Jakarta | acehtraffic.com-
Berbisnis dengan Indonesia memang tidak pernah sederhana. Itulah yang
dikeluhkan banyak pengusaha, termasuk pengusaha Australia yang menjual
produk-produk peternakan ke Indonesia. Salah satu yang kerap dikeluhkan
adalah soal mahalnya ongkos mendapatkan sertifikat halal.
Dikutip dari laman TEMPO.Co Setiap produk daging atau makanan yang masuk ke Indonesia ternyata
harus mendapat sertifikasi halal dari lembaga sertifikasi lokal di
Australia.
Lembaga ini hanya bisa memberikan sertifikat halal jika
mendapatkan lisensi dari Majelis Ulama Indonesia. Dua lembaga yang cukup
besar yang mendapat lisensi dari MUI adalah Islamic Coordinating Council of Victoria yang berbasis di Melbourne dan SICMA yang berbasis di Sydney.
Seperti dilansir Majalah Tempo Edisi Pekan ini, Astaga Label Halal, jika
sebuah perusahaan ingin mendapat sertifikat halal, ia harus mengajukan
permohonan kepada lembaga-lembaga ini. Lembaga tersebut lantas
mengirimkan auditor mereka untuk menilai apakah perusahaan tersebut dan
produk-produknya telah memenuhi standar halal.
Masalahnya, tiap perusahaan yang butuh sertifikasi halal harus
membayar hingga puluhan ribu dolar Australia. Salah seorang pengusaha
pengeskpor daging yang ditemui Tempo di Victoria mengaku dimintai $400
untuk membiayai perjalanan satu orang penilai halal dari Queensland ke
Victoria, sekali jalan.
“Tarif bisa dikenakan suka-suka,” kata salah
satu pengusaha yang menjadi sumber Tempo saat ditemui di Melbourne, Awal
Februari lalu.
Direktur JBS Australia John Berry mengatakan model sertifikasi halal
untuk produk yang diekspor ke Indonesia saat ini tidak memudahkan
perusahaan. Model tersebut menurutnya tidak membuka peluang untuk ekspor
yang lebih besar.
"Karena biaya sertifikasi sekarang kelewat mahal,"
katanya. JBS adalah salah satu eksportir produk daging yang cukup besar
di Australia.
Ujung dari permainan izin pemberian sertifikasi halal di Australia
dan negara lain ini melibatkan salah satu petinggi Majelis Ulama
Indonesia. Penelusuran Tempo, ada permintaan setoran ratusan hingga
ribuan dolar untuk mengantongi lisensi MUI. Bagaimana modus petinggi MUI
itu memperjualbelikan sertifikasi halal. | AT | Sumber TEMPO|
Keterangan :
Peng Syap- adalah uang Korupsi, uang pelicin, uang suap DLL
Keterangan :
Peng Syap- adalah uang Korupsi, uang pelicin, uang suap DLL

