
Denmark | acehtraffic.com – Para aktivis Wold Achenese Asosiation (WAA) bekerjasama dengan aktivis dari berbagai bangsa, mempromosikan Aceh di event Asian Food Festival di Aalborg, Denmark. Para aktivis WAA yang berkumpul sejak jam 10 pagi dini hari untuk berkerja mempersiapkan Stand dan Dekorasi yang berciri khas Aceh,juga mengibarkan bendera bulan bintang sebagai identitas Aceh.
Padaeven yang diadakanselama tiga hari itu, stand Aceh yang menarik perhatian,diserbu para pengunjung yang datang dari berbagai suku bangsa karena keunikan dan mereka sangattertarik serta ingin mengetahui lebih mendalam tentang budaya, tradisi dan cara hidup masyarakat Aceh sehari-hari.
“Ketikakitamenceritakantentang Aceh, dimanaletaknya Aceh, keistimewaan dan keindahanalam Aceh, mereka begitu antusias mendengarnya karna ada diantara mereka yang tidak tau dimana letaknya Aceh.”Kata Syukri Ibrahim, sektaris WAA.
Makanan khas Aceh yang disajikan pada even itu, sangat diminati para pengunjung karna rasanya yang khas,unik dan mempstand acehunyai keistimewaan tersendiri. Kebanyakan pengunjung dan turis yang ada di Denmark,banyak yang datang untuk mencoba makanan Aceh, ketika mereka sudah mencobas ekali,mereka sangat terkesan bahkan ada yang datang berulang kali untuk mencicipinya lagi.”Aceh food is the best and I love it” Ujar Tahar Abdus Salam menirukan.
Hujanderas yang menyiramikota Aalborg dihari itu, tidak menghalangi para pengunjung untuk memadati stand yang disediakan oleh panitia even tersebut. Pada kesempatan itu ,aktivis WAA mengambil kesempatan untuk membagi-bagikan brosur tentang Aceh sambil menjelaskan isi brosur,baground serta keberadaan Aceh.
”Kita sangat kesal dan kecewa disaat melihat para peserta dari negara -negara lain yang ikut serta pada even tersebut, mereka mendapatkan support sepenuhnya dari pemerintah Negara mereka masing-masing, bahkan ada yang mengirimkan sanggar seni serta kerajinan tangan dari Negara mereka sendiri. Minimnya perhatian dan keseriusan pemerintah Aceh dalam hal ini sangatlah kita sesalkan”ujar Syukri dengan nada penuh ‘Tununya’. | acehbaru.com |
