Jakarta | acehtraffic.com -
Pelarangan ploncoan dalam ospek oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meneybabkan berbagai tanggapan. Menteri menegaskan.
"Tidak boleh ada lagi tindakan perpeloncoan dalam Ospek," katanya dalam
acara halalbihalal Partai Kebangkitan Bangsa Ciganjur, Minggu, 26 Juli
2015 lalu
Ia mengatakan Ospek harus bisa menjadi kegiatan yang
mengenalkan mahasiswa baru tentang kampus dan kebutuhan kampus. Ia pun
meminta agar pada Ospek ini akan ada tambahan materi yang diajarkan
kepada mahasiswanya, yaitu memperkenalkan wawasan kebangsaan. "Ini
bagian dari revolusi mental," katanya.
Pada materi wawasan
kebangsaan itu, diharapkan mahasiswa akan memiliki rasa kepedulian
terhadap bangsa. "Agar mereka bisa memiliki rasa bela negara," katanya.
Pasca itu muncul Hashtag #hapuskanOSPEKsampah menjadi trending topic di Twitter, Minggu siang, 26 Juli 2015. Para netizen banyak mengomentari hashtag ini karena mulai Senin, 27 Juli 2015 kegiatan masa orientasi siswa di sekolah akan dimulai.
Sebagian besar komentar mendukung hashtag
itu. Mereka berpendapat bahwa MOS yang dilaksanakan sudah keluar dari
maksudnya sebagai ajang orientasi dan perkenalan siswa baru.
Akun @ubaybee berkomentar, "lagi jadi TT dan saya sepakat
#hapuskanospeksampah, contoh saja sekolah negara2 maju itu u/ menyambut
PDB, jangan contoh LP !!!". Akun lainnya @SariR_22 mengatakan bahwa
ospek lebih cenderung merepotkan siswa atau mahasiswa baru. "MOS sih
gpp. tapi bawaan nya ituloh yg aneh2 dah kek gembel. apalagi ntar
senior2 nya pda sok2an", ujarnya
Sebagian tweeps tak mendukung penghapusan ospek atau MOS.
Menurut mereka, bukan kegiatannya yang dihapus, tapi cara pelaksanaannya
yang harus diubah. Seperti kata akun @ZainuddinHS1, "Ospek harus ada,
tapi cara pelaksanaannya yang harus di rubah...., jangan terlalu
kejam..., itu ospek bukan tahanan." Akun lainnya @aldasalsa991
berkomentar "Gak perlu dihapus, cukup diubah aja cara mengOSPEKnya,
khususnya untuk para senior. Stop Bullying and Stop Senioritas!!"
Pelaksanaan
ospek atau MOS seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi siswa dan
mahasiswa baru. Sebab, dalam ajang tersebut biasanya mereka diminta
untuk membawa barang dan melaksanakan tugas tertentu. Bahkan, beberapa
kali sempat terjadi kekerasan di ajang tahunan tersebut.
Seorang mahasiswa baru Jurusan Planologi ITN Malang Fikri Dolasmantya
Surya meninggal dunia saat mengikuti kegiatan ospek pada Oktober 2013.
Pada 2011 pun pernah ada kejadian serupa di Universitas Hasanuddin.
Mahasiswa baru bernama Awaludin tewas. | Tempo.co|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar