News Update :

Habibi: Kabinet Jokowi - JK , Baiknya Ada Pendistribusian Reprentatif Daerah

Selasa, 21 Oktober 2014

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Pemerintahan Indonesia yang baru di lantik di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi-JK yang terrpilih di pemilihan presiden 2014 susunan kabinetnya pun menjadi tanda tanya publik.

Menurut Habibillah SE salah seorang Alumni dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang sekarang menetap di Jakarta kepada Reporter acehtraffic.com mengatakan, Susunan kabinet Jokowi - JK , baiknya ada pendistribusian reprentatif Daerah untuk mnghindari kecemburuan antar propinsi.

Cukup satu orang per daerah dari kalangan partai pendukung maupun dari kalangan profesional, tentunya putra-putra terbaik dan berkompoten spefikasi keilmuannya,semangat kebersamaan semakin kuat.kabinet Jokowi - JK adalah milik seluruh masyarakat indonesia .jika tidak, maka dikhawatirkan daerah-daerah yang tidak mendapat ruang dalam kabinet akan menjadi bumerang bagi Jokowi-JK dan tidak menutup kemungkinan akan dijadikan alasan kuat untuk membangkitkan semangat perlawanan kepada pemerintah dibawah kepemimpinan JOKOWI -JK ( Menjadi kekuatan OPOSISI)."uangkapnya.

Dia juga menambahkan, apa lagi daerah yang presentase angka kemiskinannya masih sangat tinggi yang tidak dapat dipungkiri bahwa daerah ini masih sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat terutama sekali daerah-daerah perbatasan yang sangat rentan terjadinya konflik, daerah yang seperti ini masih banyak PR pemerimtah pusat yang belum diselesaikan salah satunya Aceh turunan UU No 11 tahun 2006, bagitu juga daerah-daerah lain , Nah,,disinilah butuh putra repentatif daerah."ujarnya

Dominan rakyat menaruh harapan besar pada pemerintahan baru yang nahkodai oleh Jokowi - JK. mengamati perkembangan sampai malam ini saya masih kurang setuju dengan formasi yang telah disusun, besar harapan segera ada penyempurnaan.semoga mnjadi bahan pertimbangan Aceh sampai dengan Papua."pungkasnya | AT | TM |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016