News Update :

Presiden Filipina Didesak Hentikan Pembunuhan Jurnalis

Kamis, 21 April 2011


MANILA -- Beberapa media, seperti Business Word, organisasi advokasi media dan jurnalisme, dosen, mahasiswa dan National Union of Journalists of the Philippines yang dipimpin oleh Freedom Fund for Filipino Journalists (FFFJ) mendesak Presiden Benigno Aquino III untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan terus serta pelecehan terhadap wartawan dan aktivis politik. Koalisi pimpinan FFFJ mengingatkan janji pemerintahan Aquino Agustus 2010 yang akan mengambil beberapa langkah untuk menghentikan pembunuhan. Demikian laporan Center Media for Media Freedom dan Responsibility (CMFR) mitra Kanal Informasi di Manila.[20 April 2011]

Kurang dari setahun pemerintahan Presiden Benigno Aquino III enam jurnalis dibunuh, tiga dibunuh karena menjalankan tugas jurnalistiknya. Pembunuhan pertama terjadi kurang dari dua minggu setelah Aquino, disumpah. Pada 9 Juli 2010, pria bersenjata yang dibonceng sepeda motor menembak penyiar Miguel Belen di Camarines Sur. Belen meninggal 22 hari setelah penembakan itu.

Dalam sebuah surat terbuka 17 April 2011, kelompok media dan profesor jurnalisme dan komunikasi serta mahasiswa meminta presiden "menunjukkan kemauan politik untuk mengakhiri impunitas dan memulai proses perubahan”.

"Bapak Presiden, apa yang dibutuhkan adalah tindakan nyata yang akan mengubah pandangan publik: dibutuhkan semua kekuatan untuk melawan impunitas," demikian bunyi surat itu.|KANALINFORMASI
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016