Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Akibat kerusakan gorong-gorong menuju perkebunan tiga bulan lalu belum diperbaiki, Puluhan pemuda dari Komunitas Masyarakat Adat Pasee Gampong Blang Reulieng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara hentikan aktivitas recording [fase akhir survey seismic 2D] Zaratex NV.
Dalam aksi tersebut satu unit mobil pick up jenis hene-line yang dipenuhi kabel recording dan satu unit mobil humas Zaratex NV jenis dauble cabin yang ditumpangi Irwan ismail alias Wan Marinir mantan kombatan GAM ikut ditawan warga.
Dua unit mobil serta seratusan kabel recording tersebut tidak akan dilepaskan sebelum gorong-gorong diperbaiki “moto nyan mandua boh hanjeut teubit meunyoe puep golom ipeugot, bek sampe ipeungeut teuh sige teuk, [kedua unit mobil itu tidak boleh keluar sebelum gorong gorong diperbaiki, jangan sampai kita ditipu sekali lagi]” ungkap Zarkachi [34] tadi, Kamis 28 Juni 2012, siang.
Humas Lapangan Zaratex NV, Nazir, berupaya menyelesaikan masalah tersebut, sebelumnya dia mengakui sudah tiga bulan yang lalu melaporkan kerusakan tersebut, namun hingga kini tidak ada realisasi dilapangan.
Setelah bernegosiasi panjang lebar dengan pekebun yang rata-rata berusia muda itu akhirnya pihak perusahaan bersedia membeli 18 cincin gorong-gorong saat itu juga, dan biaya pemasangan dibayar sebesar satu juta rupiah yang akan diserahkan besok, Jum’at 29 Juni 2012, pagi.
Sementara itu, kabel yang telah dibentangkan dalam kebun sawit milik Syakbi dan Abdurrahman harus dibawa pulang akibat warga tidak membiarkan perusahaan melakukan peledakan dynamid [recording, fase akhir seismic 2D] sebelum ganti rugi diberikan.
“saya tidak melarang Zaratex bekerja, tapi ganti rugi dulu satu lubang 1 juta, mereka menanyakan siapa yang mempengaruhi, tapi saya bilang itu bukan urusan mereka, urusan mereka ganti rugi yang layak” ungkap Abdurrahman kepada Acehtraffic.com. | AT | IS |

0 komentar:
Posting Komentar