Kuala
Lumpur | acehtraffic.com- Tun Mahathir Mohamad
Mantan Perdana Menteri Malaysia mengatakan Myanmar tak layak menjadi
anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) jika tidak mengakui
hak-hak Etnis Rohingya.
Mahathir
menyebutkan genosida terhadap minoritas Rohingya di Myanmar telah berlangsung
selama bertahun-tahun. Hal itu telah menjadi bukti nyata bahwa negara itu tidak
menghormati dan tidak berniat melindungi hak-hak rakyatnya sendiri.
“Kita
tidak bisa memiliki satu negara yang mempraktekkan genosida secara terbuka dan
membunuhi warganya sendiri. Negara seperti ini hanya akan memberi nama buruk
bagi ASEAN,” kata Mahathir saat berpidato sebagai pembicara utama dalam
Konferensi Internasional "Nasib Rohingya, Kejahatan Melawan Kemanusiaan
Bagian Dua" di Museum Seni Budaya Islam di Kuala Lumpur, Jumat, 12 Juni
2015 sebagaimana diberitakan TEMPO.CO
Menurut
Mahathir, negara-negara ASEAN selama bertahun-tahun melakukan pendekatan
diplomatis dalam usaha merangkul Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya.
“Namun Myanmar gagal merespons imbauan untuk lebih manusiawi kepada rakyatnya
sendiri. Jika mereka tidak merespons, menurut saya, mereka tidak punya hak
untuk diakui sebagai anggota ASEAN,” ujar tokoh yang masih sangat berpengaruh
di Malaysia itu.
Mahathir
menyatakan telah mengirim surat pribadi kepada pemimpin oposisi dan tokoh
prodemokrasi Myanmar, Aung Sang Suu Kyi. Namun dia belum mendapat balasan.
“Karena
itu, nasib kaum Rohingya harus dibela oleh orang-orang di luar Myanmar, karena
orang-orang di dalam negeri itu gagal merespons,” ucapnya. | AT | RD|


0 komentar:
Posting Komentar