Ismalinur Sekdes Leubu Mesjid menjelaskan bahwa jembatan yang dijadikan warga sebagai jalur menuju dusun Gle Weu juga tembus ke Kecamatan Gandapura itu sudah berumur 11 tahun yang dibangun dengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) tahun 2003 dalam beberapa bulan yang terakhir masih terlihat kokoh.
Namun memasuki musim hujan terus dan derasnya debit air krueng Leubu membuat bantaran sungai disekitar jembatan terkikis diterjang air sehingga tiang penyangga menjadi longsor sekira 30 cm serta lantai dan leger jembatan sudah mulai miring .
Ditambahkan akibat kondisi jembatan yang demikian warga pemilik mobil tidak berani lagi melintas karena khawatir akan ambruk, hanya saja warga yang memakai kenderaan roda dua dan pejalan kaki yang berani melewatinya.
Dengan kondisi seperti ini warga khawatir jika tidak cepat di antisipasi jembatan akan ambruk ke sungai, “ cukup disayangkan bila itu terjadi, karena fisik jembatan masih sangat bagus dan jika segera ditanggulangi diperkirakan puluhan tahun kedepan tetap bisa di pergunakan warga, sebaliknya jika hal ini di biarkan maka warga akan menyeberangi dengan cara turun ke sungai atau membuat jembatan alternatif dengan material bambu untuk bisa sampai kerumahnya”. Ujar Muslem
Untuk tahap emergensi warga masyarakat Gampong Leubu Mesjid akan segera mengadakan gotong royong dengan mendongkrak bagian yang sudah longsor dan menimbun kembali bantaran sungai yang terkikis oleh air tersebut, namun mereka sangat berharap pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera melakukan perbaikan dengan melakukan pembuatan bronjong sekitar jembatan, sehingga jembatan bisa di selamatkan dan normal kembali seperti biasa. | Sumber acehbaru.com


