Lhokseumawe | acehtraffic.com - Kelompok Din Minimi yang memprotes kebijakan Pemerintahan Aceh di bawah kepimpinan Zaini-Muzakir (ZIKIR) karena karena
kecewa tidak dijalankan MoU Helsinki sesuai amanah dan tidak mempedulikan kesejahteraan mantan
anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) jadi target utama dalam daftar Buronan Polda Aceh dan menuai protes dari Acehnese Australia Association Committee (AAAC) .
Menurut para mantan anggota GAM Australia yang tergabung dalam AAAC yang di wakili oleh Sufaini Usman Syekhy saat di hubungi Reporter acehtraffic.com meminta pihak Polda Aceh untuk menghentikan pencarian terhadap Din Minimi Cs.
Aksi kelompok Din Minimi
yang menentang kebijakan ZIKIR itu wajar karena
kepemimpinannya tidak adil dan hanya mensejahterakan beberapa orang saja.
Perwakilan mantan GAM Australia tersebut menyatakan Aceh saat ini tidak ada kejelasan dari segala aspek, jadi wajar muncul pihak yang memprotes kebijakanya tapi dengan cara demi kepentingan rakyat, kita tidak akan membenarkan jika ada pihak-pihak yang melakukan tindakan berlawanan hukum, tapi ketika dia masih tidak melakukan pelanggaran hukum berarti kita harus menyikapi dengan baik, karena masih banyak mantan-mantan GAM dan masyarakat lainnya memberontak tapi mereka belum menunjukan sikap yang lebih keras, ketika ini di lakukan oleh pihak kepolisian yaitu mengejar, mengepung sampai mengganggu ketenangan masyarakat dengan menggeledah rumah-rumah warga itukan pola-pola lama.
Inilah yang saya takutkan, maka saya menyarankan pihak kapolda dan jajarannya untuk lebih baik mengedepankan dialog dan kemudian Gubernur kan seorang Kobantan juga dan juga petinggi GAM jadi apa salanya Gubernur sendiri yang mempertanyakan kepada anak buah apa yang mereka harapkan dan mereka inginkan, tapi tidak perlu harus mengejar karena mereka saudara kita juga, asal tidak terjadi perlawanan-perlanan, karena mereka pun tidak menuntuk pisah dari NKRI tapi mereka hanya menuntut pisah dari NKRI.
saya selaku komantan GAM sangat mendungkung jika ada pihak-pihak yang memprotes pemerintah jika tidak adil asal tidak melakukan perlawanan yang melanggar hukum,"ungkap Syehky | AT | TM |

