News Update :

Polisi Dor Abu Sumatera

Selasa, 09 September 2014

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) dan Satuan Intelkam Polres Lhokseumawe, Sabtu (6/9) sekitar pukul 11.30 WIB, berhasil meringkus Rasyidin (35) alias Abu Sumatera setelah menembak kedua kakinya. Pria yang selama ini mengaku sebagai Juru Bicara Atjeh Sumatra National Liberation Front (ASLNF) itu, dibekuk karena melakukan serangkaian kejahatan di wilayah hukum Lhokseumawe.

Ia juga berupaya menyerang petugas saat disergap di kawasan SMK Negeri 6 Lhokseumawe, sehingga polisi terpaksa menembak kaki kiri dan kanannya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Joko Surachmanto dalam konferensi pers, Senin (8/9) kemarin menyebutkan bahwa polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari Abu Sumatera berupa satu senjata replika jenis FN, handphone plus tiga kartunya, obeng, buku MoU Helsinki, tas sandang, serta buku notes berisi sejumlah doa.

Saat ditangkap, kata Kapolres, warga Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu memang masih berstatus narapidana narkoba. Tahun 2010, Abu Sumatera divonis enam tahun penjara. Tapi pada tahun 2012 ia berhasil melarikan diri dari LP setempat.

Sekeluar dari LP, Abu Sumatera, berdasarkan catatan kepolisian, melakukan serangkaian kejahatan, termasuk membakar bendera Merah Putih dan melemparkan bom molotov ke rumah Rusli, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lhokseumawe.

Menurut Kapolres, tertangkapnya Abu Sumatera, Sabtu lalu, berawal dari informasi yang disampaikan warga ke pihak kepolisian. Seseorang mengabarkan bahwa Abu Sumatera terlihat berada di SMK Negeri 6 Lhokseumawe, diduga kuat hendak memeras kepala sekolah tersebut.

Selama ini, Abu Sumatera memang sering mengancam dan memeras kepala sekolah dan instansi sipil di Kota Lhokseumawe.  “Mendapatkan laporan itu, apalagi selama ini dia sangat kita cari, sehingga pasukan intel dan reskrim dikerahkan ke lokasi,” jelas Kapolres.

Setiba di lokasi, lanjut AKBP Joko Surachmanto, Abu Sumatera langsung dibekuk. Namun, dia melawan. Saat itu polisi mencurigai di pinggangnya ada senjata. “Maka untuk melumpuhkan perlawanan Abu Sumatera, kedua kakinya pun kita dor,” jelas AKBP Joko Surachmanto, didampingi Kasat Reskrim AKP Decky Hendra Wijaya.

Dalam pemeriksaan awal, Abu Sumatera telah mengakui sejumlah tindak kriminal yang dia lalukan, sesuai dengan catatan kepolisian. Tapi ada juga yang tak diakuinya.

“Sedangkan kenapa dia juga ikut membakar dan menurunkan bendera Merah Putih itu pun sedang kita sidik kasusnya, apakah ada unsur makar di dalamnya atau tidak,” jelas Kapolres.

Termasuk yang kini ditelusuri aparat kepolisian keberadaa sebuah granat manggis yang diyakini milik Abu Sumatera. “Soalnya, kita dapat bukti berupa foto Abu Sumatera saat ia sedang memegang granat jenis manggis,” ungkap Kapolres Lhokseumawe. | aceh.tribunnews.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016