News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Aceh Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh Selatan. Tampilkan semua postingan

Pembakaran Gereja, Bupati dan Gubernur Aceh Sasaran Tudingan

Kamis, 15 Oktober 2015

acehtraffic.com – Kerusuhan isu agama di Aceh Singkil membuat satu Gereja terbakar dan satu lainnya dirusak. Satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya terluka. Insiden yang sering datang jelang pilkada dan jelang berbagai pemilihan lainnya terjadi sejak 1979 silam. Selasa, 13 Oktober 2015 ternyata singgah lagi, skalanya lebih besar. Kali ini ‘pelor’ sedang tertuju ke Bupati dan Gubernur Aceh

Diberitakan TEMPO.CO, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo segera mengevaluasi kerja Bupati Aceh Singkil, Safriadi dan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam mengelola keberagaman di Aceh.

Baca lengkap :Gereja Dibakar, Ekses ‘Pelor’ Kepada Bupati dan Gubernur Aceh

Keputusan Soal Gereja Singkil, Tahun 1979

acehtraffic.com - Ketenangan masyarakat kabupaten Aceh Singkil mendadak riuh. Demontrasi Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil, Selasa 6 Oktober 2015 lalu mengundang kisah lama. Mereka mendesak pemerintah daerah membongkar rumah ibadah yang tak berizin, dan mereka memaklumat pemerintah untuk kembali ke perjanjian tahun 1979.

Berpuluh tahun ke belakang, Aceh Singkil merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan. Singkil memang berbeda dengan kebanyakan Aceh umumnya. Berada di perbatasan Sumatera Utara menjadikan daerah ini berpenduduk beragam. Sejarah Kristen masuk kesana sudah sejak tahun 1930.


Ajaran Nasrani itu pertama dibawa oleh Evangelist I.W Banurea tahun 1932 dari Salak Pak Pak Bharat. Keberadaan PT perkebunan Sawit Socfindo yang pekerjanya ada yang beragama Kristiani menjadi alasan pertama Evangelist I.W Banurea untuk mendirikan rumah ibadah. Pasca itu rumah ibadah ummat Kristiani terus bertambah. LENGKAPNYA BACA Perjanjian 1979, Akar Kerusuhan Agama Di Singkil

Kerusuhan Agama di Singkil, Apa Pemicunya?

Rabu, 14 Oktober 2015

acehtraffic.com- Walaupun banyak orang menyebutkan ini adalah persoalan tahunan, namun insiden kali ini tergolong yang terparah dari berbagai insiden sebelumnya. Akibatnya  satu Gereja HKI Deleng Lagan, Kecamatan Gunung Meriah terbakar, seorang meninggal dunia karena terkena tembakan senjata penembak babi dan empat lainnya luka-luka.

Insiden kali ini rentetannya  berawal dari unjuk rasa yang dilakukan Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil menggelar unjuk rasa, Selasa 6 Oktober 2015 lalu. Dalam unjuk rasa tersebut massa meminta rumah ibadah ummat Kristen yang tidak memiliki izin di seluruh kabupaten Singkil untuk di bongkar.Massa PPI memberikan waktu sepekan untuk pemerintah.

Karena perkembangan situasi semakin memanas, Senin, 12 Oktober 2015 Muspida menggelar rapat, dalam rapat tersebut terjadi kesepakatan  rumah ibadah yang tak berizin dibongkar. Sesuai rencana, pemerintah akan membongkar gereja pada 19 Oktober 2015 mendatang.

Keputusan pembongkaran yang direncanakan pemda minggu depan itu ternyata tak memuaskan para pihak, akhirnya entah siapa yang provokasi, Selasa, 13 Oktober 2014 pagi ratusan massa..Baca Lengkapnya Singkil Bentrok, Ini Pemicunya

Tolong-Tolong Kabinet Kerja dan Kerja, Harga Elpiji 3 Kilogram Di Aceh Mencapai 35.000

Rabu, 06 Mei 2015

Meulaboh | acehtraffic.com- Harga yang tinggi seperti ini ditengah berjalan pemerintahan Jokowi yang katanya merakyat sudah selayaknya kita minta tolong kebawahannya kabinet kerja, karena harga elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer di Kabupaten Aceh Selatan mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000per tabung sudah sejatinya masyarakat harus meminta tolong. 
Harga ini  di atas harga pangkalan resmi yang ditunjuk Pertamina yakni Rp22.000 sampai Rp25.000.
Di Beritasatu.com, dirilis tingginya harga elpiji di tingkat pengecer itu sudah berlangsung sebulan terakhir ini, diduga karena pasokan terbatas sementara permintaan meningkat.
"Memang pasokan gas tiga kilogram selalu lancar, tapi keberadaannya di pangkalan langsung habis beberapa saat setelah dibongkar karena masyarakat yang membutuhkannya sudah sangat ramai," ujar warga Meulaboh yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (6/5).
Iwan, salah seorang warga Desa Pasie Meukek, Kecamatan Meukek menyebutkan, karena keberadaan gas sering langka di pangkalan, masyarakat yang membutuhkan gas terpaksa harus membeli di kios-kios pengencer meskipun dengan harga melambung tinggi.
"Seperti yang terjadi pada hari ini, saya cari gas tiga kilogram di kios-kios pengencer dalam Kecamatan Meukek tidak ada, akhirnya gas saya dapatkan di kios pengencer di Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, itupun harganya sudah mencapai Rp35.000 per tabung," ujarnya. | Beritasatu.com| 

Dari Yang Hidup Hingga Almarhum Pun Tuntut Lapangan Kerja Kepada Pemerintah Aceh

Sabtu, 02 Mei 2015

Meulaboh | acehtraffic.com- Walaupun sejak perdamaian hingga berganti Gubernur. Dari Aceh dipimpin oleh mantan GAM biasa hingga Aceh di pimpin oleh  mantan GAM yang super sekarang ini, namun persoalan kesejahteraan masih menjadi cerita diberbagai kabupaten di Aceh.  
Di Meulaboh dalam peringatan hari buruh,  bukan saja yang masih hidup tetapi 'Almarhum' juga  ikut tuntut pemerintah Aceh untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sabtu 2 Mei 2015

“Sangat banyak pengangguran di Aceh Barat sehingga angka kemiskinan daerah kita termasuk paling tinggi di Indonesia, padahal banyak perusahaan masuk berinvestasi tapi tidak merekrut tenaga kerja lokal,” kata salah seorang mahasiswa, Zulhemi Ridwan di Meulaboh, Jum’at, kemarin sebagaimana dilansir laman Antara.

Ratusan masa tergabung dalam “Almarhum” memperingati May Day di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, para buruh di kawasan itu dibantu oleh sejumlah elemen sipil dari unsur mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh.

Salah satu poin penekanan dalam aksi mereka adalah menyoroti angka kemiskinan di daerah itu yang kini mencapai 23,18 persen dari sekitar 200 ribu penduduk Aceh Barat, padahal investor bergerak di sektor pertambangan terus berdatangan menanamkan modal di kawasan setempat.

Bukan hanya di tingkat daerah, akan tetapi Kabupaten Aceh Barat tercatat masuk satu dari 183 kabupaten daerah tertinggal di Indonesia ataupun kabupaten termiskin di Aceh dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi.

“Pemda dan perusahaan di Aceh Barat kami minta untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal putra daerah serta memberikan upah buruh sesuai UMP dengan tanpa mengabaikan hak-hak buruh mendapatkan jaminan kesehatan,” tegasnya. | AT | I | Sumber Antara |

Mahlianur Pimpin Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan (IKAMAS) Yokyakarta

Kamis, 23 April 2015

Jokyakarta | acehtraffic.com – Mahlianurrahman resmi memimpin Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan (IKAMAS) Yokyakarta periode 2015-2016. 

Mantan Sekretaris Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan yang berdomisili di Banda Aceh Periode 2012-2014 ini terpilih dalam musyawarah besar IKAMAS Yogyakarta di Asrama Mahasiswa Aceh, Jetis, Yogyakarta Minggu, 19 April 2015.

Jelang pemilihan, Peserta Musyawarah mengusulkan tiga nama Calon Ketua, Mahlianurrahman tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Muhammad Ridho Agung mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga dan Kidung Harkinal Setia Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Para calon diberi kesempatan maju di depan forum untuk menyatakan siap atau tidak menjadi calon untuk dipilih. Ketiga calon dengan tegas menyatakan siap untuk dipilih oleh peserta Musyawarah. Setelah dilakukan pemilihan dan penghitungan suara, Mahlianurrahman terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan Yogyakarta Periode 2015-2016.

Usai terpilih, Mahlianurrahman mengatakan, mari kita jadikan IKAMAS ini sebagai tempat lahirnya cendikia yang peduli kepada sesama dan jadikan sebagai panggilan hati agar kita ikhlas mengabdi kepada Aceh Selatan.

Mahasiswa yang mengidolakan Umar bin Abdul-Aziz ini juga mengatakan, sangat mendukung rencana pemerintah Aceh Selatan untuk mengembangkan Kota Tapak Tuan, dan disinilah fungsi kita sebagai mahasiswa untuk memberi masukan kepada pemerintah Aceh Selatan tentang tata kota yang baik itu seperti apa dan mari kita membangun Aceh Selatan dari Yogyakarta. | AT | RD|

8 Tersangka Penembak Caleg PNA di Tangkap, 2 di Antaranya Oknum Polisi

Senin, 19 Mei 2014

Aceh Selatan | acehtraffic.com - Dua orang anggota polisi terlibat dalam kasus penembakan terhadap Calon Legislatif (Caleg) Partai Nasional Aceh (PNA), Faisal pada 2 Maret 2014 lalu. Satu di antaranya yakni Brigadir Husaini (32) adalah eksekutor pada saat pemberondongan Caleg PNA hingga tewas yang terjadi di Gunung Cot Seumancang, Desa Ladang Tuha, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Brigadir Husaini saat ini bertugas sebagai anggota Yanma Polda Aceh. Sedangkan anggota polisi satu lagi yang terlibat adalah Brigadir Alhadi (27) bertugas di Polres Kabupaten Aceh Selatan yang bertugas merencanakan penembakan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaku penembakan yang berhasil diringkus oleh pihak tim gabungan kepolisian, Detasemen Densus 88, Polda Aceh dan Polres Aceh Selatan ditangkap sebanyak 3 orang. Ternyata saat ini polisi telah berhasil meringkus pelaku penembakan sebanyak 8 orang.

"Ini pelaku penembakan Caleg PNS yaitu Faisal, di antaranya ada dua orang oknum polisi yang terlibat di dalamnya," kata Kapolda Aceh, Irjend Pol Husein Hamidi, Senin (19/5) pada konferensi pers di Mapolda Aceh.

Selebihnya yang ditangkap itu adalah Tgk Barmawi (44) pimpinan pesantren Almujahadah, Muhammad Yahya (38), Usman (29), Nasir (35), Rikki (34) Ibnu Sina (22) dan Alhadi (27). "Semua mereka itu jamaah dari pesantren Almujahadah yang dipimpin oleh Tgk Barmawi," tegas Kapolda Aceh.

Selain tersangka, bersamaan dengan mereka juga ikut diamankan barang bukti berupa senjata api (senpi) AK 101 dua pucuk, 1 pucuk senpi AK 47, 93 butir peluru AK 47 dan 21 butir peluru Ak kaliber 7,62 mm, 456 butir peluru kaliber 5,56 mm, 2 pucuk magazine SS1.

Kemudian barang bukti lainnya yang berhasil disita berupa 2 rantang amunisi, 2 rompi anti peluru, 1 buah Draghrim, 2 sarung tangan hitam, 1 borgol, satu unit mobil toyota Innova dan satu unit mobil Honda Freed milik korban.

"Pasal yang disangkakan mereka melanggar pasal 340 KUHP dan pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 1951 jo pasal 55 jo 56," jelasnya. Sedangkan tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolda Aceh untuk diminta keterangan lebih lanjut. (merdeka.com)


Baca berita terkait:  
- 3 Pelaku Penembak Caleg PNA di tangkap
- Inilah Kronologis Penangkapan 3 Tersangka Penembak Caleg PNA

Pleno Rekapitulasi Suara KIP Aceh Selatan Dijaga Ketat Pihak Kepolisian

Minggu, 20 April 2014

Tapaktuan | acehtraffic.com - Kepolisian Resort (Polres) Aceh Selatan dibantu personel Brimobda Aceh dari Subden 1 Detasemen C Pelopor Trumon dan Personel TNI dari Kodim 0107/Aceh Selatan memberi pengamanan ekstra ketat saat berlangsungnya rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu Legislatif 2014 tingkat Kabupaten Aceh Selatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, Minggu 20 April 2014.

informasi yang di kutip dari laman serambi, Rapat pleno terbuka yang sempat diskor dan dilanjutkan pada pukul 14.23 WIB itu turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan Kamarsyah S.Sos MM, Kapolres Aceh Selatan AKBP Sigit Jatmiko SH SIK, dan Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Puguh Suwito SIP.

Pantauan Serambinews.com, sejak pagi pukul 07.00 WIB Gedung Pertemuan Rumoh Agam Tapaktuan dalam kondisi steril. Semua undangan yang akan menghadiri rapat pleno diperiksa secara ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian juga seluruh area parkir kendaraan di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Tapaktuan dalam kondisi steril. Di sekitar Gedung Pertemuan Rumoh Agam juga terlihat puluhan polisi berjaga-jaga. Undangan yang akan menghadiri rapat pleno KIP Aceh Selatan itu juga harus melewati pemeriksaan menggunakan alat detector.

Rapat pleno terbuka hasil rekapitulasi hasil perhitungan suara yang dipimpin langsung oleh Ketua KIP Aceh Selatan Syamsuhardi SP itu berlangsung alot. Hujan interupsi berdatangan dari saksi beberapa Partai. Kendati demikian, proses pelaksanaan rapat pleno terbuka tersebut berlangsung aman dan tertib. Hingga berita ini diturunkan, proses rekapitulasi hasil perhitungan suara masih berlangsung, diperkirakan rapat tersebut akan menyita waktu selama dua hari. AT | sumber : serambi |

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016