| Calon Presiden dari Patai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara dukungan dari Guru, Guru Besar, dan Cendikiawan, di Jakarta, Selasa 27 Mei 2014. Sejumlah guru besar dan cendikiawan dengan latar belakang kampus yang berbeda memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tahun 2014-2019. |
"Kalau isunya HAM tidak bawa dampak besar. Itu isu sudah lama dan tidak terlalu banyak yang tahu. Yang justru menjadi masalah adalah soal ibu negara, perbincangan soal siapa pendamping Prabowo yang saya perkirakan akan lebih berefek," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, saat dihubungi Rabu 28 Mei 2014.
Burhan menuturkan, berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya, hanya 24-29 persen masyarakat yang mengetahui soal kasus penculikan aktivis dan pemecatan terhadap Prabowo dari dunia militer. Dari jumlah itu, sebanyak 60 persen menyatakan bisa memaafkan sikap Prabowo.
"Namun, untuk kasus ibu negara, ini yang akan banyak dipergunjingkan dan berpengaruh pada preferensi memilih, terutama di kalangan ibu-ibu. Prediksi saya, mereka punya pandangan jadi kepala keluarga saja nggak bisa, apa bisa urus negara?" tutur Burhanuddin.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengkritik gaya komunikasi Prabowo dalam menyikapi kampanye hitam yang ditujukan kepadanya. Menurut dia, Prabowo selama ini lebih banyak memilih sikap diam.
"Soal HAM dan soal kewarganegaraan, Prabowo diam. Tidak bisa hanya mengandalkan Fadli Zon dan Suhardi. Seharusnya, Prabowo perlu menjelaskannya sendiri," kata Burhanuddin.
Kampanye hitam terhadap Prabowo-Hatta juga mulai terjadi. Prabowo selama ini memang lebih memilih sikap diam atas serangan-serangan itu. Di dalam pemantapan tim pemenangan Prabowo-Hatta beberapa waktu lalu, Prabowo hanya meminta agar tim suksesnya tidak membalas fitnah dengan fitnah. | Kompas |
