News Update :

Pengamat: Jokowi-JK Perlu Melakukan Serangan Balik yang Elegan

Kamis, 29 Mei 2014

Bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara deklarasi dirinya yang akan berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai bakal calon wakil presiden di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 19 Mei 2014. Pasangan itu diusung empat partai, yaitu PDI Perjuangan, NasDem, PKB, dan Hanura
Jakarta | acehtraffic.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai, bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) memang perlu mengubah gaya komunikasinya dengan menyerang balik kampanye hitam yang diarahkan kepadanya. Jokowi tidak bisa selalu mengandalkan efek melodramatik dari kalimat "Aku Rapopo" yang kerap digunakannya saat diserang kampanye negatif.

"Klarifikasi dan serangan balik yang elegan memang perlu dilakukan Jokowi-JK. Jangan terkesan defensif atau sekadar diam saja terhadap serangan hitam atau kampanye hitam yang semakin banyak," ujar Burhanuddin saat dihubungi, Rabu 28 Mei 2014.

Burhanuddin menjelaskan, jika Jokowi memanfaatkan efek melodramatik terus-menerus, maka kampanye hitam itu akan bisa mempengaruhi pandangan masyarakat. Pasalnya, masyarakat bisa menganggap kampanye hitam itu sebagai sebuah kebenaran. Jokowi dengan dibantu JK, katanya, tetap harus melakukan serangan balik yang elegan.

"Terutama JK, JK bisa menjadi alat untuk meng-counter serangan kepada Jokowi," ujarnya.

Sebelumnya, kampanye hitam berbau SARA yang menyerang Jokowi mulai ramai bermunculan di media sosial. Biasanya, Jokowi menjawab "Aku Rapopo" atas serangan terhadapnya. Belakangan, ia menjawab kampanye hitam berbau SARA itu. | Kompas |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016