, karena nilainya tidak sesuai dengan kondisi sekarang, seperti pohon durian yang sedang produktif harganya cuma 145.000 perbatang.
“ Jadi berapa buah dengan harga segitu, kan cuma empat buah durian saja,” Tambah Ibrahim di tertawakan sejumlah warga lain. | AcehTraffic.com

0 komentar:
Posting Komentar