News Update :

Pelesiran Gubernur Aceh Zaini Abdulah, Isrti dan Adiknya Hasbi Ke Eropa, Langgar Aturan

Selasa, 27 Mei 2014

Aceh Utara | acehtraffic.com - Gubernur Aceh setelah menjalani masa kritisnya di RSZA yang juuga di rawat di ruang ICCU sampai dia sembuh akhirnya Pelesiran berkedok Perjalanan dinas atau kunjungan kerja (Kungker) Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama adik kandungnya, Hasbi Abdullah, Ketua DPR Aceh, dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Aceh ke beberapa Negara di Timur Tengah dan Eropa, sejak Minggu 25 Mei hingga 12 Juni 2014, langgar aturan.

 Setelah sembuh dari keluhan sakit perut dan sempat masuk ICCU RSU Zainoel Abidin, Gubernur Aceh Zaini Abdullah bersama istri dan anggota rombongan lainnya, termasuk Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Minggu 25 Mei pukul 11.00 WIB terbang ke empat negara Eropa serta Uni Emirat Arab (UEA) dan akan berada di luar negeri hingga 11 Juni mendatang.(aceh.tribunnews.com, 27 Mei )

Hal tersebut dikatakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh, bahwa perjalanan Zaini dan Hasbi melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Luar Negeri bagi Pejabat/Pegawai di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah dan Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Lebih jelas disebutkan dalam pasal 15 bahwa, Jangka waktu pelaksanaan perjalanan dinas ke luar negeri paling lama 7 (tujuh) hari, kecuali untuk hal-hal yang sangat penting dan tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.

“dalam aturan disebutkan hanya boleh 7 hari, nyatanya mereka pelesiran 19 hari keluar negeri, ini ada agenda apa disana? soe meulinggai hideh Nak ikheun peunteng that? Buang-buang anggaran saja kerjanya” Kata Ketua BEM Unimal, Firdaus Nuezula. Selasa, 27 Mai 2014.

Dia menduga rekreasi Zaini bersama adiknya tidak mendapat rekomendasi dari Kementerian dalam Negeri. Logikanya, dalam pasal 10 ayat 1 disebutkan bahwa Permohonan diterima oleh Menteri dan atau Sekretaris Jenderal paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak, untuk mendapat rekomendasi perjalanan dinas ke luar negeri.

Dalam ayat dua juga disebutkan bahwa Menteri dan/atau Sekretaris Jenderal dapat menyetujui atau menolak permohonan diserta dengan alasan disebut dalam ayat selanjutnya, “artinya jalan-jalan Zaini dan kawan-kawan tidak mendapat verifikasi Kementerian, karena mereka lebih jeli terhadap aturan ketimbang awak droeteuh” Katanya.

Seharusnya, lanjut Firdaus, Pemerintah Aceh bisa menunjukkan lansung rekomendasi dari Kementerian “kalau berobat ya bilang berobat, kalau mau silaturrahmi dengan keluarga di Swedia bilang aja ke Swedia ngapain repot-repot menyamar, jujur itu baik lhooo sifat Nabi Muhammad harus ditiru” Nasehat Firdaus.

Seperti berita yang dilansir media online Pemerintah atjehpost.com, Zaini Abdullah melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Timur Tengah dan Eropa, sejak Minggu 25 Mei hingga 12 Juni 2014 mendatang. Kunker ini dimaksudkan untuk membicarakan investasi di Aceh. Gubernur turut didampingi Ketua DPRA Hasbi Abdullah dan Kepala BKPMD Aceh.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Murthalamuddin menjelaskan, di Uni Emirat Arab, Gubernur Zaini akan mengadakan pertemuan dengan Mudabala Investment (BUMN Abu Dhabi-red).

“Selain membahas investasi sector minyak dan gas serta investasi energy terbarukan, Gubernur juga akan mengadakan pertemuan dengan CEO Dubai Port dalam rangka kerjasama operator pelabuhan bebas sabang,”ujar Murthalamuddin, di Banda Aceh, Minggu 25 Mei 2014.

Rangkaian kunker ini diharapkan akan ada kunjungan petinggi Dubai Port untuk kerjasama pelabuhan. Selanjutnya, Doto Zaini juga memenuhi undangan Gubernur Istanbul Turkey, membahas kerjasama Sister Province, dan pelabuhan Istanbul dengan Group Hemin Hetay Turkey.

Group Hemin Hetay Turkey rencananya akan menggarap potensi GEOTHERMAL Aceh yang berada di 2 titik yaitu, di Kabupaten Pidie dan Gayo Lues. Rencana investasi Group Hemin Hetay ini sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah Aceh dan Bupati di dua kabupaten itu.

Gubernur Zaini juga akan melakukan lawatan ke Jerman, membahas lanjutan percepatan pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit melalui dana Soft Loan KFW. “Juga pembahasan dan penjelasan Geothermal Seulawah serta ekosistem Leuser yangg telah mendapatkan 80 juta euro dari Pemerintah Jerman melalui Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Aceh,” kata Murthala.

Selain itu, rombongan Doto Zaini juga melakukan pertemuan dengan Sveaskog, BUMN Pabrik Kertas Sweden. Pertemuan ini dalam rangka percepatan pembangunan kembali hutan pinus dan pembangunan Pabrik kertas di Aceh bersama Floresta asal Finlandia/Inggris.

Dikatakan Murthala, di Swedia, Gubernur Zaini juga akan bertemu pejabat swedia dan kedutaan Indonesia di sana.Tujuan pertemuan untuk membahas rencana kerjasama dalam bentuk City Green Energy Kota Banda Aceh dan isu lainnya. “Model investasi yang dikembangkan oleh BKPMD Aceh adalah Government to Government kemudian memfasilitasi dengan para pengusaha dan pemerintah kabupaten kota,” kata Murthalamuddin. | AT | TM | acehbaru.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016