News Update :

12 Tahun Reformasi, Universitas Malikussaleh Masih Anti Demokrasi

Minggu, 23 Mei 2010




Lhokseumawe – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) Memperingati 12 tahun reformasi dengan melakukan aksi longmar membawa obor, orasi singkat, renungan dan berakhir dengan doa bersama dilapangan Hiraq Kota Lhokseumawe, Kamis (20/5) malam. Menurut mereka walaupun rezim Orde Baru sudah runtuh, namun pembungkaman demokrasi masih terjadi, seperti pelarangan mahasiswa melakukan diskusi di kampus Universitas Malikussaleh Lhokseumawe.

Koordinator aksi Rizki dalam orasinya menyebutkan, pasca 12 tahun reformasi, kondisi pemerintahan Indonesia sudah sedikit terbuka dalam berdemokrasi, namun reformasi dalam berdemokrasi belum sesuai dengan semangat reformasi itu sendiri.

Rizki menambahkan, Gerakan mahasiswa sendiri, pasca reformasi kembali harus berhadapan dengan sejumlah peraturan yang membatasi gerak dalam mengeluarkan aspirasi rakyat. Secara umum Pemerintah saat ini masih melihat gerakan mahasiswa adalah sebagai sebuah ancaman yang bisa menghalangi langgengnya kekuasaan.

Begitu juga dengan kampus yang seharusnya mampu memposisikan diri sebagai bagian dari masyarakat intelectual, juga mengadopsi cara –cara pemerintah dalam menghalangi gerakan mahasiswa seperti yang terjadi di kampus Universitas Malikussaleh.

“Kampus kita ikut melakukan pembungkaman demokrasi, setiap kali kita di larang dan di awasi untuk berdiskusi dan berekpresi, jika kita lakukan pihak rektorat langsung memanggil dan mengancam,itu kan anti demokrasi”Sebut Rizki.

Aksi yang di mulai pukul 20.30 Wib berakhir pada pukul 23.00 Wib, dikawal sejumlah aparat kepolisian dari Polres kota Lhokseumawe.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016