acehtraffic.com
– Teka teki pembunuhan Angeline (8)
tahun semakin terbuka, Agus sang pekerja
adalah pelaku yang telah melakukan perbuatan sangat kureung aja itu.
Dalam
laporan TEMPO.Co, berdasarkan keterangan Haposan Sihombing, pengacara Agustae
Hamdai, mengatakan, dalam pemeriksaan polisi, kliennya mengaku telah membunuh
Angeline. Haposan juga merinci 19 adegan pra-rekonstruksi pembunuhan Angelina
yang dilakukan kliennya.
Menurut
Haposan, sekitar pukul 13.00 Wita pada 16 Mei 2015 atau persis ketika Angeline
dilaporkan hilang, Agus memanggil Angeline masuk ke kamarnya.
Angeline,
ujar Haposan seperti dituturkan Agustae, lantas masuk ke kamar Agus dan
mengatakan kepada Agus ada pesan dari Margriet Christina Megawe--sebelumnya
disebut Margareth, ibu angkat Angeline, bahwa pekerjaan Agus tak becus.
"Sehabis itu, dia jengkel, Angeline dipeluk. Tapi dia teriak dan memanggil
mamanya. Karena sudah ada teriakan itu, Agus memukul dan mencekik korban,”
tutur Haposan di Denpasar, Jumat, 12 Juni 2015.
Dalam
19 adegan pra-rekonstruksi yang dijalani Agus, terungkap pula detik-detik
mengerikan sebelum Angeline meregang nyawa. Menurut Haposan, setelah kepalanya
dibenturkan ke lantai, Angeline diperkosa. Untuk memastikan telah tewas, kata
Haposan, mayat Angeline dililit tali yang memang sudah ada di dalam kamar Agus.
Menurut
Haposan, Agus telah mengaku membunuh dan memperkosa Angeline. Akibat
perbuatannya, pembantu Margriet yang bekerja sejak 23 April 2015 ini dijerat
dengan pasal berlapis dengan total tuntutan hukuman 30 tahun penjara. "Dia
dituntut pasal berlapis," ucap pengacara yang ditunjuk kepolisian itu.
Angeline
ditemukan terkubur di pekarangan rumah Margriet pada Rabu, 10 Juni 2015.
Penemuan jasad Angeline berselang tiga pekan setelah dilaporkan hilang pada 16
Mei 2015. Jasad Angeline dibalut kain mirip seprai berwarna terang yang
bercampur warna tanah. Polisi juga menemukan tali dan boneka yang dikubur
bersama Angeline. | AT | RD| sumber Tempo.co|


0 komentar:
Posting Komentar