News Update :

Han Gepileeh Partai Penguasa 3 Pimpinan Pasantren Dianiaya

Selasa, 22 April 2014

Tamiang | acehtraffic.com – Pasca pemilu 2014 di Aceh Tamiang tindakan kriminal terajdi lagi dengan dalih tidak mendukung dan menyumbangkan suara untuk Partai penguasa di Aceh.

Sekarang yang jadi sasaran pemukulan tidak lain adalah pimpinan pondok pasantren Darul Huda, yang  terjadi Pada Minggu malam di Gampoeng Mesjid,Kecamatan Manyak Payet, Aceh Tamiang.Selasa, 22 April 2014.

 Informasi yang di kutip dari Berita Hukum, Akibat tidak mendukung Partai Aceh (PA) tiga Teungku Dayah diduga dianiaya oleh 7 orang kader (simpatisan) Partai Aceh. Kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada saat ceramah agama memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di pondok pesangtren Darul Huda.

yang menjadi sasaran pemukulan tersebut di antaranya pimpinan Dayah (Pesangtren) Darul Islah Teungku Rasyib, warga Gampoen Beurandeh, dan pimpinan pondok pesantren (Dayah) Darul Huda Teungku Hamdani warga Gampoeng Mesjid, Serta seorang penceramah Maulid Teungku Nasruddin, dari Kecamatan Jenib Bireun.

Menurut pengakuaan seorang warga yang namanya tidak boleh disebutkan, pada malam kejadian Tgk. Nasruddin diundang oleh Tgk. Hamdani untuk mengisi ceramah Maulid Nabi di pesantren Darul Huda, dalam ceramah tersebut sang ustad mengupas tentang ajaran sesat.

Di saat lagi ceramah Tgk. Nasruddin dengan tidak sengaja sang Ustad menyebutkan nama salah seorang Teungku SB, dengan bahasa SB itu, dulunya juga pernah menuntut (belajar) di tempat saya belajar, sebut Nasruddin dalam ceramahnya.

dan juga terlihat puluhan santri berjaga-jaga untuk mengantisipasi kejadian selanjutnya. Menurut Tgk. Hamdani saat di temui awak media ini di Dayah tersebut mengatakan, "kami tidak tahu apa salah kami, memang benar dua tahun yang lalu, dia SB pernah di proses terkait dugaan praktek aliran sesat, namun hingga saat ini belum ada kejelasan," ujar Tgk. Hamdani.

Menurut Tgk. Hamdani lagi, "Saya bersama Tgk. Rasyib dan Tgk. Nasruddin sedang duduk usai ceramah, di kabari ada oknum dari Partai Aceh (PA) Ingin ketemu, dan kami persilakan, setelah ketemu dengan mereka kami di paksa ke Menasah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginin kami dengan menggunakan Mobil Kijang RGX milik Tgk. Nasruddin langsung berangkat. Di jalan rombongan terus di cegat, sehingga sampai di pintu pagar menasah, kami lihat tidak ada sipapun di sana, mobil kami di lempar dengan batu, kami di paksa turun, "sebut Tgk. Hamdani.

"Kami, lansung di pukul dengan membabi buta, yang mengakibatkan Kepala dan bibir Tgk. Hamdani pecah. Saya mengenal semua pelaku, mereka adalah orang-orang Partai Aceh (PA) masing-masing AD, SR, ML, MF, SL, NJ, dan T. Hal tersebut diduga karena didepan Pondok Pesantren saya ada baliho Caleg DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), itupun saya cuma membagi-bagikan kartu nama saja, "pungkas Tgk. Hamdani. AT | TM | Bhc |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016