News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Pidie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pidie. Tampilkan semua postingan

Kapalo, Janda Ini Diperkosa Dalam labi-labi

Kamis, 30 Juli 2015

Pidie | acehtraffic.com - Entah apa gerangan, hingga si Gam kloe sulit terkontrol hingga membuat wanita berinisial MD (32) berstatus janda warga Kecamatan Keumala, Pidie, ‎Rabu (29/7/2015) sekitar pukul 13.30 WIB, mengaku diperkosa di dalam mobil penumpang labi-labi di jalan nasional, kawasan Neulhop Seumen, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie.

 Serambinews.com merilis Kedua pelaku belakangan tertangkap HG (22) sopir dan ZK (32) karnet yang kini telah ditahan di sel Mapolres Pidie. Peristiwa itu terjadi saat MD menumpangi labi-labi di pasar Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya menuju Kecamatan Sakti, Pidie.

"Kedua pelaku HG dan ZK langsung kami tangkap di rumahnya masing-masing setelah dilaporkan korban kepada polisi. Untuk saat ini korban sendiri masih di‎rawat di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli," kata Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, , Kamis (30/7/2015). | AT| Sumber Serambi|

Diterjang Peluru, Anggota Polres Pidie Almarhum

Rabu, 25 Maret 2015



Siglie | acehtraffic.com - Aggota ‎Polres Pidie, Bribda Said M Riza, ditemukan tewas di Gampong Pulo Ie Bengga, Kecamatan Tangse, Rabu 25 Maret 201) sekitar pukul 14.00 WIB.
Bripda Said M Riza ditembus peluru di bagian rusuk sebelah kiri menggunakan senpi laras pendek. Hingga kini, jasad Bripda Said M Riza masih divisum di IGD Tgk Chiek Di Tiro RSU Sigli.
Belum adanya laporan resmi atas kejadian ini, Hasil penelusuran aceh.tribunnews.com melansir, Bribda Said M Riza ditembak orang tidak dikenal saat melakukan transaksi narkoba dengan pelaku di kawasan Tangse. Belum diketahui kronologi penembakan terhadap Bribda Said M Riza tercatat warga Gampong Teungo, Kecamatan Simpang Tiga.
Direktur RSU Sigli, dr Safwan SPM, mengatakan, Bripda Said M Riza terkena peluru di bagian rusuk kiri. "Saat ini jasad korban harus dironsen karena peluru tersangkut di tubuh korban," kata Safwan.
Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, mengatakan, dirinya belum mengetahui karena mengikuti Rapim Polda Aceh di Lhoksumawe. "Saya lagi pulang ke Sigli," kata Kapolres Muhajir. |aceh.tribunnews.com|

Dihukum Cambuk, Tiba-tiba Melawan Algojo dengan Jurus Harimau

Jumat, 27 Februari 2015

Sigli | acehtraffic.com - Empat  tersangka kasus perjudian dicambuk di halaman Mesjid Alfalah Sigli, Kamis 26 Februari, sekira pukul14.00 wib. Namun, saat dicambuk keenam kalinya, salah satu terdakwa Syukri Bin Ibrahim tiba-tiba emosi dan mengejar algojo dengan jurus harimau. 

"Melihat perlawan seperti itu, petugas dari Satpol PP/WH pun langsung mengejar pelaku dan membekuknya kembali. Kemudian kami periksa kembali kesehatannya oleh tim medis," kata Kasi Perdata Dan Tata Usaha Negara Kejari Sigli Muhammad ABD.SH kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN), kamis 26 Februari.

Ia menjelaskan, mereka dihukum sesuai dengan perbuatannya dan sudah dikurung 18 - 33 hari. Sedangkan berapa kali pencambukan dikurangi dengan berapa hari masa tahanan.

"Eksekusi terpaksa dilakukan, Kamis kemarin,  karena  tidak bisa ditunda lagi sebab berakhirnya masa tahanan. Jika dicambuk hari Jum'at seperti lazimnya pecambukan tentu saja sudah melanggar aturan,"ungkapnya.

Keempat terdakwa itu dihukum karena telah melanggar Qanun No 13 tahun 2003 tentang maisir/judi.  Yakni Syukri Bin Ibrahim (47), warga Gampong Dayah Teungoh Tijue Sigli, kasus maisir dan dihukum 10 kali cambuk. Karena terdakwa sudah ditahan 25 hari maka hukuman cambuk dikurangi 1 kali sehingga hanya menerima hukuman cambuk 9 kali. 

Junaidi Bin Maddan (30), warga Gampong Lhok Me Kecamatan Sakti kasus maisir dan dihukum empat kali cambuk.

Andi Kausa Bin Muharam (30), warga Gampong Barat Pidie, hukuman cambuk empat kali. Adriansyah Bin Abdurrani (30), warga Gampong masjid Utue Pidie dicambuk enam kali. | JPNN |

Bupati Pidie Jaya Minta, Kantin Mesum Dibongkar

Selasa, 12 Agustus 2014

Meureudu | acehtraffic.com - Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas menegaskan kantin yang berada dalam komplek perkantoran Pidie Jaya agar segara dibongkar dalam tempo tiga hari ke depan.

Keberadaan kantin tersebut selama ini menjadi sorotan warga, karena sempat  digunakan oleh kalangan muda-mudi di Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Pidie itu sebagai tempat  mesum. Tak pelak, akibat sorotan miring tersebut, orang nomor satu di Pidie Jaya, Aiyub Abbas memerintahkan asisten I, bagian pemerintahan, Drs Zulfikar Karim, untuk menyurati pemilik untuk membongkarnya.

"Upaya ini dilakukan (Pembongkaran) karena  telah menebar aib bagi daerah,"sebut Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas kepada Serambinews.com, Selasa 12 Agustus 2014.

Ia mengatakan, kondisi kantin dalam komplek perkantoran pemerintahan, sejatinya tidaklah ddibenarkan karena dapat merusak tatanan letak bagi komplek perkantoran. Karenanya, pihak pemerintah menghendaki agar bagunan tersebut dapat dibongkar.

Sebagai mekanismen prosedur, pihak pemerintah memberikan limit waktu selama tiga hari  kepada pemilik untuk dapat memindahkan (Bongkar) bangunan kantin. "Hari ini, kami segera menyurati pemiliknya agar hingga Jumat 15 Agustus 2014 dapat diselesaikan pembongkarannya," ujar Aiyub Abbas. | aceh.tribunnews.com |

KIP Pidie Finalkan 40 Kursi Caleg DPRK Pidie

Senin, 12 Mei 2014

Sigli | acehtraffic.com - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie menetapkan 40 kursi calon legislatif (caleg) DPRK Pidie. Penetapan itu berlangsung dalam rapat pleno digelar di Op Room Setdakab Pidie, Senin 12 Mei 2014.

Menurut Pantauan Serambinews, rapat pleno dipimpin Ketua KIP Pidie, Ridwan, mendapat penjagaan ketat aparat keamanan. Hadir kelima komisioner KIP Pidie, Kapolres Pidie AKBP Sunarya, Kasdim 0102 Pidie Mayor Inf Suparman, Asisten III Setdakab Pidie Effendi, Ketua Panwaslu Pidie, Azhari.

Sementara itu, di jejeran kursi undangan terlihat minim tamu. Hanya belasan peserta perwakilan partai yang datang. Dari delapan jejeran kursi di ruang op room tersebut hanya terisi di kursi urutan pertama dan kedua. Itupun tidak penuh.

Selanjutnya, Ketua Pokja Perhitungan Pemungutan Suara KIP Pidie, Heri Saputra membacakan antara lain jumlah perolehan kursi pada Pemilu Legislatif di Pidie yang berjumlah 40. Rinciannya adalah Partai Aceh mendapat 23 kursi.

Kemudian, diurutan kedua Nasdem memperoleh lima kursi, Gerindra empat kursi. Lalu Demokrat dan Golkar masing-masing tiga kursi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Damai Aceh (PDA) masing-masing mendapay satu kursi. (aceh.tribunnews.com)

Mark"up Suara NasDem, 4 PPK Mutiara Timur Jadi Buronan Polisi

Jumat, 09 Mei 2014

Sigli | acehtraffic.com - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie memasukkan nama empat petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mutiara Timur dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Penetapan DPO berlaku sejak tanggal 25 April 2014 setelah keempat PPK mangkir dari panggilan polisi, terkait kasus penggelembungan suara caleg Partai NasDem.

“Kami telah dua kali memanggil keempat petugas PPK, untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus penggelembungan suara caleg NasDem kepada caleg partai yang sama. Namun, keempat mereka itu mangkir,” kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, menjawab Serambi, Kamis 8 Mei.

Ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam KUHAP, bahwa jika seeorang dipanggil polisi untuk pemeriksaan penyilidikan sampai lebih tiga kali. Maka yang bersangkutan telah memenuhi ditetapkan sebagai DPO. Bahkan, yang bersangkutan langsung bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi selain kita tetapkan sebagai DPO. Keempat PPK Mutiara Timur telah ditetapkan sebagai tersangka. Informasi mereka telah melarikan diri, dan kita telah sebarkan foto keempat PPK itu ke seluruh polsek,” katanya.

AKP Ibrahim menyebutkan, keempat PPK Mutiara Timur yang ditetapkan sebagai DPO. Yakni, Basri SKM warga Gampong Lada (ketua PPK) dengan nomor DPO/25/V/2014/reskrim. Lalu, Zakaria warga Gampong Ulee Tutue (anggota PPK ) nomor DPO/26/V/2014/reskrim.  Kemudian, Yusri asal Gampong Mesjid Gumpueng (anggota PPK) dengan nomor DPO/27/V/2014/reskrim, dan M Yusuf asal Gampong Cot Khutang (anggota PPK) dengan nomor DPO/28/V/2014/reskrim. Mereka dibidik dengan  pasal 390 Juncto 289 undang-undang Nomor 8 tentang tindak pidana pemilu.

Sedangkan satu anggota PPK Kecamatan Mutiara Timur bernama Bakhtiar sangat koperatif. Yang bersangkutan telah dimintai keterangan oleh penyidik. Berkas perkara Bakhtiar telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sigli. “Berkas tersebut belum di-P21-kan karena masih adanya kekurangan. Senin (12/5) kita akan melengkapi kembali kekurangannya,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie.

Diberitakan sebelumnya, Polres Pidie saat ini juga sedang mengusut kasus dugaan penggelembungan surat suara antarsesama caleg Partai NasDem di Kecamatan Mutiara Timur. Kasus tersebut dilaporkan caleg NasDem Fauzi Jamil karena adanya indikasi PPK Mutiara Timur melakukan penggelembungan surat suaranya kepada caleg partai Nasdem lain Nursaadah SAg. (aceh.tribunnews.com)

52.870 Pemilih di Pidie Golput,Penetapan Kursi DP11-13 Mei

Kamis, 01 Mei 2014

Sigli | acehtraffic.com - Warga Kabupaten Pidie yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput) pada Pemilu Umum Legislatif, 9 April 2014 seperti dicatat KIP setempat berjumlah 52.870 orang atau 18,2 persen dari jumlah DPT.

“Jumlah suara sah yang masuk adalah 238.093, total pemilihnya 290.963 orang. Jadi, yang menggunakan hak pilih di Pidie sekitar  81 persen,” kata Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie, Ridwan SAg di kantornya, Rabu 30 April.

Menurutnya, penetapan perolehan kursi DPRK akan dilakukan pihaknya pada 11-13 Mei 2014. “Saat ini kami tidak bisa memberi keterangan detail perolehan kursi per partai. Namun, pastinya total kursi DPRK Pidie adalah 40 atau per dapil delapan kursi dar lima dapil,” ujar Ridwan. Ia menilai partisipasi pemilih di Pidie sudah baik kendati masih ada golput.

Sementara Ketua Panwaslu Pidie, Azhari di Kantor KIP setempat, kemarin menyebutkan, sampai kini sudah enam kasus pelanggaran yang dilaporkan ke pihaknya. Keenam kasus itu, sebut Azhari, rata-rata berisikan protes terkait penggelembungan suara. “Saya tidak ingat poin-poinya, tapi rata-rata soal penggelembungan suara,” ujar Azhari.

Dikatakan, semua kasus tersebut sedang ditangani. “Suara partai masuk ke partai itu sendiri. Muaranya, pelanggaran disampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Adanya proses pergeseran suara,” tuturnya.

Ditanya apakah proses terhadap laporan pelanggaran itu akan dapat mempengaruhi perolehan kursi DPRK, Azhar mengatakan, perolehan kursi tak terganggu lagi karena hasil rekapitulasi suara untuk DPRK sudah selesai diplenokan. “Kita tetap proses pelanggaran sesuai laporan,” pungkas Azhari. (serambi)

Kantor PA Pidie Di Bakar Sekelompok Massa

Kamis, 24 April 2014

Sigli | acehtraffic.com - Sekelompok massa membakar kantor Partai Aceh (PA), yang berlokasi di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie. Kamis, 24 April 2014 sore.

Menurut informasi yang di lansir serambi, Peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.30 WIB, dan tak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, satu unit sepeda motor, satu becak mesin air dan satu tenda hangus terbakar.

Kecuali itu, massa juga merusak satu televisi dan satu unit komputer yang ada didalam di dalam. Saat massa datang ke kantor PA, beberapa orang yang duduk di kantor PA lari menyelamatkan diri. Kapolres Pidie, AKBP Sunarya, membenarkan aksi itu.

"Motifnya diduga masalah internal. Karena massa yang membakar kantor tersebut juga dari PA," kata Sunarya.

Ia menjelaskan, hingga kini massa juga telah mendatangi kantor DPW Partai Aceh di Keunirei. Massa dari Batee itu, hingga pukul 19.30 WIB, masih bertahan di kantor tersebut. AT | serambi |

Temuan Kasus, Suara Caleg PAN bergeser ke caleg partai Lain

Senin, 21 April 2014

Sigli | acehtraffic.com - Sejumlah kasus mengelilingi hasil pemilu Aceh 2014, deretan kasus pun berbeda - beda, pra pemilu sejumlah teror dan ancaman menjadi makanan pokok para partai politik dan kader dari beberapa partai termasuk caleg dari partai tertentu, di hari pesta demokarasi pun tak ubah dari sebelum hari pemilihan, dimana masyarakat yang seharusnya menentukan pilihan sendiri tapi nyatanya tersandra dengan arahan suatu partai dan juga mengecam jika tidak memilih partai tersebut. 
pasca pemilu pun berjalan dan rekapitulasi suara dari PPS, PPK sampai KIP di kelilingi dengan masalah-masalah, mark'uk suara pun terjadi di beberapa daerah, bahkan ada yang menolak hasil pemilu seperti yang terjadi di sabang, Simeulu, dan Pidie, bahkan PNA mengeluarkan stedment tolak hasil pemilu 2014 dan siap melawan para mark'up  suara.

Seprti kasus temuan dan juga di kutip di laman serambi,  Caleg DPRA dari Partai Amanat Nasional (PAN), Sulaiman Ary menemukan kasus penggelembungan suara miliknya untuk caleg partai yang sama di tiga kecamatan di Pidie, yaitu Kota Sigli, Peukan Baro, dan Indarajaya. “Temuan tersebut telah kami laporkan kepada KIP dan Panwas,” kata Sulaiman kepada Serambi, Minggu 20 April.

Ia menjelaskan, penggelembungan atau pergeseran surat suara terjadi saat dilaksanakan pleno rekapitulasi surat suara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Seperti di Kecamatan Kota Sigli, kata Sulaiman Ary, sesuai yang dicatat dalam form C1, jumlah suara yang diperolehnya 107. Namun, saat pleno di tingkat PPK, 107 suara yang diperoleh antara lain di Gampong Kramat Luar pada lima TPS justru hilang di tingkat kecamatan. “Kami memiliki bukti lengkap seperti C1, makanya kami berani melaporkan ke Panwas maupun KIP,” kata Sulaiman Ary.

Untuk Kecamatan Kota Sigli, katanya, hingga kini telah direspons oleh pihak PPK dengan mengembalikan 107 suara yang hilang itu pada 18 April. “Itu membuktikan di Kecamatan Kota Sigli telah terjadi penggelembungan suara milik saya,” katanya.

Sementara di Kecamatan Peukan Baro, lanjut Sulaiman Ary, 26 suara yang diperoleh di Gampong Puuk juga lenyap. Begitu juga 27 suara yang diperoleh di Gampong Rambayan Lueng dihilangkan 25 suara. Suara tersebut digeser kepada caleg partai yang sama dengan nomor urut 1.

Lebih lanjut dikatakan Sulaiman, penggelembungan yang sama terjadi di Kecamatan Indarajaya. Dari total 1.301 suara PAN, justru diplotkan suara untuk satu caleg. “Itu jelas sekali curang di tingkat PPK. Kita meminta suara saya harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan setelah kami melaporkan ke Panwas, maka kita akan bawa ke ranah hukum. Kita ingin melawan kezaliman terhadap penyelenggara pemilu,” demikian Sulaiman Ary.

Ketua Panwas Pidie, Azhari Budiman yang ditanyai Serambi, Minggu 20 April mengatakan, Panwas telah menerima laporan penggelembungan suara yang dilaporkan caleg DPRA dari PAN, Sulaiman Ary. Pihak Panwas akan menindaklanjuti dengan mempelajari laporan tersebut setelah hasil pleno rekapitulasi suara oleh KIP. “Saat ini kita lagi sibuk dengan pleno ditambah sakit satu anggota Panwas,” katanya.

Ia menjelaskan, dari tiga kecamatan yang dilaporkan terjadi penggelembungan suara, yaitu Kota Sigli, Indrajaya, dan Peukan Baro, hingga kini Kota Sigli yang telah menyelesaikan laporan tersebut.

Sedangkan Ketua KIP Pidie, Ridwan SPd kepada Serambi, kemarin, mengatakan, terkait laporan penggelembungan surat suara caleg DPRA dari PAN, Sulaiman Ary, KIP Pidie meminta kepada PPK Peukan Baro dan Indrajaya untuk menindaklanjuti. “Kalau tidak ditindaklanjuti PPK, maka salah secara aturan,” kata Ridwan. AT | TMI | serambi |

Jaga Kotak Suara, 30 Penembak Jitu Disiagakan Menjelang Rapat Pleno

Jumat, 18 April 2014

Sigli | acehtraffic.com  - Pesta demokrasi telah usai dan rekapitulasi perolehan suara pun telah di umumkan di beberapa kabupaten/kota, walau desk Pemilu Pemprov Aceh tidak bisa di akses oleh publik, namun di kabupaten Pidie  untuk pengamanan kotak suara hasil pemilu 9 April harus menempatkan 30 personel penembak jitu sampai rapat pleno selesai.

Informasi yang di kutip dari laman serambi, yang bahwa Polisi Resort (Polres) Pidie menempatkan 30 personel penembak jitu dari satuan Brimob Polda Aceh, guna mengamankan kotak surat suara DPRK, DPRA, DPR dan DPD RI di Pidie dan Pidie Jaya. Penembak jitu akan menjaga kotak suara sampai rapat pleno KIP didua kabupaten tersebut selesai dilaksanakan.

Di Pidie kotak surat suara diamankan di Gedung Pertemuan Pidie dijaga 15 personel penembak jitu. Sementara di Pijay kotak suara diamankan di Kantor KIP Pijaya dijaga 15 personel," kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK kepada Serambinews,com, Kamis 17 April.

Kata Kapolres Sunarya, pihaknya telah menginstruksikan kepada penembak jitu untuk menembak di tempat jika ada pihak yang mencoba mengambil kotak surat suara pemilu. Sebab, di dalam kotak surat suara itu terdapat nama-nama anggota dewan yang telah dipilih dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan pada tanggal 9 April.

"Masyarakat telah memilih mereka, jangan diotak atik lagi. Di tangan mereka yang terpilih itu akan ditentukan nasib Kabupaten Pidie untuk masa lima tahun kedepan," kata Sunarya. AT | BS | Sumber : serambi |

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016