Banda
Aceh | acehtraffic.com - Tim Kecamatan Kuta Alam akhirnya tampil sebagai kampiun turnamen
sepakbola HUT Kota Banda Aceh yang ke 809 setelah menghentikan
perlawanan Syiah Kuala di final, Senin 26 Mei di lapangan Jasdam
Iskandar
Muda, Neusu, Banda Aceh.
Rillis yang di terima acehtraffic.com , turnamen sepak bola tersebut dipimpin oleh
wasit Muksin, laga ini berlangsung dalam tempo tinggi dari menit-menit
awal. Benturan-benturan antar pemain ta terelakkan, masing-masing tim
ingin tampil sebagai juara di turnamen ini.
Kuta
Alam yang menurunkan Ozi, Rendi, Uut dan Habil mendapat perlawanan
sengit dari anak-anak Syiah Kuala yang bermaterikan Angga, Wawan dan
Wahyu Cs. Jual beli seranganpun terjadi sepanjang babak pertama. Namun
kedua tim tidak mampu mencetak gol sampai babak pertama berakhir. Bahkan
Syiah Kuala yang diuntungkan
dengan kartu merah kapten Kuta Alam, Abang (Armiadi) tidak mampu
memanfaatkan situasi.
Memasuki
babak kedua, sepuluh pemain Kuta Alam tetap tampil trengginas, masuknya
Zulpan membuat serangan Kulam lebih berwarna. Menit 51, berawal dari
solorun Zulpan melewati dua bek di sisi kanan pertahanan Syiah Kuala,
Zulpan berhasil mengirim bola ke Rendi yang tidak terkawal di kotak
pinalti, sontekan Rendi membuat Kuta Alam unggul 1-0.
Tertinggal
satu gol, membuat anak-anak Syiah Kuala mencoba untuk membalas.
Mengandalkan Angga, Wawan dan Teguh Syiah Kuala berhasil membuat
pertahanan Kuta Alam bekerja keras, bahkan kiper Kulam Rivaldi tercatat
beberapa kali menyelematkan gawannya dari ancaman Syiah Kuala.
Puncaknya, pada menit ke 62, blunder kiper Rivaldi menjadikan
skor 1-1. Gol ini berawal dari
tendangan sudut yang di ambil Wawan dan salah diantisipasi Rivaldi
sehinga skor menjadi imbang. Hasil ini bertahan hingga pertandingan
berakhir.
Untuk
mencari kampiun, pertandingan dilanjutkan lewat adu pinalti. Pada babak
tos-tosan ini, algojo-algojo dari Kulam berhasil melesakkan empat gol,
sementara Syiah Kuala hanya tiga. Dan Kuta Alam tampil sebagai Kampiun.
Dengan
raihan ini, Kulam berhak mendapatkan trophy dan uang pembinaan sebesar 8
jt, Syiah Kuala mendapatkan trophy dan uang pembinaan 5 jt. Sedangkan
Jaya Baru dan Meuraxa berhak atas juara 3 bersama dengan uang pembinaan 1
jta ditambah trophy. Untuk Top scorer jatuh le tangan Agung, pemain
Jaya Baru ini berhak memperolah sertifikat dan
uang pembinaan 500 ribu. Sedangkan pemain terbaik
jatuh ke gelandang serang asal Kuta Alam Ozi yang juga mendapatkan uang
500 rb ditambah sertifikat.
Walikota Janjikan Gelar Tiap Tahun
Plh
Walikota Banda Aceh yang hadir langsung menyaksikan partai final ini
menjanjikan akan menggelar even ini tiap tahunnya. Saat memberikan
sambutannya, Illiza meminta setiap Kecamatan mempersiapkan timnya dengan
matang untuk bertarung di HUT Kota kedepannya.
"Nanti
kita gelar lagi setiap tahunnya, Kualifikasi grup di lapangan ini dan
finalnya kita pentaskan di Lampineung" janji Illiza.
Diujung sambutannya, Illiza berharapa
dengan kegiatan ini dapat memberi dampak positif bagi kebersamaan warga kota
dalam rangka sama-sama membangun Banda Aceh dan mewujudkan Banda Aceh sebagai model kota madani.
Turut
hadir pada acara penutupan ini, Kadisbudpar Aceh Drs Reza Fahlevi M Si,
Kabidpora Dispora Aceh Musri, Asisten III Kota Banda Aceh Nurdin S Sos,
para Camat dan jajaran Muspika Baiturrahman bersama aparat gampong
dalam wilayah Baiturrahman yang telah berpartisipasi aktif atas
terselenggarnya turnamen ini. | AT | TMI | Rillis |

