News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan

Putra Putri Dusun Kebun Kelapa, Gampong Jawa Sambut Bulan Suci Ramadhan Dengan Perlombaan

Selasa, 10 Mei 2016


Aceh Timur | acehtraffic.com- Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, putra dan putri warga dusun kebun kelapa, Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur melakukan kegiatan perlombaan islami dimeunasah amaliah dusun kebun kelapa, Sabtu, 07/05/2016.

Ketua panitia Said Maulana S.H di bantu oleh kepala dusun edi muliadi serta seluruh prangkat desa yang ada didusun kebun kelapa,mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya guna mempererat tali silaturahim antara sesama warga dan anak-anak yang ada didusun kebun kelapa. 


Said menambahkan bahwa, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan putra dan putri warga dusun kebun kelapa dibidang keagamaan, "apa lagi sebentar lagi akan memasuki bulan suci ramadhan, maka anak-anak bisa belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan suci ramadhan," .

Untuk tim juri sendiri dihadirkan tiga orang tim penilaian, dari katagori ma’roq dijurikan oleh tgk sukri, untuk adap dijurikan oleh tgk safri, sementara untuk ja’wit dijurikan oleh tgk anwar.


Sementara itu kepala dusun kebun kelapa, edi muliadi mengatakan bahwa, dia berharap agar semua masyarakat mendukung acara tersebut, hal itu dilakukan untuk membangkitkan semangat anak dalam menghadapi bulan suci ramadhan, itu perlu dilakukan agar anak terbiasa dalam menghadapi berbagai perlombaan nantinya.

Adapun perlombaan yang dilakukan saat ini, katogori 1. Hafis. 2. Pidato. 3. Azan Shubuh. 4. Praktek sholat subuh. Sumbar dana dilakukan berkat dukungan atau bantuan sejumlah dinas serta beberapa masyarakat setempat. 

Untuk peserta yang berhasil mengikuti perlombaan nantinya akan diberikan tropi, dan acara ini semata untuk meningkatkan keimanan serta meningkatkan ukuah islmi serta mempersatukan kekompakan dalam menuju kemenangan dibulan suci ramadhan. (SD)

DPR Sesalkan Larangan Ibadah di Sekolah

Rabu, 11 Maret 2015

Jakarta | acehtraffic.com -- Tindakan Kepala SD Negeri 1 Jubel Lor, Kecamatan Sugio, Lamongan, Jawa Timur, melarang siswanya shalat mendapat kecaman dari DPR. Anggota Komisi X DPR, Surahman Hidayat, mengatakan sangat menyesalkan pelarangan itu dan meminta dinas pendidikan setempat untuk segera mengambil tindakan tegas.

"Tindakan kepala sekolah itu jelas melanggar hukum sekaligus mencerminkan seorang  pendidik yang tidak baik," kata Surahman dalam penjelasan persnya, Rabu 11 Maret 2015.

Setiap siswa dan siswi di sekolah harus diberikan kebebasan dalam menjalankan ibadah. Surahman menegaskan pihak sekolah harus menjamin kebebasan itu. Adapun alasan mengganggu dan berisik, kata dia, bukan alasan logis atas pelarangan tersebut.

Ia meminta pihak pendidikan harusnya memaksimalkan peran guru, memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh siswa tentang praktik ibadah yang baik dan benar. Pelaksanaan ibadah merupakan bagian kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pendidikan, ibadah memiliki pengaruh yang sangat positif dalam membentuk kepribadian siswa. | republika.co.id |

Kisah Aliaa aktivis wanita selalu bugil tolak syariat Islam

Rabu, 04 Maret 2015

acehtraffic.com - Aliaa Elmahdy menjadi salah satu tokoh Femen yang banyak memancing perhatian dunia. gadis berusia 23 tahun, menjadi seorang Femen di negara mayoritas muslim, Mesir. Pada awalnya Aliaa tidak secara terbuka bertelanjang dada dan menyerukan kesetaraan gender di Mesir. Aliaa hanya menyebarkan foto bugil dan pesannya di jejaring sosial pada Agustus 2014.

Foto gadis yang memutuskan ateis ini langsung memicu kontroversi. Pasalnya dia meminta perempuan di Mesir ikut berfoto bugil. Lucunya bukan wanita Mesir yang menanggapi postingan Aliaa, justru lelaki cabul yang rajin membalas kiriman Aliaa dengan foto bintang porno. Tak jarang juga dirinya diminta keluar dari Mesir.

Aliaa yang diwawancara di Swedia ini, mengaku aksinya diketahui orang tuanya namun akibat hal tersebut, hubungan dengan orang tuanya putus. Dia pun mengalami penyekapan di Mesir dan nyaris diperkosa. "Seorang laki-laki membicarakan tentang fotoku dan mengatakan kenapa saya tidak bisa menggaulimu jika orang lain bisa," ujar Aliaa saat diberitakan vice.com (14/02/2014).

Merasa terancam Aliaa pun memutuskan meminta suaka ke Swedia. Aliaa tampil perdana di muka umum saat menyerukan tolak syariah Islam, terutama ajaran memakai jilbab. Bersama teman-temannya, Aliaa bahkan meminta para lelaki memakai jilbab dan meminta wanita menanggalkan jilbabnya. Wanita yang menanggalkan jilbab diminta juga untuk memposting foto di jejaring sosial. "Ini untuk menyadarkan wanita dari sikap munafik," jelas dia.
 
Kelakuan gadis cantik berambut hitam ini semakin tidak senonoh. Bersama aktivis Femen lainnya, Aliaa membuat kehebohan dengan menodai bendera ISIS dengan darah menstruasi dan kotoran manusia.

Meskipun gerakan ISIS tidak disetujui banyak pihak, namun bendera tersebut dianggap mempunyai lafaz suci umat Islam. Beberapa media pun enggan menampilkan foto kontroversial ini. Tersebar rumor sejak adanya foto tersebut, Aliaa tewas ditabrak mobil di Tahrir Square, Mesir.| merdeka.com |

Development Committe Sanggah Lakukan Pendangkalan Aqidah

Jumat, 27 Februari 2015

Banda Aceh | acehtraffic.com - Pengurus organisasi Development Committee (DEC) menyangkal tudingan bahwa organisasi mereka merupakan organisasi yang membawa misi misionaris atau pendangkalan aqidah.

“Organisasi kami bergerak di bidang kemanusiaan. Kami ingin menyatakan tidak benar organisasi ini membawa misi-misi tertentu apalagi bersifat pendangkalan aqidah,” ujar Ketua Banda Aceh Development Committee (BANDA-DEC), M Ramadhani perwakilan organisasi DEC yang datang ke kantor Serambi kemarin.

Selain M Ramadhani, juga hadir Hidayat S HI, selaku Ketua Aceh Besar Development Committee (ABE-DEC), Rino Alfian S PdI selaku Kepala Bagian Pendidikan, dan Nasrullah S HI selaku Sekretaris ABE -DEC.

M Ramadhani juga menambahkan, organisasi mereka merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyarakat lokal, sehingga tidak benar dikatakan kalau DEC merupakan organisasi yang berasal dari luar negeri.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, Nasir Zalba, juga mengakui adanya keresahan masyarakat akan DEC seperti yang terjadi di Aceh Utara. Diungkapkannya, organisasi DEC ini belum mendaftar sebagai organisasi resmi di KesbangPol dan Linmas Provinsi Aceh, dan baru terdaftar di beberapa kabupaten.

Pihaknya juga tidak bisa menyebutkan organisasi ini sah atau tidak. “Sah-sah saja bila organisasi ini tidak mendaftar di Kesbang Pol Linmas Aceh, tetapi organisasi ini tidak mendapat fasilitas negara,” ujar Nasir Zalba.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar mewaspadai setiap lembaga-lembaga yang terindikasi menyimpang. “Jika ada satu organisasi yang terindikasi mengganggu aktivitas dan mengundang keresahan masyarakat, segera melapor ke pihak terkait, mulai dari keuchik, polisi, dan pihak yang berwajib, agar bisa ditindak lanjuti,” demikian Nasir Zalba. | aceh.tribunnews.com |

Koran Australia Terbitkan Kartun Nabi

Minggu, 11 Januari 2015

Gambar Said Kouachi, diperkirakan bersenjata dan berbahaya, dan dicari dalam penyelidikan penembakan di kantor majalah satir mingguan berba
Sydney | acehtraffic.com - Sebuah surat kabar Australia hari ini menerbitkan kartun Nabi Muhammad sedang berdebat dengan Nabi Isa AS sebagai bagian dari dukungan koran itu untuk kebebasan berbicara menyusul serangan maut ke sebuah mingguan satir Prancis, lapor AFP.

Dua belas orang tewas dalam serangan Rabu lalu oleh para ekstremis terhadap kantor pusat mingguan Charlie Hebdo di Paris, yang memicu para kartunis seluruh dunia bergerak dalam solidaritas dengan para koleganya dari Prancis.

Koran The Weekend Australian menerbitkan kartun karya Bill Leak berjudul "Mari kita berdoa" di tengah kartun Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad.

Pada editorialnya, The Weekend Australian menyeru dunia Barat untuk tidak boleh menunjukkan kelemahannya dalam mempertahankan nilai inti mereka atau mundur dari memperjuangkan kebebasan berbicara.

"Disengaja atau tidak, salah satu aspek paling merusak dari kejahatan ini adalah menghantam peradaban kita di tempat terbentuknya Tumit Achilles kita, yakni kegemaran lentur dan berkembang kita pada kebenaran politik," tulis koran Australia ini.

"Dalam tahun-tahun belakangan ini, di depan angkara tiada henti, masyarakat majemuk, demokratis dan bebas kita perlahan-lahan dibentuk dari kebebasan berpendapat kita," sambung koran itu.

Dalam pojok opininya Jumat kemarin, Bill Leak mengatakan dengan menyasar majalah humor maka para ekstremis sengaja memilih simbol kebebasan berbicara yang menjadi fondasi kuat peradaban Barat.

"Selera humor yang baik adalah salah satu dari karakteristik kuat manusia beradab yang berkembang baik. Ketidakhadiran humor adalah salah satu karakter utama barbarisme," kata dia seperti dikutip AFP. | Sumber: Antara |

Penyebab Jatuhnya AirAsia Termuat dalam Alquran

Jumat, 02 Januari 2015

Makassar | acehtraffic.com - Awan Cumulonimbus menjadi perbincangan pascatragedi AirAsia QZ8501.
 
Pesawat yang mengakut 155 penumpang dari Surabaya menuju Singapura itu disebut-sebut jatuh karena terjebak cumulonimbus.

AirAsia QZ8501 diduga melakukan manuver mendaki tajam sebelum akhirnya jatuh.

Ternyata kehebatan Awan Cumulonimbus sudah dijelaskan dalam Al Quran. Kepala Balitbang Kemenag Makassar, KH Hamzah Harun Al Rasyid MA, menyebar isyarat Al Quran tentang Cumulonimbus melalui akun Facebooknya, Kamis 1 Januari 2015 malam.

"Subhanallah, Nabi Muhammad SAW 1400 tahun silam tanpa pesawat, tanpa satelit dan tanpa teropong, tanpa teknologi dapat menjelaskan jenis awan Cumulonimbusyang dituliskan dalam kitab Al-Quran," kata alumnus Pondok Pesantren As'adiyah dan Universitas Al Azhar Mesir itu.

Mantan dosen Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar itu kemudian mengajak membaca Al Quran Surat AnNur 24: 43 yang artinya, "Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu mengumpulkannya, kemudian Allah menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (awan Cumulus Nimbus seperti) gunung-gunung tinggi, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dihindarkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan".

"Pakar dirgantara mengatakan dalam awan Cumulonimbus terdapat butiran es yang menyebar, dan badai petir yang mengkilat, kalau butiran es itu masuk ke engine maka dapat menyebabkan engine mati," jelas Kiai Hamzah Harun.

Awalnya AirAsia terbang di ketinggian 32.000 kaki (9.753 meter) dan kemudian minta izin naik ke 38.000 kaki untuk menghindari cuaca buruk.

Menurut data Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG untuk keperluan evakuasi, Kamis 1 Januari 2015, di selat Karimata hingga Laut Jawa diperkirakan masih ada pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Data ini menguatkan dugaan bahwa penyebab jatuhnya AirAsia QZ8501 adalah terjebak awan cumulonimbus.

Pakar uji terbang dari FlightFocus Setyo Soekarsono mengatakan pesawat tak akan bertahan di dalam pusaran awan cumulonimbus yang sangat dingin dan bermuatan petir. Pesawat yang terjebak awan cumulonimbus akan kehilangan ketinggian dengan sangat cepat. Ia mengibaratkan pesawat di dalam awan cumulonimbus layaknya kertas yang diombang-ambing angin.

Dalam Wikipedia disebutkan awan cumulonimbus adalah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. | Tribunnews.com |

Pemko Banda Aceh Adakan Sosialisasi dan Edukasi Perbankan Syariah

Kamis, 18 Desember 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Pemko Banda Aceh bersama Bank Muamalat dan MPU Kota Banda Aceh mengadakan Sosialisasi dan Edukasi Perbankan Syariah, Kamis 18 Desember 2014 di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh.

Acara bertema "Dengan Mudzakarah Sistem Ekonomi Islam, Kita Perkuat Eksistensi Perbankan Syariah" ini diikuti oleh puluhan perwakilan masyarakat gampong dari sembilan kecamatan di Banda Aceh.

Saat memberikan sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, mengatakan, selama ini kita semua 'dipaksa' untuk membuka rekening di bank-bank yang memakai sistem kapitalis, terutama dalam dunia bisnis. "Dengan munculnya sistem perbankan syariah ini, semoga menjadi solusi dan alternatif bagi masyarakat."

Harapan ke depan, kata wali kota, penerapan sistem syariah pada bank-bank di Aceh, khususnya Banda Aceh, sifatnya harus menyeluruh. "Saat ini walau banyak bank berlabel syariah, tapi baru dalam bentuk transaksinya. Harus menyeluruh, termasuk akhlak dan sikap karyawannya."

Illiza mengibaratkan seorang pendakwah, jika ia sendiri tidak mengamalkan ajaran-ajaran Islam, maka akan sulit baginya untuk mengajak orang lain ke jalan yang benar. "Kalau semua orang sudah punya prinsip syariah, sudah berbudaya syariah, secara total, maka kita semua sudah berada pada jalan yang benar menuju Banda Aceh sebagai model kota madani".

"Saya berharap kita semua bisa bekerjasama secara terus-menerus untuk mensosialisasikan sistem perbankan syariah ini kepada masyarakat. Bank Muamalat, merupakan bank umum pertama yang menerapkan syariah dalam operasionalnya dan telah terbukti berhasil melewati krisis moneter beberapa waktu silam," kata Illiza.

Setelah menyampaikan sambutannya, Wali Kota Illiza juga menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut bersama narasumber lainnya yakni Dr Zaki Fuad Chalil MAg, Dosen Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.| AT | TM | Rillis |

Quraish Shihab: Kata Siapa Ucapkan 'Selamat Natal' Haram Bagi Muslim?

Jakarta | acehtraffic.com - Tepat sepekan lagi, umat Kristen akan merayakan Hari Natal, 25 Desember 2014. Kendati masih sepekan, suasananya mulai terasa, seperti pemasangan pohon Natal, mengenakan topi Sinterklaas, dan ucapan selamat hari raya.
 
Topi Sinterklas tak hanya dikenakan umat Kristen, namun juga muslim karena misalnya tuntutan di tempat kerja.

Menteri Agama, Lukman Hakim meminta agar tak ada pemaksaan mengenakan atribut agama lain oleh bukan pemeluknya saat hari raya.

Aturan mengenakan atribut kini semakin jelas, walaupun hanya sekadar lisan dari seorang menteri.

Lain lagi dengan ucapan “selamat Hari Raya Natal”. Bagaimana hukumnya seorang muslim mengucapkan itu? Kini ada dua pendapat. Ada yang menyebut boleh dan ada pula yang menyebutnya haram.

Profesor Muahmmad Quraish Shihab, ahli tafsir dan mantan Menteri Agama menyampaikan penjelasannya soal itu.

Penjelasan disampaikan dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30-38.
Berikut ini transkrip penjelasannya:

Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama-ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal.

Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu boleh. Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik.

Ini tidak mungkin menurut beliau, tidak mungkin teman-teman saya dari umat Kristiani datang mengucapkan selamat hari raya Idulfitri terus dilarang gitu.

Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan ditulis, dia katakan, saya sekarang perlu menunjukkan kepada masyarakat dulu bahwa agama ini penuh toleransi. Kalau tidak, kita umat yang dituduh teroris. Itu pendapat.

Saya pernah menulis soal itu, walaupun banyak yang tidak setuju, saya katakan begini, saya ucapkan Natal itu artinya kelahiran. Nabi Isa mengucapkannya. Kalau kita baca ayat ini dan terjemahkan boleh atau tidak? Boleh. Ya toh? Boleh.

Jadi, kalau Anda mengucapkan selamat Natal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya. Ucapkanlah selamat Natal dengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagai muslim. Mengucapkan kepada umat kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya.
Jadi yang dimaksud itu, seperti yang dimaksud tadi hanya basa-basi.

Saya tidak ingin berkata fatwa Majelis Ulama itu salah yang melarang, tetapi saya ingin tambahkan larangan itu terhadap orang awam yang tidak mengerti. Orang yang dikhawatirkan akidahnya rusak. Orang yang dikhawatirkan percaya bahwa Natal itu seperti sebagaimana kepercayaan umat kristen.

Untuk orang-orang yang paham, saya mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman saya apakah pendeta. Dia yakin persis bahwa kepercayaan saya tidak seperti itu. Jadi, kita bisa mengucapkan.

Jadi ada yang berkata bahwa itu Anda bohong. Saya katakan agama membolehkan Anda mengucapkan suatu kata seperti apa yang anda yakini, tetapi memilih kata yang dipahami lain oleh mitra bicara Anda.

Saya beri contoh, Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menuju suatu daerah menemukan atau mengetahui bahwa penguasa daerah itu mengambil perempuan yang cantik dengan syarat istri orang. Nah, dia punya penyakit jiwa. Dia ndak mau yang bukan istri orang.
Nabi Ibrahim ditahan sama istrinya Sarah. Ditanya, ini siapa? Nabi Ibrahim menjawab, ini saudaraku. Lepas.

Nabi Ibrahim tidak bohong. Maksudnya saudaraku seagama. Itu jalan. Jadi kita bisa saja. Kalau yang kita ucapkan kepadanya selamat Natal itu memahami Natal sesuai kepercatannya, saya mengucapkannya sesuai kepercayaan saya sehingga tidak bisa bertemu, tidak perlu bertengkar.

Jadi syaratnya boleh mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai. Itu dalam rangka basa-basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu.

Begitu juga dengan selamat ulangtahun, begitu juga dengan selamat tahun baru. Memang kalau kita merayakan tahun baru dengan foya-foya, itu yang terlarang foya-foyanya, bukan ucapan selamatnya kita kirim. Bahkan, ulama Mustafa Al Zarka’a berkata, ada orang yang menjual ucapan, kartu-kartu ucapan ini, itu boleh saja, tidak usah dilarang. Penggunanya keliru kalau dia melanggar tuntunan agama.

Ada orang sangat ketat dan khawatir. Itu kekhawtiran wajar kalau orang di kampung, tidak mengerti agama. Lantas ada yang mengakan kelahiran Isa itu sebagai anak Tuhan dan sebagainya, itu yang tidak boleh. Kalau akidah kita tetap lurus, itu tidak ada masalah.

Kita ucapkan selamat Natal, di ayat kita ini, sekian banyak ucapan selamat yang dutujukan para Nabi. | tribunnews.com |

94 Juara MTQ Kota Banda Aceh Ikuti TC dan Try Out

Minggu, 19 Oktober 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Guna mematangkan persiapan dalam rangka menghadapi MTQ XXXIII Provinsi Aceh tahun depan, Pemerintah Kota Banda Aceh dalam hal ini Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh bekerjasama dengan LPTQ Kota Banda Aceh menggelar rangkaian persiapan berupa Try Out dan Training Center bagi 94 peserta asal Kota Banda Aceh. Kegiatan Try out dan TC tersebut berlangsung selama dua hari, (17-18 Oktober 2014) di aula C balaikota Banda Aceh.
Kasi Bina Aqidah Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Elpijar yang juga panitia kegiatan TC mengatakan, kegiatan try out dan TC dilaksanakan sebagai tindak lanjut  untuk menyeleksi kembali para juara MTQ XXXIII Kota Banda Aceh untuk mengikuti lomba MTQ XXXIII tingkat Provinsi Aceh tahun 2015 di Nagan Raya.
"Peserta TC adalah para juara MTQ XXXIII Kota Banda Aceh 2014 lalu, mereka akan mengikuti pelatihan terpusat dalam rangka persiapan menjelang MTQ XXXIII Provinsi Aceh tahun 2015 di Kabupaten Nagan Raya," ujar Elpijar.
Dijelaskan pula kegiatan Pembukaan dan Seleksi TC bagi Kafilah MTQ Kota Banda Aceh ini dipusatkan di Aula Balai Kota Banda Aceh dan tahapan pembinaan selanjutnya akan dilaksanakan di 8 lokasi berbeda yaitu :
Cabang Tartil Qur’an Lokasi Aula Kemenag Kota Banda Aceh
Cabang Tilawah, Qira’ah Sab’ah dan Canet Lokasi Masjid Syuhada Lamgugob;
Cabang Tafsir Lokasi di Masjid Jamik Lueng Bata;
Cabang Tahfidz Lokasi di Mushalla Pemko Banda Aceh;
Cabang Syarhil Qur’an lokasi di Aula SMA negeri 3 Banda Aceh;
Cabang Fahmil Qur’an lokasi di Dayah Darul Ulum;
Cabang Khattil Qur’an lokasi di PAUD Griya Ateuk Pahlawan;
Cabang MMQ lokasi di Dayah Darus Syari’ah Komplek Radio Baiturrahman
Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi adalah sebanyak 94 (Sembilan puluh empat) orang dan setelah mengikuti tahapan-tahapan seleksi maka yang berhak mewakili Kafilah MTQ Kota Banda Aceh nantinya sebanyak 45 (empat puluh lima) orang. 
Dijelaskan pula tujuan dari seleksi tersebut adalah untuk menjaring peserta  terbaik yang akan mewaliki Kafilah MTQ Kota Banda Aceh dan tidak juga tertutup kemungkinan untuk mencari peserta terbaik lainnya seperti dari sekolah-sekolah dan dari dayah/pesantren yang ada di Kota Banda Aceh, dan peserta TC pada tahun ini seluruhnya berasal dari  Kota Banda Aceh. Kegiatan TC tersebut  terlaksana berkat dukungan beberapa pihak seperti Pengurus LPTQ Kota Banda Aceh dan Kemenag Kota Banda Aceh. | AT | | TM | Rillis |

Ratusan Pelajar Kunjungi Stand MUDI

Selasa, 02 September 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Dihari pertama pemeran pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dalam rangka peringati hari pendidikan daerah (HARDIKDA) di gedung AAC Dayan Dawod Banda Aceh, stand Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dipenuhi pelajar kota Banda Aceh.

Selain menyaksikan pertunjukan seni yang ditampilkan stand MUDI, mereka juga akrab ngobrol dengan santri dan dewan guru yang bertugas sebagai pemandu tamu. Para pelajar dari kalangan SD, SMP, SMA dan juga dari kalangan lainnya banyak diantara mereka yang menayakan syarat menjadi santri di MUDI, mereka mengaku sudah sangat lama mendambakan diri sebagai santri mudi, sebut saja Muhammad Fajar asal SMA Negeri 1 Kota Banda Aceh. 

Saat  wawancara wartawan LPDM mudimesra.com dengan pengunjung Banyak diantara pelajar yang segaja berkunjung ke stand MUDI untuk bersilaturrahmi dengan para santri MUDI, mereka mengaku dirinya dan keluarga sebagai peserta aktif pengajian TASTAFI Mesjid RayaBaiturrahman Banda Aceh. 

“Saya peserta pengajian TASTAFI dan pecinta Abu MUDI, sengaja saya ke stand MUDI untuk  bersilaturrahmi dengan santri-santri MUDI, ungkap Fahrul Razi siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh asal Ule Kareng”. 

Selain penampilkan item-item di ruangan stand, stand MUDI juga ikut memeriahkan pembukaan panggung seni kreasi, grup Nasyid MUDI tampil  perdana pertunjukan Nasyid versi akapela atau musik mulut. Dalam tampilan mereka terlihat para penonton terlihat terkesima dan disambut histeris oleh ratusan para ibu-ibu dan pelajar yang menyaksikan. | AT | TM | MTN |

MAA Diminta Gencar Sosialisasikan Zikir Aceh

Rabu, 27 Agustus 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Walikota Banda Aceh meminta MAA Kota Banda Aceh lebih gencar dalam mensosialisasikan tradisi dan adat istiadat terutama zikir Aceh di gampong-gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh. Demikian salah satu permintaan Walikota yang disampaikan oleh staf ahli Walikota bidang politik dan hukum Ir. T. Iwan Kesuma saat membuka kegiatan Pembinaan zikir Aceh se Kota Banda Aceh di aula gedung C Balaikota Rabu 27 Agustus.

Iwan menyampaikan, upaya pelestarian zikir Aceh perlu dilakukan mengingat dalam waktu dekat pada 2015 mendatang Indonesia akan berlaku Zona Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dalam kondisi tersebut lanjut Iwan mau tidak mau kita akan menerima berbagai ancaman berupa produk- produk asing yang masuk ke Aceh. Untuk mengantisipasi itu hendaknya kita perkuat adat dan istiadat Aceh sambil menyuguhkan produk seni dan budaya Aceh yang layak kita suguhkan dan jual ke dunia.

Iwan melanjutkan hanya seni budaya dan adat Aceh lah satu-satunya yang bisa dijual. Salah satunya seperti zikir Aceh ini.

"Kalau bisa ke depan kita dapat melantunkan zikir Aceh dengan alunan yang lebih baik lagi, sehingga akan menjadi potensi pariwisata yang menguntungkan. Bila perlu kita buat sebuah Festival Zikir se Dunia," ujar Iwan.

Iwan yang bersemangat dan secara panjang lebar menjelaskan sebenarnya begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan jika kita mampu mengemasnya dengan baik. Zikir-zikir Aceh yang dulu hidup, kini dapat diperdengarkan kembali lewat berbagai media seperti IT dan kaset.

"Ciptakan sebuah blog khusus tentang adat istiadat Aceh, didalamnya terangkum segala informasi tentang zikir Aceh. Dan sebarkan pula kaset-kaset zikir agar dapat diputar di dalam mobil ataupun Hp," jelas Iwan.

Dalam kesempatan tersebut Iwan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada MAA Kota Banda Aceh yang berinisiatif melaksanakan kegiatan pembinaan zikir Aceh Seraya meminta para camat juga berkontribusi dalam menyemarakkan zikir Aceh agar kembali bergema di kecamatan.

Selanjutnya ia juga meminta kepada para peserta agar dapat mencatat segala informasi yang disampaikan oleh para narasumber dan mampu menyampaikannya kepada anak istri di rumah.

Kepala MAA Kota Banda Aceh Sanusi Husein dalam laporannya menyampaikan kegiatan pembinaan Zikir Aceh merupakan program kerja MAA Kota Banda Aceh tahun 2014

Kegiatan pembinaan dilaksanakan hakikatnya karena melihat keberadaaan zikir Aceh sudah sangat langka di gampong-gampong Kota Banda Aceh.

Beliau menjelaskan tujuan kegiatan tersebut untuk melestarikan seni budaya Aceh berupa zikir Aceh sehingga suasana ke Acehan dapat kembali hidup di gampong-gampong yang mengarah kepada model kota madani.

Beliau menjelaskan kegiatan pembinaan akan berlangsung selama dua hari (tanggal 27 dan 28 Agustus) diikuti oleh 20 peserta utusan dari 9 kecamatan.

Panitia menghadirkan dua nara sumber handal dan berkompeten di bidang seni zikir Aceh seperti ustadz HT. Jailani dan Tgk Alamsyah.

Hadir pada acara tersebut para camat, para kepala SKPD, para staf ahli dan udangan lainnya. | AT | TM | Rillis |

Putra Aceh Jadi Khatib Hari Raya di Komplek DPR-RI Jakarta

Rabu, 30 Juli 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Tokoh Muda Aceh, Tgk Azmi Fajri Usman menjadi khatib Ied di Mesjid Al-Amin Komplek perumahan anggota DPR-RI Jakarta pada salat idul Fitri 1435 H 28 Juli 2014 kemarin.

Dalam Shalat hari raya Idul Fitri Yang dihadiri oleh seluruh anggota DPR-RI tersebut, Tgk Azmi Fajri Usman menyampaikan rasa syukur kepada Allah swt karena bangsa Indonesia telah sukses melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dan melaksanakan pemilihan presiden (pilpres) secara damai dan demokratis.

“Kita bersyukur kepada Allah swt atas suksesnya pesta demokrasi berupa pemilihan presiden yang berlangsung di bulan Ramadhan ini,” ujar pimpinan Kontak Tahajjud Club (KTC) Indonesia tersebut.

Selanjutnya Tgk Azmi juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kepedulian sosial, seperti perhatian kepada sesama muslim di Palestina, menjaga harta yang halal, serta menjaga kualitas ibadah setelah Ramadhan berlalu.

Salat Ied yang diadakan di mesjid Al-Amin Kalibata tersebut berlangsung khidmat, dan dihadiri oleh seluruh penghuni Komplek yang merupakan anggota DPR-RI dan keluarga masing-masing.| AT | BTM | Rillis |

Menjelang Lebaran Ikapas Nisam “Bedah Kitab I’anntut Thalibin Bab Zazak Fitrah”

Jumat, 25 Juli 2014



Aceh Utara | acehtraffic.com - Diakhir pertemuan Bedah Kitab Kuning yang diselenggarakan Ikatan Pemuda dan Santri (IKAPAS) Kecamatan Nisam Aceh Utara setiap hari jum’at selama bulan Ramadhan, besok akan mengupas persoalan zakat fitrah yang berpedoman dengan kitab kuning yakni I’anntut Thalibin.

Kegiatan yang berlangsung selama Ramadhan tersebut bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe yang dilaksanakan di Mesjid Dayah Darut Thalibin (Dayah Abu Hasballah) Gampong Keutapang, Kecamatan Nisam Aceh Utara.

Insya Allah pertemuan terakhir di laksanakan hari ini Jum'at 25 Juli 2014 akan di asuh oleh ketua dewan Pembina Ikapas Nisam, Abon Armansyah Ar, Kepada umat Islam supaya menghadiri kegiatan ini yang dimulai mulai jam 14.30 wib sd. 16.00 Wib. Demikian Tgk. Abdul Muhammad Amin, selaku koordinator lapangan.

Acara ini akan disiarkan langsung melalui Radio streaming, bisa disimak di www.ikapasknisam.blogspot.com atau app android Chanel Ikapas Nisam. App Streaming Islam bisa di unduh lewat Play Strore. | AT | TM | MTN |

Fadhli Aksi Indosiar Tausiah di Banda Aceh

Sabtu, 19 Juli 2014



Banda Aceh | acehtraffic.com – Muhammad Zufadhli (Fadhli Aksi) peserta asal Aceh di Akademi Sahur Indosiar- Aksi Dai Indosiar 2014, dipastikan besok akan mengantarkan tausiah di Banda Aceh. fahdli direncanakan akan membawa tausiah di acara Silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan dan organisasi kemasyarakatan di Banda Aceh.

"InsyaALLAh, Fadhli Aksi, Sabtu, 19 Juli 2014, akan menghadiri undungan Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, pada kegiatan Silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan dan organisasi kemasyarakatan yang bertempat Kediaman Walikota Banda. Lr. Bak Asan Dsn. Siyung Yung Gp.lamdingin, Banda Aceh" Kata Kasubbag Penyiapan Naskah, Walikota Banda Aceh, Wirzaini Usman Al-Mutiarai, jumat 18 Juli. 

Sementara itu, Abang kandung Fadhli Aksi, Joel Pasee, membenarkan bahwa fadhli Aksi akan memenuhi undangan teman teman di Banda Aceh,yaitu besok,Sabtu, (19 Juli 2014) pada kegiatan ajang Silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan dan organisasi kemasyarakatan di Banda Aceh, "ini sebuah penghargaan bagi fadhli untuk menyampaikan rasa terimaksihnya kepada masyarakat Aceh dan Banda Aceh kususnya yang sudah membantu SMS dan dukungan kepada fadhli di Aksi Indosiar selama ini" kata Joel Pasee.

Joel Pasee juga mengaku, sejak kembali fadhli ke Aceh, fadhli juga melakukan Prepare to Tablihg akabar " Roadshow Aceh Ramadhan" yakni "Fadhli Saweu Syedara", sebelumnya fadhli juga sudah bertausiah di Bireuen, Lhokseumawem dan Insyaallah besok akan tampil di Banda Aceh.akunya.

Muhammad Zulfadhli  Mahasiswa Al-Muslim Aceh dan Alumni Pasantren Moderen Misbahul Ulum, Aceh," berhasil melewati gerbang AKSI Indosiar 2014 baru baru ini.

Penampilan fadhli di Aksi Indosiar baru baru ini, mampu tampil memukau, fadhli juga kerap  bertausiah dengan berbahasa Aceh. | AT | TM | Rillis |

PTQ RRI Syiar Membumikan Al Quran di Aceh

Rabu, 16 Juli 2014

Banda Aceh | acehtraffic.com - Pelaksanaan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) RRI Tingkat Nasional ke 45 yang berlangsung dari 14 hingga 19 Juli 2014 merupakan syiar yang paling besar dalam rangka membumikan Al Quran dikalangan masyarakat Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE Selasa 15 Juli sore disela-sela mengadakan buka puasa bersama peserta PTQ RRI dari seluruh Indonesia di kediaman Wali Kota Gampong Lamdingin, Banda Aceh.

“Sebagai bukti membumikannya Al Quran di kalangan masyarakat Aceh karena para peserta tidak hanya utusan dari sejumlah RRI yang ada di Aceh, tapi para peserta merupakan utusan dari 68 stasiun RRI di seluruh Indonesia,”katanya.

Untuk itu kata Illiza melalui momentum PTQ tingkat nasional ke 45 yang diadakan di Kota Banda Aceh kiranya dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT apalagi kegiatannya dilaksanakan dalam bulan Ramadhan.

“Sehubungan pelaksanaan PTQ RRI Tingkat Nasional ke 45 di Kota Banda Aceh kami jauh-jauh hari telah memberikan dukungan dan appresiasi kepada kepala RRI Banda Aceh Drs H Mirza Musa MM yang telah mampu membawa event nasional ke Banda Aceh,” jelas Illiza.

Kecuali itu dengan digelarkan PTQ RRI Tingkat Nasional di Kota Banda Aceh kali ini, para tamu yang datang dari seluruh Indonesia dapat melihat langsung suasana Ramadhan di Kota Banda Aceh.

Sebelumnya Direktur Program dan Produksi LPP RRI M Kabul Budiono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada wali kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal atas kebaikannya yang telah menyediakan tempat dan menu berbuka bagi seluruh peserta PTQ RRI tingkat nasional tersebut.

“ PTQ RRI tingkat nasional adalah agenda rutin yang diadakan RRI secara nasional dalam bulan Ramadhan kali ini RRI Banda Aceh mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah mengandung makna para peserta dapat melihat langsung keramahtamahan masyarakat Aceh terhadap para tamu yang datang,”demikian Kabul Budiono.

Acara buka puasa bersama yang turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Aceh termasuk diantaranya anggota DPD RI terpilih H Ghazali Abbas Adan juga diisi denga tausyiah yang disampaikan DR Husni Musannif MSc. | AT | AMI | Rillis |

Kenali Musa, Bocah Lima Tahun Yang Hafal 29 Juz Al-Quran!

Senin, 14 Juli 2014



acehtraffic.com - Bagi umat Islam, membaca dan mengamalkan kandungan dalam Al-Quran adalah sesuatu yang mulia. Apalagi jika dalam suasana bulan suci Ramadan seperti ini. Karena itulah banyak di antara kamu yang semenjak kecil sudah diajari mengaji oleh orangtuamu.

Jika boleh ditanya, kapan terakhir kamu mengaji Mungkin ada yang bilang kemarin, seminggu lalu, tiga bulan lalu, atau bahkan sepuluh tahun lalu. Terserah memang, karena membicarakan soal agama adalah sesuatu yang begitu sensitif dan menjadi penilaian masing-masing orang dengan Allah SWT langsung.

Mungkin jika demikian kamu harus mengetahui Musa. Namanya mendadak populer di dunia maya karena si Hafiz cilik yang masih belum genap berusia enam tahun ini sudah mengikuti kompetisi penghafal Al-Quran tingkat dunia di Jeddah, Arab Saudi. Dilansir dream.co.id, yuk ikuti sepak terjang si cilik Musa! | kapanlagi.com |

Pesan Terakhir Nabi



acehtraffic.com - Dalam sejarah Islam, yang dianggap sebagai pesan terakhir Nabi Muhammad Saw adalah khotbah beliau tatkala Haji Wada atau haji penghabisan pada 9 Zulhijah 10 Hijriyah atau 7 Maret 632. Namun kemudian beredar surat peringatan terakhir Nabi dari Mekah di Nusantara. 

“Sebuah terjemahan peringatan semacam itu (dalam bahasa Sunda) pernah jatuh di tangan saya,” kata Snouck Hurgronje dalam Kumpulan Karangan Snouck Hurgronje I. “Dikatakan bahwa tulisan itu diumumkan oleh Raja di Mekah atas perintah Nabi pada permulaan abad ke-13 Hijriyah.” 

Surat peringatan semacam itu, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Sunda, beredar luas dan umumnya berisi tentang kiamat sudah dekat. 

Sebuah surat berisi seorang bernama Syekh Abdallah bermimpi bertemu Nabi yang berwasiat kepadanya. Isinya: “Hai Syekh Abdallah... ini sesungguhnya adalah peringatan terakhir... Beritahukan mereka, bahwa hari kiamat sudah dekat, gerbang permohonan pengampunan segera ditutup. Hari kiamat sudah memberikan tanda di Ka’bah dan malaikat Jibril telah memberi tahu kepadaku, bahwa dia akan turun sepuluh kali di dunia untuk mencabut kebenaran, cinta dari hati para bersaudara, karunia, kesabaran, sifat lemah lembut, iman dari hati para hartawan, ilmu pengetahuan, dan yang kesepuluh penghormatan terhadap Quran dari hati kaum yang beriman.” 

Selain memilikinya, Hurgronje membaca di suratkabar Nieuws Rotterdamsche Courant (4 Juni 1884) dan Nieuws van den Dag (5 Juni 1884) yang mengutip Het Algemeen Dagblad mengenai isi surat itu. Suratkabar tersebut juga mengabarkan bahwa umat Muslim Priangan dilanda ketakutan karena gambaran mimpi itu diceritakan setiap minggu di masjid-masjid. Di suratkabar Nieuws van den Dag (9 Juni 1884), yang dibaca Hurgronje, ditunjukkan panjang-lebar akibat buruk dari kegelisahan-kegelisahan itu.

Surat peringatan lain terbit dalam dua versi: ditandatangani Raja (Syarif) Mekah Mohamad Ja’far ibn ‘Abd al-Khaliq dan Abdus Sarip. “Raja Arab (sic), yang katanya telah menerima wahyu dari Nabi, menyebarluaskan propaganda yang berisi ramalan eskatologis,” tulis Sartono Kartodirdjo dalam Pemberontakan Petani Banten 1888.

Menurut Sartono, surat itu memuat gambaran mesianik klasik tentang malapetaka dan bencana-bencana mengerikan yang akan menimpa manusia menjelang “akhir zaman”. Surat itu berisi pesan yang mengandung makna eskatologis, seruan agar manusia menjauhkan diri dari perbuatan menghinakan Tuhan, berzina, bersikap sombong, hidup mewah, dan makan riba. Ia juga berseru agar manusia menyucikan kehidupan rohani mereka dengan jalan bertobat dan menjalankan kewajiban agama. 

Pada akhir 1883, polisi Banten menyita sebuah surat selebaran dari seorang bernama Misru. “Dia mendapatkannya dari saudaranya, Asta, yang membeli dari Mas Hamim dari Pakojan (Pinang, Kota Tangerang). Katanya, surat itu ditulis oleh Syarif Mekah pada 1880, meskipun terdapat petunjuk-petunjuk yang kuat bahwa ia ditulis di Jawa,” tulis Sartono.

Hurgronje bahkan memastikan, dari susunan dan beberapa bagian isinya, tulisan itu bukan berasal dari tanah Arab atau setidak-tidaknya secara khusus dan sengaja disesuaikan dengan pengetahuan umat Muslim di Hindia Belanda; mereka hendak dibujuk, digugah, dan dikobarkan semangat pada agama.

Yang menarik –mungkin dalam surat peringatan yang lain– secara khusus disebutkan kewajiban mengirimkan sumbangan ke Mekah dan menunaikan ibadah haji. Anjuran agar menunaikan ibadah haji terkait dengan tanda-tanda bahwa “apabila selama waktu tujuh tahun tidak ada orang yang beribadah haji, maka sewaktu bangun tidur esok hari orang akan melihat Ka’bah sudah hilang, sehingga orang tidak melihat bekasnya lagi,” tulis Hurgronje.

Lebih lanjut Hurgronje menerangkan, surat peringatan itu mengingatkan pembacanya pada berbagai bencana yang tak lama berselang dialami umat manusia seperti wabah penyakit, banjir, gempa bumi; selanjutnya pada isyarat-isyarat khusus yang telah menampakkan diri, misalnya Batu Hitam (Hajar Aswad) di Ka’bah lambat-laun akan menghilang atau pintu Ka’bah tak dapat dibuka lagi. Berdasarkan itu semua diramalkan Hari Kiamat sudah dekat dan dinasihati kepada kaum yang percaya untuk mempersenjatai diri dengan ketaatan pada agama dan perbuatan-perbuatan baik. 

“Dianjurkan untuk menyebarluaskan surat peringatan itu, bahkan jika tidak percaya dengan peringatan itu bisa dianggap sebagai perbuatan kafir,” tulis Hurgronje. 

Yang jelas, antara tahun 1880 sampai 1885 sejumlah besar surat selebaran keagamaan itu beredar di Aceh, Lampung, Banten, Batavia, dan Priangan. Karena tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, sebagai organisasi gerakan pemberontakan, berkembang di bawah tanah, penyebarluasan surat itu tak mengkhawatirkan para pejabat Belanda. 

“Menurut pendapat mereka surat itu bersifat komersial karena menyangkut usaha mencari calon jemaah haji,” tulis Sartono. “Belakangan mereka memperkirakan surat itu akan menimbulkan keresahan di kalangan rakyat, mengingat baru saja rakyat dilanda gelombang kepanikan setelah terjadi wabah penyakit dan bencana alam antara tahun 1879 sampai 1883.” 

Wabah dan bencana dianggap sebagai teguran dari Tuhan serta pertanda untuk segera melancarkan pemberontakan terhadap penguasa kafir Belanda dan menjadikan bumi Banten sebagai wilayah Islam (Dar al-Islam). Surat ederan dari Mekah itu, yang isinya dikenal sebagai “Peringatan terakhir dari Nabi”, menjadi pembakar semangat rakyat Banten untuk memberontak. Surat peringatan tersebut dijadikan indoktrinasi pemberontakan yang dilakukan dalam pertemuan-pertemuan di masjid, mushola, atau tarekat. Revolusi sosial, yang disebut Sartono sebagai pemberontakan petani Banten, meletus pada 9 Juni 1888.
Surat tentang peringatan terakhir Nabi masih beredar hingga kini.Bahkan menyebar di dunia maya, melalui situs, email, atau milis. Isi wasiatnya sama: kiamat sudah dekat. Bedanya, kali ini penerima wasiatnya adalah Syekh Ahmad, juru kunci makam Nabi. 

Banyak orang mempertanyakan kebenarannya. Bagi ulama besar Mesir Syekh Yusuf al-Qaradhawi, kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru ini, tetapi dia telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu. Syekh Yusuf lalu mencari informasi tentang Syekh Ahmad dan aktivitasnya kepada orang-orang di Madinah dan Hijaz. Ternyata tak seorang pun pernah melihat dan mendengar berita mengenai Syekh Ahmad. Syekh Yusuf lalu memberikan fatwa dalam bukunya Hadyul Islam Fatawi Mu’ashirah pada 2001 –terbit dalam bahasa Indonesia menjadi Fatwa-Fatwa Kontemporer. Isinya: segala isi pesan terakhir Nabi itu tak ada arti dan nilainya sama sekali dalam pandangan agama. 

Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia pada 1978 mengeluarkan fatwa terhadap selebaran itu: “Barang siapa dengan sengaja menyebarkan risalah ini adalah melakukan syirik dan tidak mustahil jatuh murtad, melainkan dia bertaubat dan menarik balik perbuatannya itu terhadap siapa pun yang telah dikirimkan risalah ini.” Menurut Majelis, antara tahun 1881 sampai 1979, tak ada penjaga makam Nabi bernama Syekh Ahmad. | Historia |

Abu MUDI : Kembangkan Ilmu Seluas Mungkin

Minggu, 13 Juli 2014



Samalanga | acehtraffic.com - , Seiring masuk nya bulan Ramadhan pengajian rutin memang telah diliburkan, namun aktivitas belajar mengajar di dayah MUDI Mesra Samalanga tidak pernah sepi. Dalam bulan Ramadhan, Alfadhil Syekh Abu MUDI mengasuh langsung pengajian kitab Fatawa Hadisiyah karangan Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami setelah shalat subuh berjamaah.

Sesuai dengan judulnya, kitab ini mengupas permasalahan - permasalah aktual yang terjadi di tengah - tengah umat Islam dilengkapi dengan dalil yang dianalisa secara tahqiq dan tadqiq.
 
Dalam sela-sela pengajian, Abu sering memberikan nasehat kepada santri dan dewan guru serta berbagi pengalaman beliau  bersama Almarhum Abondan guru - gurunya. Pada pengajian pagi kemarin 12 Juli 2014, Abu berpesan agar santri dapat berkecimpung dalam berbagai bidang dan mengembangkan ilmu dayah sesuai dengan kapasitas nya masing - masing. “Tidak mesti semua nya menjadi pimpinan dayah, harus ada sebagian yang mempelajari ekonomi, tekhnologi, dan lain-lain setelah mempelajari ilmu fardhu ‘in di sini. ”Demikian kata Abu.

Abu juga tidak pernah melarang santri untuk melanjutkan pendidikan di perkuliahan, bahkan sekarang memang diperlukan ada sebagian santri yang melanjutkan pendidikan kejenjang S2 dan S3 dengan catatan paradigmanya tidak berubah. Para santri harus senantiasa berpegang kepada manhaj yang telah diwarisi oleh Salafus Shalih khususnya dalam bidang tauhid, fikih dan tasawwuf. Mereka juga harus berhati - hati dengan pemikiran destruktif dari sebagian kalangan yang berpemikiran liberal. Semua ini juga mesti dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu dayah dalam skop yang lebih luas. “Mempelajari ilmu, mengaplikasikannya dalam kehidupan serta mengembangkan seluas mungkin adalah motto yang harus selalu menjadi pegangan kita.” Kata Abu.

Sistem pendidikan terpadu yang Abu prakarsai mulai jenjang Sekolah Dasar hingga ke PerguruanTinggi bukanlah sesuatu yang baru, tetapi mengembalikan tradisi lama di mana dayah mengajarkan seluruh disiplin ilmu. Dulu pendidikan di Aceh hanya satu yaitu dayah, baru pada masa Belanda terjadi dikotomi antara pendidikan umum dan agama.

Dalam pengajian kemarin, Abu juga mengapresiasi kreatifitas santri yang telah menyiarkan pengajian Abu lewat audio streaming.“Saat mengisi pengajianTatstafi di Medan, Batam, bahkan di Malaysia, orang-orang di sana mengaku juga mengkuti pengajian Tastafi secara langsung via streaming audio. Perkembangan teknologi memang harus dimanfaatkan agar pengembangan ilmu ini semakin meluas.” | AT | AMI | MTN |

Bedah kitab Kuning, Ikapas Nisam Jalin Kerjasama dengan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe

Sabtu, 12 Juli 2014



Aceh Utara | acehtraffic.com - Setelah sukses kegitan kajian ilmiah, bedah kitab kuning perdana pada minggu lalu, Jum’at, 4 Juli 2014, kemarin Ikapas Nisam lanjutkan kembali pada Jum’at 11 Juli 2014. Acara  ini  dilakukan rutin setiap hari jum’at selama Ramadhan mulai pukul 14.30 wib sd. 16.00 wib bertempat di Mesjid Dayah Darut Thalibin Keutapang Nisam Aceh Utara.

Pada pertemuan kedua ini, Ikapas Nisam menjalin kerjasama dengan STAIN Lhokseumawe, pasalnya, Gampong keutapang kecamatan Nisam merupakan Gampong binaan berbasis Syari’at Islam oleh Sekolah Tinggi Agama Islam ini.

Tgk. Abdul Munir Budiman, selaku Panitia kegiatan mengatakan bahwa kerjasama ini terjalin setelah pertemuan dengan PK-III STAIN Malikussaleh, Bapak Bastiar MA, di kampus tersebut beberapa waktu yang lalu.

Dengan berkat kehadiran STAIN Malikussaleh Lhokseumawe ke Kecamatan Nisam kami sangat berterimakasih karena kontribusi yang diberikan untuk kami semua sangat membantu untuk terlaksana berbagai kegiatan yang telah kami rencanakan, lanjutnya.

Bahkan , Bapak Bastiar juga menyarankan Ikapas Nisam juga menambah titik mengajar Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Keutapang dan juga di dempat lain, sedangkan saat ini TPQ hanya terbentu Cuma satu titik yaitu di Dayah Nurul Mubin Al-Aziziyah mns. Cut. 

Insya Allah dimalam puncak nantinya, malam 8 Syawal 1435 H, Ikapas Nisam juga akan  bekerjasama dengan STAIN untuk menyukseskan Halal-Bihalal, kegiatan yang bertemakan “Malam Cinta Rasul, Sejuta Warga Nisam Bershalawat Menuju Mahabbah Rasulullah Saw”  ini akan dilaksanakan juga di komplek Dayah Darut Thalibin, Dayah yang dipimpin oleh Abu Hasballah. Dan akan kita hadirkan Majelis Zikra Al-Hasani LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga, imbuhnya. | AT | TM | MTN |

Ikapas Nisam Targetkan Tahun 2030 Menjadikan Nisam Kota 1000 Santri

Kamis, 10 Juli 2014

Nisam | acehtraffic.com - Dalam kesempatan tausiah Tgk. Muhammad Wali Ibnu Qasem, Pengurus Ikapas dan Guru Dayah Darul Iman Peudada Bireuen, menyampaikan target yang hendak ditempuh Ikapas Nisam. Diantara target yang disampaikan adalah menjadikan kecamatan Nisam sebagai kecamatan seribu santri.

Sebelumnya beliau menyampaikan pentingnya ilmu agama atau ilmu fadhu ‘ain untuk dimiliki oleh setiap mukallaf. Ilmu itu mencukupi ilmu tauhid, fiqih dan tasauf.

Pentingnya ilmu tauhid supaya mengenal siapa pencipta dan merupakan syarat mutlaq keimanan seorang hamba. Adapun fungsi ilmu fiqih adalah untuk menjadikan amaliyah dan ibadah sah dan sesuai dengan yang disyari’atkan. Sedangkan ilmu tasauf untuk mengawal hati kita dari sifat yang tercela sehingga hidup jadi aman dan tidak menjadikan amal hangus sia-sia karena penyakit hati, demikian kupasnya panjang lebar.

Berdasarkan demikian, maka salah satu tujuan pokok Ikapas Nisam adalah menggalakkan remaja dan anak-anak untuk menjadi santri dalam memilih jenjang pendidikan, mulai dari TK sampai pendidikan diusia tuanya tetap memilih sebagai santri.

Tausiah ini disampaikan dalam kesempatan kunjungan santri bersilaturrahmi dan safari Ramadhan tadi malam, Rabu 9 Juli 2014 di Mns. Binje Kecamatan Nisam.

Upaya yang ditempuh oleh Ikapas Nisam diantaranya adalah membentuk Taman Pendidikan Quran (TPQ) untuk memperkenalkan dunia pesantren sejak dini. Mengadakan kajian kitab kuning setiap jum’at Rhamadhan dan kegiatan lainnya, tujuannya untuk memberikan motifasi kepada anak-anak dan orang tua mereka.

Bukan berarti tujun kami menjaukan anak-anak ini dari pendidikan umum dan menjauhkan merekan meraih sarjana, bukan!!!. Tapi andaipun mereka sarjana , mualai S-1 sampai Doktor sekalipun mereka tetaplah jadi sntri yang mencintai ilmu agama dan mengamalkan dalam kehidupannya. Pungkasnya.

Sedanhkan yang menjadi Imam Taraweh adalah Tgk. Mawardi A. Gani, dewan guru LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Kegiatan yang dimualai dari shalat ‘Isya berjama’ah dan taraweh 20 rakaat serta witir 3 rakaat  dihadiri oleh segenap masyarakat Binje, Cot Leupe dan sekitarnya. Dan juga disiarkan langsung lewat Radio Dakwah Sahabat Santri, Ikapas Nisam.

Imum Gampong, Tgk. Nurdin memberikan sambutan hangat kepada santri Ikapas. Dalam sambutannya Alumni LPI MUDI Samalanga ini sangat mengharapkan kepada masyarakat agar mengantarkan anaknya ke pesantren untuk menjadi penerus agama di gampongnya. 

Dalam kesempatan tausiah ini, pengurus Ikapas juga mengundang seluruh kaum muslimin bansigom donya (seluruh dunia) untuk menghadiri Gema Shalawat yang akan dilaksanakan pada 08 Syawal 1435 H mendatang , Shalawat Akbar ini akan dipandu oleh Majelis Zikra Alhasani LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga. | AT | TM | MTN |

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016