News Update :

Jangan Simpulkan GAM Pembunuh Dua Intel TNI

Rabu, 25 Maret 2015

Jakarta | acehtraffic.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, tak mau terlalu jauh menduga bahwa kasus penculikan dan pembunuhan terhadap dua personel intelijen Kodim Aceh Utara adalah perbuatan separatisme dari anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pasalnya, antara GAM dengan Indonesia sudah terjalin kesepakatan damai yang penandatanganannya dilakukan di Helsinki, Finlandia, pada 2005.

"Kita belum sampai mengatakan ini bagian separatisme. Aceh sendiri sudah ada kesepakatan perdamaian antara GAM dengan Indonesia beberapa tahun lalu. Sudah dijalankan seluruh politik formal, lokal, dan lainnya," kata ,Hanafi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 25 Maret 2015. 

Apabila ada gerakan tersebut, lanjut Hanafi, itu hanya tindakan beberapa oknum yang kurang puas kepada aparat keamanan di Indonesia.

"Kalau ada, itu hanya oknum karena kesal, kurang puas ke aparat. Saya kira ini tindakan kejahatan yang lain, belum bisa mengatakan separatisme," tegasnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta agar pihak kepolisian segera melakukan tindakan cepat dan sigap. Mengingat, aksi kejahatan tersebut dilakukan saat dua personel itu menjalankan tugas.

"Secepat mungkin menangkap pelakunya, dan saya yakin polisi punya kemampuan mengungkap terduga teroris. Alqaeda saja bisa, ini pasti lebih cepat," pungkasnya.| okezone.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016