News Update :

Kasus Pemerasan Disorot Media, Pengacara Bireun Ancam Gugat Wartawan

Jumat, 05 September 2014

Bireun | acehtraffic.com - Tampaknya sang pengacara tidak bosan-bosannya mengupayakan agar kasus tersebut tidak lagi diberitakan oleh media ini, kali ini sang pengacara mencoba metode baru yakni menakut-nakuti wartawan media ini akan diambil sikap atau langkah oleh rekan-rekannya sesama pengacara jika pemberitaan tersebut tidak benar adanya. (Baca: Peras Ibu Terdakwa, Pengacara Klaim Kasih Uang Untuk Jaksa dan Hakim PN Bireun)

Informasi yang di terima Reporter acehtraffic.com dari wartawan tersebut menyatakan Tampak jelas dilayar ponsel wartawan sang pengacara kawakan menghubunginya pada pukul 19:24 Wib Kamis, 4 September 2014 dan menyampaikan jika para rekan-rekanya sesama pengacara diLangsa dan Jakarta akan duduk membahas tentang pemberitaan miring yang menimpa dirinya jika hal ini tidak benar adanya, "nyo awaknyo diJakarta kabeh jitelpon lon jitanyong pubutoi nyan beritanyan,meunyoe hana butoi berarti akan tameuduk untok tacok langkah tegas bek sampo male profesi pengacara laen gara-gara pemberitaan nyan" (orang-orang di jakarta sudah menghubungi saya agar mengadakan rapat untuk ambil langkah tegas jangan sampai propesi pengacara di permalukan gara-gara pemeberitaan itu ),ungkap hanafiah mengutip kata-kata rekan-rekannya diJakarta dan Langsa. ( Baca : Klarifikasi Pemberitaan, Pengacara Tawar Kasus Besar Untuk Wartawan)

"Entah ini adalah upaya menakut-nakuti wartawan media atau bukan,wallahua'lam"ujar wartawan tersebut.

Resah dan gelisahnya sang mafia hukum Diera tahun 70-an lagu ini pernah menjadi tembang populer yg disenandungkan oleh Tomi Jepisa, namun kalimat tersebut kali ini dibawakan dalam bentuk keluhan oleh seorang pengacara kawakan dari Bireun, hal tersebut diungkapkan oleh Hanafiah pengacara kawakan Bireun kepada wartawan media tersebut pada pukul 00:16 wib malam 5 September ketika dihubungi melalui handphone selulernya.

Dia mengaku merasa resah dan gelisah atas pemberitaan miring tentangnya terkait kasus tudingan pemerasan pada orangtua kliennya YN serta terkuaknya tabir adanya indikasi mafia hukum di Pengadilan Negeri (PN) Bireun.

"Lon ka resah nyo, lon ka gelisah nyo,karna berita tentang diri lon sabe jimuat karena cok peng dari keluarga YN" (saya Resah dan gelisah, karena berita tentang diri saya selalu di muat karena ambil uang keluarga YN)"ungkap Hanafiah kepada wartawan.

Entah benar atau hanya sekedar modus sang pengacara, pastinya wartawan tersebut tidak bisa memastikannya. | AT | MI |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016