News Update :

Pleno KIP : Aceh Utara Dan Abdiya Diprotes Sejumlah Parpol

Selasa, 22 April 2014

Lhkseumawe | acehtraffic.com – Sejumlah rapat pleno pemilu 2014 di aceh di iringi dengan protes para saksi, pasalnya perolehan suara yang di C1 dan D1 banyak yang keliru di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) , Hari ini Selasa 22 April KIP Aceh Utara menggelar Pleno Perolehan Suara di Hotel Lido Graha, dan sempat terjadi protes antara Partai Amanat Nasional dengan Partai Golkar. Selasa, 22April 2014.

Masalah kedua Partai Nasional tersebut mempersoalkan hasil rekap suara di Kecamatan Sawang dan Muara Batu untuk DPR RI yang dibacakan pada rapat pleno KIP tadi malam. 

Rapat pleno KIP Aceh Utara tersebut yang dihadiri lima komisioner diawali pembacaan data rekap PPK Sawang. Namun, data yang dimiliki saksi dari partai politik berbeda dengan data Panitia Pengawas Pemilu. Akibatnya terjadi perdebatan panjang soal rekap suara untuk Golkar sehingga pleno untuk DPR RI ditunda.

Persoalan berlanjut ketika pembacaan jumlah suara Partai Golkar di Muara Batu yang juga berbeda dengan data saksi, Panwaslu, dan hasil rekap dari PPK. KIP kembali menunda membahas rekap suara DPR RI untuk Partai Golkar. 

Suara Golkar untuk DPR RI di Kecamatan Sawang yang dibacakan KIP berdasarkan hasil rekap PPK Sawang 1.053 suara. Sedangkan data dari Panwaslu setempat 1.026 suara. Sementara Golkar mengklaim suara untuk partai mereka mencapai 1.821 suara.

Saksi Partai Golkar, TS Sani mengatakan, jumlah suara untuk Partai Golkar di Kecamatan Sawang mencapai 1.821 suara namun yang diakui 1.026 suara. Karenanya Sani meminta membuka kotak suara untuk dihitung kembali, karena semua data berbeda. 

Sedangkan di Muara Batu, lanjut TS Sani, jumlah suara Partai Golkar mencapai 1.737 suara tapi yang diakui hanya sekitar 500-an suara. “Semua data yang dimiliki satu partai dengan partai lain berbeda, karena itu kami minta supaya KIP membuka kembali kotak suara,” katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Aceh Utara, Ridwan Yunus juga mempertanyakan data untuk PAN untuk DPR berkurang. Sedangkan untuk Partai Golkar dan calon legislatif nomor urut 5 Marzuki Daud bertambah di Sawang dan Muara Batu. 

Ketua Panwaslu Aceh Utara, Ismunazar mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan dugaan penggelembungan suara di Sawang, Muara Batu, dan Dewantara. Namun, untuk Muara Batu, PPK telah mengakui ada kesalahan pencatatan, dan telah dimintai untuk diperbaiki. “Sedangkan untuk kecamatan lain sedang ditelusuri,” katanya. Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, rapat pleno yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut belum juga tuntas untuk rekap suara Kecamatan Muara Batu dan Sawang.

Informasi yang di kutip dari laman Serambi, Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara untuk DPR, DPRA, dan DPRK hasil Pileg 2014 yang digelar KIP Abdya juga diwarnai protes saksi dari sejumlah parpol.

“Bagi yang tidak setuju, boleh tidak meneken hasil pleno, dan persilakan mengisi formulir model DB2,” tandas Ketua KIP Abdya, Muhammad Jakfar, sambil mengetuk meja rapat dengan tangan sebanyak tiga kali ketika menutup pleno, Senin sore kemarin.

Amatan Serambi, dari 15 saksi parpol, 2 di antaranya yaitu Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak bersedia meneken rekap hasil pleno KIP Abdya (rekap DPR, DPRA dan DPRK). Sedangkan empat parpol lainnya, yaitu PKP-Indonesia, Partai Golkar, PPP dan Partai Aceh (PA) tidak meneken sebagian rekap, sebagian lainnya diteken.

Sementara Partai Nasional Aceh (PNA) tidak ada saksi yang hadir dalam rapat pleno lanjutan Senin 21 April kemarin. “Pleno hari pertama (Minggu) ada saksi PNA yang hadir,” kata salah seorang peserta rapat pleno. AT | TMI | Serambi |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016